Sabtu, 03 Juni 2017

4 Tips mudik bersama anak dengan kendaraan pribadi

sumber : koleksi pribadi-mudik 2016


Ramadhan telah dilalui beberapa hari, tentunya anda dan perantau sudah membayangkan untuk mudik, tradisi pulang ke kampung halaman saat hari raya idul fitri di Indonesia. Berkumpul dengan keluarga di kampung halaman tentunya menjadi momen yang dinantikan.. Nyaman, lancar dan selamat mulai dari pergi mudik hingga kembali ke tanah rantau tentunya menjadi harapan dari pemudik. Mudik dengan angkutan umum banyak dipilih oleh para pemudik agar bisa tiba di kampung halaman, namun tidak sedikit pemudik yang juga memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana menuju kampung halaman. Meski ada banyak hal yang “katanya” jauh lebih beresiko seperti menghadapi kemacetan, kelelahan, nyasar karena masih belum hafal rute mudik atau bahkan menghadapi hambatan di perjalanan karena kondisi kendaraan yang kurang fit. Lalu, bagaimana strategi yang harus dimiliki oleh pemudik sehingga dapat tiba di kampung halaman dan kembali lagi ke tanah rantau dengan nyaman, aman dan selamat? Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh pemudik untuk berangkat ke kampung halaman, berikut 4 tips yang harus anda cermati saat memilih mudik dengan kendaraan pribadi

1.       Siapkan kendaraan anda agar “siap Mudik”
Jantung dari mudik dengan kendaraan pribadi adalah menjaga “kesehatan” kendaraan apalagi bila jarak yang harus ditempuh kendaraan cukup jauh. Apa saja yang harus anda cek ulang ?
-          Ganti pelumas mesin
Kondisi mesin yang telah diganti pelumas mesin menjelang keberangkatan mudik tentunya akan berbeda dengan mesin yang tidak digantikan pelumas mesinnya karena mesin akan mudah panas karena semakin lama usia pelumas maka akan semakin tinggi tingkat kekentalannya yang akan berpengaruh pada kinerja mesin
-          Cek pengereman
Jangan abaikan pemeriksaan pengereman sebagai bagian vital dari kendaraan. Tak jarang terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa dan harta hanya karena mengabaikan kondisi rem kendaraan pribadi
-          Cek mesin (tune up), ganti busi kendaraan
Ingin meningkatkan kinerja mesin jauh lebih baik saat mudik? Lakukan tune up!
Pembakaran  yang optimal, nyaman akan jauh dapat dijamin bila anda memperhatikan perawatan mesin termasuk busi yang rutin diganti tiap tahun atau per 20000 km.
-          Isi BBM dalam kondisi Full
Dari pengalaman mudik di tahun 2014 dan 2016 yang sempat mengakibatkan kemacetan panjang, kami (saya dan suami) banyak belajar bahwa antisipasi terhadap langkanya pasokan bahan bakar sangat penting. Yah, logikanya dalam kondisi macet mudik, maka kendaraan yang mendistribusikan BBM tentunya akan terhambat mengirimkan pasokan BBM karena terjebak macet pula, sedangkan jumlah kendaraan yang membutuhkan BBM berkali-kali lipat jumlahnya dari hari biasanya. Alhamdulillah di tahun 2014 dan 2016 kemarin, kami tidak mengalami yang namanya kehabisan BBM di tengah perjalanan meski terjebak selama 2 hari 2 malam di tol Palikanci hingga jalur pantura pekalongan. Namun…..jangan isi BBM sampai meluber ya…
-          Cek lampu-lampu
Anda melakukan perjalanan di siang hari dan mengabaikan kerusakan pada salah satu panel lampu. Anda salah! Melakukan perjalanan di siang hari atau malam hari, pengecekan lampu-lampu tentunya menjadi hal mutlak keselamatan berkendara
-          Cek air pendingin
Waahhh….tidak sedikit kendaraan saat mudik harus menepikan kendaraan karena mengabaikan pemeriksaan air pendingin. Selain memakan waktu mudik jauh lebih panjang habis di perjalanan, anda tentunya akan merasa tidak nyaman karena berarti waktu yang dihabiskan di perjalanan darat jauh lebih panjang.
-          Cek kondisi ban
Untuk anda pengguna kendaraan pribadi yang melakukan perjalanan jauh, menggunakan ban yang diisi tekanan angin nitrogen akan jauh meringankan pekerjaan ban dalam menumpu berat kendaraan, apalagi saat ini jalur tol lintas jawa sudah nyaris dapat digunakan hampir 1/2nya. Kondisi ini menyebabkan ban harus bekerja lebih berat karena putaran ban yang semakin panjang/banyak, pengereman, suhu muka jalan tol/jalan yang meningkat akan membuat ban panas. Dengan menggunakan nitrogen maka laju ban akan terasa ringan dan dingin (sst …ini bukan ngiklan nitrogen ya). Jangan lupa, cek juga kondisi ban cadangan. Ada banyak kejadian ketika ban utama kempis dan akan menggunakan ban cadangan, ternyata yang terjadi  adalah ban cadangan juga kempes. Bersiaplah berpanas-panasan atau bermalam di jalanan hingga ban dikembangkan kembali.
-          Cek peralatan kendaraan
Jangan asal berangkat dan mobil terlihat sehat lalu anda melupakan membawa peralatan kendaraan seperti dongkrak, lampu emergency, segitiga pengaman atau mini rubbercone,  kunci-kunci, cadangan air pendingin, lap mobil bahkan lampu cadangan. Dari pengalaman bermudik saya selama 10 tahunan, hal remeh seperti peniti, kawat, karet , gunting, kunci pas dan lampu emergency amat membantu ketika terjadi gangguan kendaraan di perjalanan mudik.
-          Cek ketersediaan baterai (accu) kendaraan
Sebelum jadwal mudik tiba, cek accu mobil ke bengkel sehingga perjalanan anda lebih nyaman tanpa harus diganggu oleh accu soak sehingga kelistrikan kendaraan terganggu bahkan tidak menyala sama sekali
-          Cek ketersediaan cadangan baterai handphone melalui charger mobil
Saat ini charger mobil menjadi sangat penting karena digunakan sebagai pengisi cadangan baterai handphone atau GPS . dengan demikian anda tidak khawatir kehabisan baterai handphone selama perjalanan dan tetap dapat memantau jalur perjalanan melalui GPS apalagi bagi pemudik yang masih baru dan belum hafal jalur mudik.
-          cek ketersediaan kartu tol
bila anda menggunakan tol menuju kampung halaman, ada baiknya anda memiliki kartu e-toll. Transaksi lebih cepat dan membantu pemerintah dalam mengatasi kemacetan di pintu tol. Dan, biasanya setiap mudik idul fitri tiba, pengguna kartu e-toll akan mendapatkan diskon pembayaran dibandingkan melakukan transaksi tol secara tunai. Ho ho namanya emak-emak teteuplah nyari diskonan meski di tol. 

