Sabtu, 28 November 2015

Sudah nggak jaman ngurus SIM (perpanjangan-mutasi) pakai CALO




Tahun ini SIM saya habis di awal desember
Awalnya puyeng keliyengan mendengar kabar kalau mengurus SIM di Polres Bandung (Soreang) itu susah, apalagi SIM terakhir saya keluaran Polresta Malang, sesuai domisili terakhir saya. Mengurus SIM baru? Haduuuuh pastinya saya harus meluangkan lebih banyak waktu untuk mendaftar, ujian teori, ujian praktek dan foto dannnn belum tentu bisa diselesaikan dalam waktu seharian. Jarak antara polres Bandung dengan domisili saya sekarang kurang lebih 50km yang bisa ditempuh 2 jam kalau jalanan “lumayan” lancar. Kenapa lumayan? Jalur ujungberung-soreang terkenal banyak ditemui titik yang selalu macet apalagi kalau hujan , maka ancaman perjalanan terhambat karena banjir ada di depan mata. Belum lagi lelahnya menyetir . jadi akhirnya saya putuskan untuk melakukan mutasi berkas SIM dari malang ke bandung. Langsung saja caranya ya 

Cabut berkas dari SIM kota asal/terakhir domisili
Karena di kota Malang masih ada adik saya maka pengurusan pencabutan berkas saya boleh dimintakan diurus oleh adik dengan syarat membawa fotocopy ktp terbaru, 2 lembar fotokopi SIM terakhir dan KTP terbaru. Kebetulan saat itu saya mengurimkan berkas dengan jasa pengiriman kilat one day service dan begitu berkas sampai langsung diurus pencabutan berkasnya. Katanya sih tidak lama, tak lebih dari 30 menit berkas yang diminta sudah ada ditangan  saudara dengan isi berkas: surat mutasi dan berkas pembuatan SIM dulu.(gratis tanpa biaya) .berkas inilah yang kemudian dikirimkan ke Bandung.

   Mutasi SIM
sebaiknya anda berangkat lebih awal karena jam pelayanan SIM dimulai pukul 08.00 . bawalah bolpoin, KTP dan SIM asli, fotocopy KTP dan SIM, berkas Mutasi SIM dari kota asal dan uang kurang lebih 105 ribu. Sesaat setelah tiba di lokasi sebaiknya jika anda membawa kendaraan, parkirlah kendaraan di tempat yang aman.

A.      Tes kesehatan
Buatlah surat keterangan kesehatan terlebih dahulu.  di Polres Soreang untuk ruang Kesehatan ada di luar komplek Polres tepatnya lurus searah pintu gerbang Polres yang terletak di tengah-tengah jajaran tempat fotocopi. Mengurus surat keterangan kesehatan terlebih dahulu bertujuan agar anda tidak bolak balik berjalan mondar mandir dari loket informasi kembali lagi ke depan pintu gerbang yang jaraknya lumayan apalagi bila panas terik atau hujan deras sedang turun.setelah selesai mengurus surat keterangan kesehatan yang biayanya 25 ribu (sayangnya tidak ada kuitansi atau tanda bukti yang seharusnya diberikan dan lagi kita tidak benar-benar diperiksa karena hanya ditanya tinggi, berat badan, pakai kacamata atau tidak, punya tekanan darah tinggi atau tidak, buta warna atau tidak, itupun ditanya seadanya tanpa diperiksa. Stetoskop, timbangan, alat pengukur tensi seperti hiasan saja. Mau menimbang badan syukur, nggak juga dijawab asal juga ga pa pa kayaknya). Sebelum mengurus surat kesehatan  sebaiknya siapkan satu lembar fotokopi ktp terbaru dan tancapkan di tempat yang sudah di sediakan untuk antrian pemeriksaan. Siapkan pula SIM asli yang nantinya akan distapler bersama dengan surat  kesehatan. Segera setelah selesai, langsung menuju loket informasi.
B.      Masukkan berkas ke loket informasi
Disini berkas akan diperiksa . siapkan surat kesehatan dan berkas mutasi SIM yang kemudian akan dimasukkan ke dalam MAP untuk dibawa ke loket BRI. Di loket ini gratis. MAP pun Gratis.
C.      Bayar biaya perpanjangan ke loket BRI yang terletak di ujung sisi kiri loket pendaftaran . untuk perpanjangan SIM A yang kebetulan saat itu saya urus, dikenakan biaya Rp. 80.000,00
D.      Masukkan berkas ke loket 2.
Disini berkas kita akan diverifikasi,  kemudian diberikan form isian data yang harus kita isi manual. Siapkan bolpoin dari rumah sehingga tak perlu sibuk pinjam sana sini hanya untuk urusan bolpoin. Selain itu kita akan diberikan nomer antrian untuk foto.

