Sabtu, 29 Maret 2014

Rabu, 27 Maret 2013 Silaturahmi bertetangga


Dahulu sewaktu masih tinggal di rumah Ibu, segalanya terasa mudah. semuanya terasa ringan.. bangun pagi hanya disibukkan dengan menyiapkan keperluan mengajar, mandi, sarapan dan tinggal berangkat. semua pekerjaan rumah tangga di rumah sudah ada yang menyelesaikan. hanya satu yang salalu ibu minta untuk aku lakukan : menyapa setiap tetangga yang ditemui di jalan mulai dari halaman rumah hingga pintu gerbang komplek perumahan tempat ibu tinggal. Sulit. Berat. apalagi bila saya harus dihadapkan pada jadwal mengajar di laboratorium yang mau tidak mau harus tiba di kampus pukul 6 pagi. wah, itu mah jamnya ibu-ibu lagi manteng di depan rumah. terbayangkah bagaimana saya harus menyapa satu persatu warga yang sibuk berkegiatan di depan rumah?
namun itulah hikmahnya ibu selalu mengingatkan saya untuk selalu menyapa setiap tetangga yang saya temui di jalan, karena akhirnya saya menjadi terkenal di komplek. setiap ada mahasiswa yang hendak bimbingan skripsi atau tugas akhir tidak akan sulit mencari dimana rumah saya. ada beberapa warga yang dengan senang hati akan mengantarkan mahasiswa hingga tiba di depan rumah saya. Belum lagi bila terdengar bila saya sakit, maka akan banyak kiriman makanan dan buah dari tetangga yang berdatangan ke rumah. oh indahnya bersilaturahmi dengan tetangga.
dalam ajaran Islam mengajarkan hak tetangga atas tetangga lainnya begitu agung. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat baik kepada tetangga jauh dan dekat. " Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin serta tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh (QS An Nisaa ;36)
namun sayangnya masih banyak yang tidak akur dan akrab dengan tetangganya, malah tak jarang saling bermusuhan, iri hati, saling menjelekkan, saling mengadu domba.  buat saya pribadi, biarlah bila ada tetangga yang memiliki sifat demikian. bila kita telah berusaha mengingatkan namun perilaku mereka tak kunjung membaik maka do'alah yang akan menjadi penyelesaiannya. mudah-mudahan dibukakan hati. dan yang paling penting dan termudah dalam kehidupan bertetangga adalah menjaga silaturahmi karena dengan demikian maka kita Insya Allah akan terhindar dari rasa iri, saling menjelekkan karena tetangga adalah keluarga kita selayaknyalah pula kita harus menjaga nama baiknya. satu hal yang tetap saya jaga meski kadang agak sulit, menyapa tetangga mulai dari depan halaman rumah hingga keluar komplek perumahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...