2.       Siapkan diri anda dan keluarga agar “siap Mudik”
“siap Mudik” disini berarti anda dan keluarga yang akan melakukan perjalanan mudik harus dalam kondisi sehat. Asupan vitamin, makanan dan air selama perjalanan harus memadai. Idealnya setelah menempuh 4 jam perjalanan, maka pemudik dan tentunya satu keharusan bagi sopir untuk beristirahat sejenak. Jangan abaikan hal ini! Kelelahan dan kantuk yang mendera akan menurunkan konsentrasi sehingga pada akhirnya akan memicu kecelakaan. Lebih baik terlambat tiba di kampung halaman daripada anda memaksakan diri untuk mengendarai kendaraan tanpa istirahat namun berujung celaka. Hal ini tak hanya berlaku bagi sopir, namun kondisi penumpang juga patut diperhatikan, utamanya bagi pemudik yang membawa anak anak. Buatlah kendaraan mudik senyaman mungkin. Membawa bantal, mainan anak, CD film dan lagu anak (bila di kendaraan terdapat TV) bahkan selimut saya jabanin demi kenyamanan anak. Sedikit ribet namun bila anak kelelahan dan mengantuk , maka ia bisa tidur menggunakan bantal dan selimut yang telah kita sediakan. Jika memungkinkan , gunakan kaca film berkualitas non UV atau pasanglah tirai di jendela karena suhu saat perjalanan mudik tentunya akan naik seiring bertambahnya jumlah kendaraan di jalanan yang melakukan mudik juga. Sebaiknya jangan pernah meletakkan anak-anak duduk di baris depan kendaraan bila melakukan perjalanan jauh, karena apabila mereka rewel atau sekedar minta makan atau minum, justru akan mengganggu konsentrasi dari pengemudi. Bagi anda yang membawa balita, ada baiknya anda menyediakan car seat dan memasangnya di baris kedua kendaraan demi keselamatan anak. Selain itu anda yang membawa anak harus mengantisipasi apabila anak mengalami mabuk perjalanan. Sejak 4 tahun yang lalu, setiap melakukan perjalanan mudik, saya selalu memasang Koran bekas di pijakan kaki dan beberapa kantung plastik yang digantung di sisi kanan kiri pintu atau belakang jok kursi. Selain untuk berjaga-jaga anak mengalami mabuk kendaraan, kotoran yang berasal dari sisa-sisa makanan anak dapat dibuang dengan mudah hanya dengan mengangkat Koran bekas yang sudah kotor dan menggantinya dengan yang bersih. Alhasil mobil bersih dan nyaman. Selain itu usahakan penumpang dalam kendaraan mudik anda tidak berdesak-desakan. Hoooohh….beberapa tahun mudik saya menyaksikan sendiri ada banyak kendaraan mudik keluarga yang memaksakan 5 orang duduk dalam 1 baris yang seharusnya hanya dapat ditempati 3 orang. Selain tidak nyaman, hal ini akan mengancam jiwa dari penumpang lainnya, karena kapasitas yang melewati batas tentunya akan mempengaruhi kinerja dan keseimbangan kendaraan di jalan raya. 
sumber : koleksi pribadi