E.       Hasil update data dimasukkan ke loket 3 (entry data) –tunggu sekitar 40 menit dipanggil kembali dan melakukan tanda tangan di atas kertas untuk proses scan saat pembuatan SIM. sayangnya di loket 3 saya sempat melihat ada seorang perempuan membawa setumpuk map dengan warna yang berbeda dari map resmi kepolisian dan map tersebut menyerobot antrian map yang telah masuk sebelumnya. cukup mengundang tanya karena beberapa saat sebelumnya saya bertemu dengan sosok perempuan tersebut di tempat fotokopi seberang polres dengan setumpuk berkas SIM yang diurusnya . sungguh disayangkan. menyerobot antrian yang diiyakan oleh "oknum" polisi yang berada di balik loket tersebut.

loket 5 yang bersebelahan dengan ruang foto

F.       Foto dan mencocokkan data – tak sampai 5 menit SIM baru sudah jadi
G.     Taraaaa selesai . biayanya 105 ribu (perpanjangan SIM 80 ribu, kesehatan 25rb). Tak pakai calo. Tak sampai satu jam. Puas.eh belum ding masih ada ganjalan yaitu ketika saya menunggu panggilan bersama si kecil, saya harus merasakan panas yang amat sangat di ruang tunggu padahal ada 7 buah AC yang tersedia namun tak ada satupun yang menyala. bukankah fasilitas itu dibeli dari uang rakyat namun ironis sekali rakyat yang saat itu notabene mengurus SIM harus mengeluarkan peluh di ruangan yang kurang sirkulasi udaranya. mudah-mudahan kedepannya bisa memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat seperti halnya ruangan di bank swasta. tentunya masyarakat jauh lebih tertarik untuk mengurus SIM sendiri.
si ganteng yang setia mengantar saya sejak awal proses. tanpa rewel, atau rengekan sehingga sempat jadi primadona di ruang tunggu.sebagai bayarannya ia minta foto dengan back ground tempat ujian praktek SIM. Terimakasih ya Kak

Jumat, 06 November 2015

quote today

Tetap mempercayai orang yang telah berkali berbuat dusta, berkhianat atau fitnah pasti akan berbuah kekecewaan. Gesture dan gaya bahasa tidak akan dapat menyembunyikan dusta atau fitnah yang telah seseorang buat. Tubuh dan hati kita akan sangat sulit diajak kompromi untuk berdusta. Jauh lebih baik menjaga jarak daripada kita masuk dalam kubangan yang telah mereka buat.(06112015)

warisan berharga

mewariskan harta itu sudah biasa. menjadi luar biasa saat kita bisa mewariskan ilmu dan karya kita tak hanya kepada anak cucu tetapi kepada pengunduh ilmu dan karya kita (07112015)

Kamis, 05 November 2015

Bunda cerdas, pilih harta atau ilmu untuk bekal anak kita?



