Minggu, 30 Maret 2014

minggu 17 November 2013 Sego Pecel. Santapan sehat di pagi hari yang slalu dirindukan


alun-alun Madiun yang rindang ; ; sumber wikipedia.com
Tinggal dan berkeliling Jawa hampir selama 29 tahun lamanya dengan berbagai tradisi di tiap daerah yang saya singgahi membuat saya ingin kembali pada memori beberapa puluh tahun yang lalu. Tinggal di Kota Madiun dengan penduduknya yang terkenal ramah, pasti akan selalu dirindukan oleh orang  yang pernah tinggal di sini. Kota Kecil  yang terletak 160 km sebelah Barat Kota surabaya. Di Kota ini terdapat pusat industri kereta api (INKA). Madiun dikenal memiliki Lapangan Terbang Iswahyudi, yakni salah satu pangkalan utama AURI, meski sebenarnya terletak di Kabupaten Magetan. Namunya satu hal yang mengingatkan saya pada kota Madiun adalah Sego pecel sebagai sarapan plus krupuk lempengnya yang bikin saya jatuh cinta hingga kini sebagai sarapan favorit di pagi hari.
krupuk lempeng pelengkap sego pecel

sego pecel pincuk yang menggoda

Pecel Pincuk Madiun, makanan yang tak hanya cocok disantap di pagi hari , namun bila kita mengunjungi kota madiun maka kita akan menemui penjual Sego Pecel berjualan mulai jam 6 pagi hingga tengah Malam (wahh…). Buat saya yang saat itu masih cukup kecil karena masih duduk di bangku SD maka kemanapun kedua orangtua saya berwisata kuliner Pecel, saya hanya ikut dan tentunya menikmati dengan memilih Pecel yang bercitarasa pedas menantang (penggemar pedas semenjak di bangku SD loh).
 Seingat saya Almarhum Bapak sering mengajak menyantap pecel di minggu Pagi hari atau Malam hari di warung-warung Pecel sepanjang jalan Cokroaminoto sebelah selatan, sekitar sleko.( indahnya bila mengingat saat itu…hmm). Nasi Pecel full sayur yang berisi tauge kecambah, kangkung dan bunga turi rebus disiram dengan bumbu kacang yang uenaknya tiada duanya  dengan pelengkap sepotong tempe goreng sebagai lauk pelengkap, serundeng dan krupuk lempeng atau rempeyek kacang yang Nyamleng pisan, Atau bahkan kita bisa menambah lauk empal, bakwan jagung, telur ceplok atau bahkan sate usus…(sehat kan…full sayuran)
Kemandirian saya semenjak kecil untuk berbelanja tak menyurutkan langkah saya apabila tiba-tiba ingin makan Pecel di sore hari sementara kedua orangtua saya belum tiba dari tempat bekerja. Kemanapun kita pergi di kota Madiun maka kita akan tetap bisa menemui penjual Sego/Nasi Pecel tentunya dengan kualitas yang berbeda dibandingkan dengan beberapa tempat yang telah saya sebutkan di atas. Hanya dengan mengendarai sepeda mini sendirian untuk anak seusia saya saat itu yang duduk di bangku SD,  seringkali menggowes sepeda untuk berburu nasi Pecel di Pasar Joyo yang letaknya di belakang komplek atau menggowes lebih jauh untuk mendapatkan sepincuk nasi pecel di sekitar pasar burung jalan pelitatama (bener ya..)..ah indahnya mengingat masa-masa itu.
6 tahun yang mengesankan tinggal di kota Madiun, kota yang sangat ramah dan menyimpan banyak kenangan semasa kecil, kota yang telah menabur bibit kebaikan tentang kekeluargaan dan gotong royong…kapan ya pergi kesana lagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...