Nah yang tidak boleh terlupa , agar perjalanan anda nyaman, selain membawa dana non tunai, maka sebaiknya anda memiliki uang tunai dalam jumlah secukupnya , sehingga ketika akan membayar toilet umum, makan atau sekedar jajan, maka pemudik tidak kesulitan dan panik mencari ATM. Simpan pada tempat yang aman dan mudah dijangkau sehingga cepat tersedia saat dibutuhkan namun tidak memancing kejahatan. 


3.       Sediakan obat-obatan, alat ibadah, baju ganti dan logistik yang cukup
sumber : nuqtoh.com
Jangan abaikan tidak menyediakan obat-obatan saat mudik dengan pemikiran toh banyak toko franchise sepanjang perjalanan. Pada prakteknya kita akan kesulitan mencari obat saat mudik meski banyak toko franchise sepanjang perjalanan apalagi bagi anda yang membawa anak. Sediakan saja obat-obatan dalam jumlah secukupnya seperti minyak kayu putih, jamu tolak angin, cairan antiseptic, cairan pencuci tangan anti kuman, kotak P3k lengkap dan obat-obatan lain yang biasa dikonsumsi anda sekeluarga. Letakkan obat-obatan tersebut pada area yang mudah dijangkau sehingga saat dibutuhkan tidak akan membutuhkan banyak gerakan yang dapat mengganggu konsentrasi pengemudi. Saya sedikit bercerita mengenai gunanya membawa cairan antiseptic. Sepanjang perjalanan mungkin ada diantara anggota keluarga dalam 1 kendaraan membutuhkan toilet umum untuk buang air kecil atau buang air besar. Toilet umum sepanjang perjalanan tentunya telah digunakan banyak orang (ratusan mungkin ribuan) , kuman-kuman tentunya telah bercampur aduk di dalamnya. Saya akan jauh merasa aman bila telah menyemprotkan cairan antiseptic/ memberikan beberapa tetes cairan antiseptic pada air di toilet umum. Selain obat-obatan sebaiknya pemudik menyediakan makanan dan minuman secukupnya sesuai dengan jumlah perkiraan waktu mulai dari keberangkatan hingga mencapai tujuan. Sekedar sharing saja, dari tahun ke tahun saya selalu membawa air mineral 1 galon untuk mengantisipasi dehidrasi selama perjalanan pulang pergi mudik. Selain itu sebaiknya pemudik menyediakan makanan kecil atau makanan kesukaan anak sehingga dapat mengantisipasi apabila kita tidak dapat berhenti memenuhi keinginan anak membeli makanan di sepanjang perjalanan.
sumber : food.detik.com
 Tak hanya itu, saya juga membawa bekal nasi dan lauk siap saji (rendang kering atau kering tempe) yang diletakkan dalam termos kecil dan beberapa onigiri (nasi kepal dengan isian ikan, daging atau abon) yang tentunya lebih praktis saat dibutuhkan. Karena saya melakukan perjalanan cukup jauh >1000km dari bandung ke malang, maka selama perjalanan mudik saya tidak berpuasa untuk menjaga kondisi tubuh. Dan perlengkapan membuat kopi panas atau teh panas. Hahaha…ribet sih bawa termos air panas dan 3 gelas bertutup yang menyimpan panas pula. Tapi, ah….daripada saya harus naik turun ketika anak dan suami membutuhkan kopi, susu atau teh, ya saya jabanin. Dan …ternyata ini tak hanya dilakukan oleh saya saja, karena ketika kami sekeluarga terjebak macet brexit tahun 2016 lalu, pemudik lainnya pun banyak melakukan hal yang sama, bahkan jauh lebih heboh dengan membawa termos nasi berukuran besar. Amazing sekali ketika kita menemukan keluarga disaat mudik dengan memperhatikan hal yang dianggap remeh, 2 hari 2 malam terjebak macet di tol brexit, bisa berbagi logistic dengan pemudik yang berpuasa dan tidak menemukan penjual makanan satupun di sepanjang jalan serta jauh dari rest area.
Tak hanya menyediakan obat-obatan dan kebutuhan logistic yang cukup. Menyediakan baju ganti sepanjang pada satu tas tersendiri juga patut dipertimbangkan. Tak jarang baju kena muntahan anak, berkeringat karena mau tidak mau AC harus dimatikan ketika kendaraan terjebak macet total dalam jangka waktu lama sementara tak ingin kehabisan BBM di tengah perjalanan. Selama ini selain saya membawa baju ganti untuk di kampung halaman, saya juga memisahkan satu tas yang berisi khusus baju ganti suami, anak dan saya sendiri serta peralatan mandi di satu tas tersendiri masing masing 1 stel dan khusus anak 3 stel. Hal ini sangat menguntungkan sehingga ketika membutuhkannya, kita tak perlu membongkar bagasi karena tas yang berisi baju ganti ini berukuran mini.
Yang tak kalah pentingnya adalah menyediakan alat ibadah yang diletakkan pada area yang mudah dijangkau. Buat kami menggunakan alat ibadah sendiri jauh lebih nyaman karena tak jarang, alat ibadah yang tersedia di masjid / musholla sepanjang perjalanan kotor dan berbau…(hmmm)