Kadang kita tidak menyadari saat kita bercerita tentang banyak impian-impian kita yang berbau duniawi kepada banyak orang, namun kita melupakan, sudahkah kita mengisi hati kita dengan namaNya dan sudahkah kita mengisi kepala kita dengan ilmu yang bermanfaat?
Apakah engkau yang disebut Ayah atau Bunda, satu kewajiban kita kepada anak-anak kita yaitu mengisi hati anak-anak kita dengan namaNya dan mengisi kehidupannya dengan ilmu yang bermanfaat. Mungkin, ada sebersit harapan dan jujur itu ada dalam pikiran saya, bahwa dengan kita sibuk menggali harta maka kehidupan anak-anak kita akan terjamin. Bisa jadi sih. Namun, belajar dari pengalaman bahwa dengan (melulu) uang dan harta namun kita sebagai orang tua tidak meng-Update isi kepala kita dengan berbagai ilmu yang tak lekang oleh waktu, maka percuma saja bekal harta yang kita persiapkan untuk anak.
Begitu bangganya saya ketika Ibu dan almarhum bapak seringkali memberikan banyak pengetahuan melalui cerita-ceritanya baik itu berbau tentang agama, berperilaku , bagaimana menyikapi suatu masalah , ilmu pengetahuan  dan banyak hal yang terpatri hingga hari ini. Bahkan  saat saya jelang nikah, ibu pernah berpesan bahwa meski nantinya saya mengurangi porsi bekerja saya sebagai pendidik, maka ilmu pengetahuan dan ilmu agama yang harus saya unduh ke dalam otak harus makin banyak dan diperbaharui. Mengapa? Seorang Ayah bahkan lebih-lebih seorang Ibu adalah madrasah pertama dan ensiklopedi terlengkap anak yang menentukan bagaimana kehidupan anak kelak. Menyerahkan 60-80% urusan pendidikan, sikap, perilaku kepada lembaga pendidikan bukanlah satu keputusan yang tepat karena orangtua-lah pembidik panah yang utama
Jadi bila kita terus menerus sibuk menggali dunia namun lupa menggali ilmu untuk otak kita, maka mau jadi apa kita dan anak-anak kita? Cobalah anda introspeksi diri, berapa banyak buku yang anda baca dalam seminggu? (ingat, bukan novel atau catalog belanja ya), berapa banyak ilmu positif yang anda unduh dalam sehari? Berapa banyak ilmu yang anda dapat dari beberapa pertemuan yang anda hadiri? Lalu berapa banyak ilmu yang anda dapat untuk kemudian dibagikan minimal kepada anak anda bahkan orang-orang disekitar anda. Bagikan itu meski satu ayat. Tanamkan dalam jiwa anda bahwa anda adalah Bunda cerdas yang tak hanya pandai mengurus rumah tangga dan anak  namun juga pandai mencari ilmu yang siap dibagi kepada anak dan orang-orang di sekitar anda.
Menjadi Bunda cerdas adalah satu keharusan ya. Tak hanya pandai berbicara namun tak berisi. So, jangan lelah menimba ilmu karena ibu cerdas adalah ibu yang memiliki ilmu yang berbobot. Dengan ilmu pengetahuan maka dunia akan kita genggam . dengan ilmu segalanya akan kita genggam 

Jumat, 30 Oktober 2015

Bullying yang mungkin nyaris terlupakan



bullying-nya dalam bentuk apa ya......
mungkin ada yang ingat siapa yang hobinya ngempesin ban sepeda angin saya?padahal waktu itu saya tidak pernah membawa uang jajan sehingga mau tidak mau harus menuntun sepeda di siang terik ke rumah yang jaraknya 4-5km
atau...
siapa yang beberapa kali jahil memasukkan "krupuk gapit" yang penuh bumbu pecel sehingga buku PR saya basah dan dianggap tidak mengerjakan PR yang berimbas pada nyeri di jari2 akibat dipukul dengan penggaris kayu oleh pak guru
atau
sengaja beberapa kali mengunci saya dalam kamar mandi yang bau
atau
menyakiti anggota tubuh dan tidak akan berhenti sampai saya harus menangis
atau
tak terhitung berapa kali menjegal kaki hingga terjatuh dan menjadi bahan tertawaan
atau
bahan ejekan?
atau
dijauhi, diejek, dimusuhi dengan alasan tidak jelas

nah....anak kecil memang anak kecil seperti guci keramik.dijaga menjadi hiasan dunia. jangankan menyakiti tubuhnya. menyakiti hatinya dengan ejekan bila dilakukan terus menerus harus menjadi perhatian orangtua. sekali lagi bukan hal sepele.perlu komunikasi Dan membantu anak untuk berusaha menyelesaikan masalahnya sehingga apa yang dilakukannya tidak semata dianggap kenakalan anak-anak namun bisa menjadi bibit yang merugikan bagi kehidupan anak selanjutnya.

