Sabtu, 28 November 2015

Sudah nggak jaman ngurus SIM (perpanjangan-mutasi) pakai CALO




Tahun ini SIM saya habis di awal desember
Awalnya puyeng keliyengan mendengar kabar kalau mengurus SIM di Polres Bandung (Soreang) itu susah, apalagi SIM terakhir saya keluaran Polresta Malang, sesuai domisili terakhir saya. Mengurus SIM baru? Haduuuuh pastinya saya harus meluangkan lebih banyak waktu untuk mendaftar, ujian teori, ujian praktek dan foto dannnn belum tentu bisa diselesaikan dalam waktu seharian. Jarak antara polres Bandung dengan domisili saya sekarang kurang lebih 50km yang bisa ditempuh 2 jam kalau jalanan “lumayan” lancar. Kenapa lumayan? Jalur ujungberung-soreang terkenal banyak ditemui titik yang selalu macet apalagi kalau hujan , maka ancaman perjalanan terhambat karena banjir ada di depan mata. Belum lagi lelahnya menyetir . jadi akhirnya saya putuskan untuk melakukan mutasi berkas SIM dari malang ke bandung. Langsung saja caranya ya 

Cabut berkas dari SIM kota asal/terakhir domisili
Karena di kota Malang masih ada adik saya maka pengurusan pencabutan berkas saya boleh dimintakan diurus oleh adik dengan syarat membawa fotocopy ktp terbaru, 2 lembar fotokopi SIM terakhir dan KTP terbaru. Kebetulan saat itu saya mengurimkan berkas dengan jasa pengiriman kilat one day service dan begitu berkas sampai langsung diurus pencabutan berkasnya. Katanya sih tidak lama, tak lebih dari 30 menit berkas yang diminta sudah ada ditangan  saudara dengan isi berkas: surat mutasi dan berkas pembuatan SIM dulu.(gratis tanpa biaya) .berkas inilah yang kemudian dikirimkan ke Bandung.

   Mutasi SIM
sebaiknya anda berangkat lebih awal karena jam pelayanan SIM dimulai pukul 08.00 . bawalah bolpoin, KTP dan SIM asli, fotocopy KTP dan SIM, berkas Mutasi SIM dari kota asal dan uang kurang lebih 105 ribu. Sesaat setelah tiba di lokasi sebaiknya jika anda membawa kendaraan, parkirlah kendaraan di tempat yang aman.

A.      Tes kesehatan
Buatlah surat keterangan kesehatan terlebih dahulu.  di Polres Soreang untuk ruang Kesehatan ada di luar komplek Polres tepatnya lurus searah pintu gerbang Polres yang terletak di tengah-tengah jajaran tempat fotocopi. Mengurus surat keterangan kesehatan terlebih dahulu bertujuan agar anda tidak bolak balik berjalan mondar mandir dari loket informasi kembali lagi ke depan pintu gerbang yang jaraknya lumayan apalagi bila panas terik atau hujan deras sedang turun.setelah selesai mengurus surat keterangan kesehatan yang biayanya 25 ribu (sayangnya tidak ada kuitansi atau tanda bukti yang seharusnya diberikan dan lagi kita tidak benar-benar diperiksa karena hanya ditanya tinggi, berat badan, pakai kacamata atau tidak, punya tekanan darah tinggi atau tidak, buta warna atau tidak, itupun ditanya seadanya tanpa diperiksa. Stetoskop, timbangan, alat pengukur tensi seperti hiasan saja. Mau menimbang badan syukur, nggak juga dijawab asal juga ga pa pa kayaknya). Sebelum mengurus surat kesehatan  sebaiknya siapkan satu lembar fotokopi ktp terbaru dan tancapkan di tempat yang sudah di sediakan untuk antrian pemeriksaan. Siapkan pula SIM asli yang nantinya akan distapler bersama dengan surat  kesehatan. Segera setelah selesai, langsung menuju loket informasi.
B.      Masukkan berkas ke loket informasi
Disini berkas akan diperiksa . siapkan surat kesehatan dan berkas mutasi SIM yang kemudian akan dimasukkan ke dalam MAP untuk dibawa ke loket BRI. Di loket ini gratis. MAP pun Gratis.
C.      Bayar biaya perpanjangan ke loket BRI yang terletak di ujung sisi kiri loket pendaftaran . untuk perpanjangan SIM A yang kebetulan saat itu saya urus, dikenakan biaya Rp. 80.000,00
D.      Masukkan berkas ke loket 2.
Disini berkas kita akan diverifikasi,  kemudian diberikan form isian data yang harus kita isi manual. Siapkan bolpoin dari rumah sehingga tak perlu sibuk pinjam sana sini hanya untuk urusan bolpoin. Selain itu kita akan diberikan nomer antrian untuk foto.