4.       Safety driving
Pastikan pengemudi memiliki surat ijin mengemudi , menguasai medan, menguasai kondisi kendaraan dan tidak mengantuk. Selain itu pengemudi hendaknya memiliki control penuh atas pintu dan jendela, terutama apabila pemudik membawa serta anak. Aktifkan child lock dan pastikan semua dapat bekerja dengan baik sebelum mudik. Pengemudi dan pengemudi cadangan (uuhh…itu mah saya, wajib mengetahui nomor penting seperti Derek, no polisi, bantuan Tol dan keluarga yang dapat dihubungi, sehingga apabila dibutuhkan, akan jauh lebih cepat menghubunginya, eh tapi jangan sampai karena hal ini pengemudi tergantung sekali pada handphone sehingga sedikit-sedikit menengok handphone yang pada akhirnya menurunkan konsentrasi mengemudi). Wajib bagi pengemudi dan penumpang untuk menggunakan sabuk keselamatan sehingga bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan dapat meminimalisir cedera. Nah, selain itu pengemudi juga wajib menjaga batas kecepatan kendaraan, mematuhi batas kecepatan, aturan lalu lintas dan menjaga konsentrasi akan dapat membantu anda terhindar dari kecelakaan. Semakin banyak jumlah penumpang dan bawaan yang dibawa , maka akan berpengaruh pada kecepatan maksimal yang harus anda patuhi, sehingga batasi bobot bawaan kendaraan baik penumpang ataupung barang sehingga tidak melebihi kapasitas aman kendaraan.
Baik bagi pengemudi maupun penumpang Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Jangan abaikan untuk berhenti di rest area atau area aman lainnya seperti masjid atau restoran hanya sekedar melemaskan otot otot punggung , kaki dan tangan yang bekerja selama mengemudi.  Jika perlu bawalah tikar atau karpet plastik yang dapat digunakan saat berhenti di rest area untuk tidur barang 1-2 jam dan anakpun bisa ikut bermain sehingga tidak merasa kelelahan sangat. 

sumber : setkab.go.id


Yang terakhir ……SABAR
Siapa sih pemudik yang tidak ingin cepat sampai di kampung halaman?
Semua memiliki rasa yang sama, namun saat mudik, turunkan ego, bersiaplah menghadapi macet dan karakter pengemudi kendaraan lain yang berbeda beda dengan SABAR.
Yang penting selamat dan dapat bertemu keluarga yang dirindukan di kampung halaman.
Selamat mudik ya…

3 komentar:

  1. Iya bener termos itu penting banget mbak. saya juga biasanya bawa termos es yang dicolok pakai kabel data jd selalu ada minuman dingin

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak. hal remeh tapi sangat membantu saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik

      Hapus
  2. Meski nggak mudik.. (Karena sama2 di Jogja) aku seneng ngamati perjuangan para pemudik mba.. Malah kadang jadi pengen ngalami pengalaman mudik. Tapi wong kampung halaman 1 jam aja nyampe.. Hi..hi. Salam kenal mba..

    BalasHapus

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...