Kamis, 21 Mei 2015

Semangat belajar tak kenal waktu

Beberapa tahun yang lalu saat mengajar di sebuah lembaga kursus bahasa inggris dan mandarin ada dua orang ibu-ibu yang menjadi murid saya. Seperti biasa saat perkenalan , tentunya mereka dituntut untuk mengemukakan motivasi mereka mengikuti kursus.ibu A yang usianya sudah 35 mengungkapkan bahwa ia mengikuti kursus di level conversation dengan tujuan agar dapat membimbing puteranya belajar materi bahasa inggris di rumah, sedangkan ibu B yang usianya sudah 60 tahunan , mengikuti kursus dengan tujuan agar mempermudahnya berkomunikasi dengan kliennya yang berasal dari luar. Lalu apakah kita yang masih berusia, 20, 30 atau 40 tahun menyerah begitu saja saat melihat tugas-tugas sekolah dalam bahasa inggris milik anak-anak kita? Jangan salah, materi bahasa Inggris kelas 1 SD saat ini sudah setara dengan materi bahasa Inggris yang diajarkan di SMP pada tahun 90-an. Menjadi Ibu yang pintar dan mau menggali ilmu lebih banyak dan lebih luas tidak ada salahnya. Tak hanya bagi kita atau profesi kita, namun juga untuk anak-anak kita yang kelak . Ini hanyalah curahan hati seorang ibu sekaligus pendidik yang tak habis pikir oleh ulah seorang ibu yang MELARANG saya mengajar si kecil selangkah lebih maju, mengajar dengan metode lain, mengerjakan tugas guru dengan usaha optimal dan mengandung edukasi serta menggunakan materi text book lebih dahulu meski belum ada instruksi dari guru. Tapi usahlah jadi beban karena langkah si kecil masih panjang, tetaplah melangkah dan abaikan apa kata “ibu” tersebut ya Nak…kita punya rencana bersama ya.

Senin, 11 Mei 2015

sahabat sejati

Sahabat sejati adalah sahabat yang tidak akan menjadi duri dalam daging dan tidak memiliki rasa iri dan dengki. Saling memberi dan saling menerima tanpa ada embel-embel ingin mendapatkan manfaat SEPIHAK.
Saat kita mengganggap seseorang sebagai sahabat, namun pada satu titik tiba-tiba ia melakukan sesuatu yang pada dasarnya tidak pernah terpikirkan oleh kita. Ya, ketika ia merasa bahwa kita memiliki satu hal yang seharusnya tidak kita lakukan dan memberi manfaat bagi orang lain sehingga orang lain akan mencari kita sebagai sumbernya, bukan dia. ia tidak suka hingga memutar balik lisan yang dapat dipercaya oleh orang lain tanpa bertabayun kepadamu mengapa engkau melakukan hal tersebut. Yah, hanya mendengar keterangan dari satu pihak
apa yang harus diperbuat dan apa yang bisa kita rasakan? Kekecewaan yang sangat dalam luka yang kita rasakan akan jauh lebih sakit jika orang lain yang melakukannya …
Mungkin saja kedekatan yang selama ini tercipta hanyalah sebatas hanya teman dekat atau justeru hanya teman biasa saja…
Tetapi percayalah waktu yang akan menjawabnya siapa yang memutar balik fakta. Hanya diam dan mundur serta menghindari kegiatan yang lebih banyak mendatangnkan mudharat yang dapat dilakukan.
Allah tidak tidur
Allah tidak akan diam


peluk Dwi Puspa Widyastuti, Ika Winiastuti, Meylia Hendra Idacahyani, Syarifah Raihani, Indra, Wina sahabat-sahabatku semasa SMA....yang selalu saling menguatkan, saling mendukung....miss u all...