E.       Hasil update data dimasukkan ke loket 3 (entry data) –tunggu sekitar 40 menit dipanggil kembali dan melakukan tanda tangan di atas kertas untuk proses scan saat pembuatan SIM. sayangnya di loket 3 saya sempat melihat ada seorang perempuan membawa setumpuk map dengan warna yang berbeda dari map resmi kepolisian dan map tersebut menyerobot antrian map yang telah masuk sebelumnya. cukup mengundang tanya karena beberapa saat sebelumnya saya bertemu dengan sosok perempuan tersebut di tempat fotokopi seberang polres dengan setumpuk berkas SIM yang diurusnya . sungguh disayangkan. menyerobot antrian yang diiyakan oleh "oknum" polisi yang berada di balik loket tersebut.

loket 5 yang bersebelahan dengan ruang foto

F.       Foto dan mencocokkan data – tak sampai 5 menit SIM baru sudah jadi
G.     Taraaaa selesai . biayanya 105 ribu (perpanjangan SIM 80 ribu, kesehatan 25rb). Tak pakai calo. Tak sampai satu jam. Puas.eh belum ding masih ada ganjalan yaitu ketika saya menunggu panggilan bersama si kecil, saya harus merasakan panas yang amat sangat di ruang tunggu padahal ada 7 buah AC yang tersedia namun tak ada satupun yang menyala. bukankah fasilitas itu dibeli dari uang rakyat namun ironis sekali rakyat yang saat itu notabene mengurus SIM harus mengeluarkan peluh di ruangan yang kurang sirkulasi udaranya. mudah-mudahan kedepannya bisa memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat seperti halnya ruangan di bank swasta. tentunya masyarakat jauh lebih tertarik untuk mengurus SIM sendiri.
si ganteng yang setia mengantar saya sejak awal proses. tanpa rewel, atau rengekan sehingga sempat jadi primadona di ruang tunggu.sebagai bayarannya ia minta foto dengan back ground tempat ujian praktek SIM. Terimakasih ya Kak

Jumat, 06 November 2015

quote today

Tetap mempercayai orang yang telah berkali berbuat dusta, berkhianat atau fitnah pasti akan berbuah kekecewaan. Gesture dan gaya bahasa tidak akan dapat menyembunyikan dusta atau fitnah yang telah seseorang buat. Tubuh dan hati kita akan sangat sulit diajak kompromi untuk berdusta. Jauh lebih baik menjaga jarak daripada kita masuk dalam kubangan yang telah mereka buat.(06112015)

warisan berharga

mewariskan harta itu sudah biasa. menjadi luar biasa saat kita bisa mewariskan ilmu dan karya kita tak hanya kepada anak cucu tetapi kepada pengunduh ilmu dan karya kita (07112015)

Kamis, 05 November 2015

Bunda cerdas, pilih harta atau ilmu untuk bekal anak kita?



Kadang kita tidak menyadari saat kita bercerita tentang banyak impian-impian kita yang berbau duniawi kepada banyak orang, namun kita melupakan, sudahkah kita mengisi hati kita dengan namaNya dan sudahkah kita mengisi kepala kita dengan ilmu yang bermanfaat?
Apakah engkau yang disebut Ayah atau Bunda, satu kewajiban kita kepada anak-anak kita yaitu mengisi hati anak-anak kita dengan namaNya dan mengisi kehidupannya dengan ilmu yang bermanfaat. Mungkin, ada sebersit harapan dan jujur itu ada dalam pikiran saya, bahwa dengan kita sibuk menggali harta maka kehidupan anak-anak kita akan terjamin. Bisa jadi sih. Namun, belajar dari pengalaman bahwa dengan (melulu) uang dan harta namun kita sebagai orang tua tidak meng-Update isi kepala kita dengan berbagai ilmu yang tak lekang oleh waktu, maka percuma saja bekal harta yang kita persiapkan untuk anak.
Begitu bangganya saya ketika Ibu dan almarhum bapak seringkali memberikan banyak pengetahuan melalui cerita-ceritanya baik itu berbau tentang agama, berperilaku , bagaimana menyikapi suatu masalah , ilmu pengetahuan  dan banyak hal yang terpatri hingga hari ini. Bahkan  saat saya jelang nikah, ibu pernah berpesan bahwa meski nantinya saya mengurangi porsi bekerja saya sebagai pendidik, maka ilmu pengetahuan dan ilmu agama yang harus saya unduh ke dalam otak harus makin banyak dan diperbaharui. Mengapa? Seorang Ayah bahkan lebih-lebih seorang Ibu adalah madrasah pertama dan ensiklopedi terlengkap anak yang menentukan bagaimana kehidupan anak kelak. Menyerahkan 60-80% urusan pendidikan, sikap, perilaku kepada lembaga pendidikan bukanlah satu keputusan yang tepat karena orangtua-lah pembidik panah yang utama
Jadi bila kita terus menerus sibuk menggali dunia namun lupa menggali ilmu untuk otak kita, maka mau jadi apa kita dan anak-anak kita? Cobalah anda introspeksi diri, berapa banyak buku yang anda baca dalam seminggu? (ingat, bukan novel atau catalog belanja ya), berapa banyak ilmu positif yang anda unduh dalam sehari? Berapa banyak ilmu yang anda dapat dari beberapa pertemuan yang anda hadiri? Lalu berapa banyak ilmu yang anda dapat untuk kemudian dibagikan minimal kepada anak anda bahkan orang-orang disekitar anda. Bagikan itu meski satu ayat. Tanamkan dalam jiwa anda bahwa anda adalah Bunda cerdas yang tak hanya pandai mengurus rumah tangga dan anak  namun juga pandai mencari ilmu yang siap dibagi kepada anak dan orang-orang di sekitar anda.
Menjadi Bunda cerdas adalah satu keharusan ya. Tak hanya pandai berbicara namun tak berisi. So, jangan lelah menimba ilmu karena ibu cerdas adalah ibu yang memiliki ilmu yang berbobot. Dengan ilmu pengetahuan maka dunia akan kita genggam . dengan ilmu segalanya akan kita genggam 

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...