Kamis, 07 Mei 2015

Percaya diri dan kuat mental dengan kondisi lingkungan sekitar



Pergaulan anak-anak sekarang sangat berbeda jauh dengan apa yang saya alami 20 -30 tahun yang lalu. Dahulu, bila lingkungan kurang kondusif untuk pergaulan maka orangtua akan mulai ikut campur dengan memberikan banyak nasihat dan anak akan MENURUT. Tapi sekarang? Ketika kita melihat pergaulan anak-anak kita seolah-olah baik ternyata lingkungan disekitarnya bisa sangat dibilang kejam untuk anak usia 7 tahun. Ketika seorang anak memiliki kelebihan baik akademik dan non akademik, seringkali yang kita hadapi adalah perlakuan dari beberapa teman disekitarnya yang sudah memiliki bibit iri dan dengki.
Menginjak kaki teman, menyilangkan kaki sehingga temannya terjatuh, mengejek, membentuk geng anak-anak dan mengajak teman-temannya untuk menjauhi seseorang atau beberapa temannya yang tidak sefaham dengannya adalah hal biasa yang kita temui saat ini. 

Media televisi , media social, buku atau bacaan yang mulai beragam berperan penting membentuk karakter anak dari anak-anak yang baik menjadi anak-anak yang seperti saya katakan di atas. Lalu siapakah yang akan menjadi remnya? Tentunya orangtua yang selalu mendampingi anak-anaknya akan menjadi rem pakem optional bagi tumbuh kembang anak-anak. Namun semuanya akan menjadi kendala bila akhirnya ada orangtua yang bahkan mendukung perilaku premanisme cilik di sekolah karena adanya persaingan social, kemampuan dan pengaruh. Anak akan mengambil kesimpulan bahwa ia melakukan hal terbaik karena ada dukungan dari orangtua. Memang tidak ada sekolah yang membuat seseorang atau pasangan menjadi orangtua sempurna. Namun bukankah kita wajib mencharge ilmu parenting dengan mencari tahu sebanyak-banyaknya bagaimana menghadapi anak-anak masa kini sehingga kita bisa mendampingi dan mengarahkan anak agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang nantinya mengayomi, menjadi contoh, menjadi kebanggaan bagi sekitarnya. 

Mendampingi dan mengarahkan anak dengan lingkungan sekitarnya, bukanlah menjadi setir bagi anak. Hal tersebut akan menjadi bibit bagi anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan menguatkan mentalnya dengan kondisi lingkungan yang makin tak kondusif. Menunjukkan mana yang baik dan buruk langsung di tempat kejadian perkara dan memberikan solusi menghadapinya di masa yang akan datang akan menumbuhkan rasa bahwa AKU BISA melakukan dan menghadapi hal tersebut bagi anak. Dukungan bagi anak bukanlah berupa uang atau barang, tetapi cara kita mengarahkannya berupa  Pelukan, kalimat, sorot mata dalam menghadapi dunia nyata inilah yang membuat anak merasa mendapat dukungan.

Selasa, 07 April 2015

Tetangga = salah satu penentu meraih surga

seketika dada terasa sesak, seketika mata terasa pedih
bukan karena asma,bukan karena menangis
asap pembakaran sampah tetangga yang seringkali mengganggu tetangga lainnya.
tak adakah empati darimu untuk tetangga yang memiliki bayi dan harus menghirup asap pembakaran sampah yang berasal dari rumahmu?
sudah seringkali berlaku demikian namun apa yang telah menjadi ketentuan di perumahan ternyata diabaikan dan lebih memilih membuat orang lain menjadi tidak nyaman dengan apa yang dilakukannya.‪#‎rumah‬ penuhasap
Seorang wanita bersusah payah melaksanakan shalat wajib, bangun malam, menahan haus dan lapar, serta mengorbankan harta untuk berinfak, namun menjadi mubazir lantaran buruk dalam bertutur sapa dengan tetangganya. Rasulullah bersumpah terhadap orang yang berperilaku demikian, tiga kali, dengan sumpahnya, ”Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman …!”
Sahabat bertanya, ”Siapa, ya Rasulullah?”
Beliau menjawab, ”Orang yang tetangganya tidak pernah merasa aman dari keburukan perilakunya.” (HR Bukhari).

Minggu, 29 Maret 2015

simpati

berempati atau bersimpati
rasanya masih terlalu banyak orang gengsi melakukan hal tersebut
padahal, apa salahnya bila kita melakukan hal tersebut?

alhamdulillah saya, menjadi seorang anak yang pernah melihat bagaimana sulitnya  ibu yang harus berjuang sendirian demi kelangsungan hidup dan sekolah ketiga putrinya yang masih kecil . yah, itu sudah berlalu dua puluh dua tahun yang lalu.
Allah memang membentuk kepribadian kami dengan caraNya
Allah memang membuat kita menjadi kuat menghadapi kesulitan  dengan caraNya
Allah memang membuat kita seperti itu agar kita selalu bersyukur
Alhamdulillah

berat rasanya bila harus mengingat apa yang telah terjadi 22 tahun yang lalu, ketika tiba-tiba Allah mengambil hakNya atas ayah kami yang menjadi tulang punggung keluarga.
tahun demi tahun kami lalui dan berjuang berlima. saya, kedua adik, ibu dan eyang putri.
saya pernah merasakan makan hanya berlaukkan tempe bakar tanpa bumbu karena garam dan minyak sempat tak terbeli
saya pernah merasakan bagaimana panas terik matahari saat mengantri beras raskin. semua saya lakukan karena ibu memang benar benar terpuruk secara ekonomi
ya, setelah bapak berpulang, tak lama kemudian kami harus menerima kenyataan tertipu puluhan juta rupiah oleh rekanan.
namun, semua kami nikmati dan syukuri meski menyesakkan dada.

ibu, sekarang buah kesabaranmu telah panen. kami bertiga bisa menyelesaikan sekolah hingga tingkat sarjana, tentunya dengan beasiswa. alhamdulillah semua bisa kami cukupi dan penuhi seperti sediakala saat almarhum bapak masih ada

namun sebenarnya di balik semua itu,
kehidupan yang baik-baik saja sempat terganggu oleh ulah beberapa orang
rasanya mereka tak lagi punya empati lagi. memanfaatkan, memfitnah bahkan cenderung menguasai dilakukan oleh beberapa orang.
tidakkah mereka rasa, apa yang kami rasakan?
tidakkah mereka mencoba melihat bagaimana keadaan kami?
 jujur, saat ulah beberapa orang tersebut membuat kami sangat sedih, kami sudah dua puluh tahunan tanpa tiang yang selalu siap melindungi di saat kami membutuhkan pelukan, kehangatan dan perlindungan
tidakkan sedikitpun anda bersimpati dengan kondisi kami selama dua puluh dua tahun ini?
menanamkan rasa simpati dalam diri seseorang memang tidak mudah
harus sesering mungkin dilatih dan melihat kenyataan yang terjadi
fadhiil sering bertanya, kenapa bunda tak punya ayah? apa rasanya tak punya ayah?

rajin membawa fadhiil ke sebuah panti asuhan selama hampir 5 tahun belakangan , sudah mulai menunjukkan hasil. ia berusaha agar bila saya mengajaknya ke panti, ia meminta ikut memberi meski hanya sekedar menyerahkan amplopnya.
banyak cerita yang ia ungkap tentang bagaimana dan apa yang dirasa teman-temannya.

lalu kamu?
apakah harus merasakan seperti kami
apakah kamu harus merasakan kehilangan orangtua seperti kami agar tak selalu menekan saya?
apakah kamu harus merasakan berada di titik terendah seperti saya dulu lalu kamu bisa sedikit saja berempati?
sedikit saja yang saya harap. berempatilah terhadap orang lain
bukan hanya menghamburkan hartamu, melupakan temanmu dan selalu sewenang wenang terhadap orang lain

harta , kedudukan, kebahagiaan dan memiliki keluarga yang lengkap hanyalah titipan
belajarlah berempati, bersimpati terhadap orang lain karena roda itu berputar. tak selamanya berada di atas

*kemarahan yang tak terungkap karena  kemarahan itu akan menyakitkan


Sabtu, 21 Maret 2015

Mengapa kita harus menahan diri untuk menggunakan handphone, memotret dengan lampu blitz di area SPBU ?



Rutinitas saya tiap hari mengantar si kecil dengan mobil kesayangan tentunya akan membuat saya mau tidak mau harus akrab dengan SPBU (stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Selain rutinitas mengisi bahan bakar saya juga seringkali memperhatikan perilaku pengendara kendaraan bermotor saat mengisi bahan bakar karena kebetulan lahan parkir sekolah berada di sekitar area SPBU. 

Pernahkah anda yang memasuki area SPBU memperhatikan gambar handphone dicoret alias adanya larangan menggunakan handphone di SPBU? Atau gambar kamera dicoret dengan lambang flash? Sepertinya kita sudah biasa melihat tanda seperti itu ketika kita hendak mengisi bahan bakar di pom bensin atau SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum), yaitu menggunakan telepon genggam atau menggunakan kamera dengan lampu blitz. Pada umumnya mungkin banyak dari kita sudah tahu kalau wajar kita tidak boleh merokok di area SPBU karena bara api dari rokok tersebut dapat menyambar uap bensin yang ada sehingga bisa memicu ledakan atau kebakaran, namun apa hubungannya dengan handphone  atau kamera dengan blitz ? mengapa dilarang ?

Dari berbagai sumber saya merangkum sebuah kesimpulan yang telah dapat dikaji secara keilmuan tepatnya apabila kita mempelajari Hukum Faraday tentang medan elektromagnetik yang melewati sebuah permukaan konduktor loop tertutup. Hukum tersebut menyatakan bahwa, curl dari medan elektrik di sebuah loop sama dengan jumlah fluks magnet yang melewati permukaan loop tersebut selama perioda waktu tertentu. Dengan kata lain apabila ada gelombang elektromagnet yang melewati sebuah permukaan loop maka akan muncul sebuah tegangan atau EMF (Electromotive Force) sehingga dapat menimbulkan arus listrik di loop konduktor tersebut. 

Mungkin teman - teman juga pernah melihat bahwa dahulu sangat populer sekali yang namanya alat pereduksi radiasi yang ditempelkan di belakang handphone anda, yang berupa lampu, jadi ketika ada pesan masuk atau telepon maka lampu tersebut akan menyala. Yap, itu lah suatu contoh betapa besarnya gelombang elektromagnet yang dipancarkan sehingga dapat menyalakan lamputersebut.

Bayangkan apabila gelombang elektromagent tersebut melewati sebuah permukaan dari konduktor loop tertutup, maka akan timbul arus di konduktor loop tersebut. Namun yang menjadi masalah adalah apabila konduktor tersebut bukan lah loop yang sempurna, melainkan ada sebuah celah kecil berukuran milimeter di sebuah loop tersebut. Hal ini akan menimbulkan beda tegangan antara 2 ujung loop tersebut, sehingga dapat menimbulkan lompatan elektron atau bunga api di loop tersebut, dan  dapat dibayangkan apabila hal tersebut tepat mengenai uap bensin yang ada,
ledakan !  SPBU dapat meledak kalau cukup banyak uap bensin terkonsentrasi diudara dan ada sumber api/panas, misal dari orang merokok, menyalakan api, memotret dengan blitz dan sebagainya. Jadi patuhi lah untuk tidak menggunakan Handphone atau kamera dengan blitz bahkan merokok yang sudah banyak yang mengetahuinya di areal SPBU

Rendang Kemasan Pilihan Praktis Di Kala Haji

Musim Haji telah Tiba Apakah Tahun Ini Giliran Anda Untuk Berangkat Ke Baitullah? Atau Giliran Orangtua, Kerabat, Tetangga? Su...