Jumat, 30 Oktober 2015

Bullying yang mungkin nyaris terlupakan



bullying-nya dalam bentuk apa ya......
mungkin ada yang ingat siapa yang hobinya ngempesin ban sepeda angin saya?padahal waktu itu saya tidak pernah membawa uang jajan sehingga mau tidak mau harus menuntun sepeda di siang terik ke rumah yang jaraknya 4-5km
atau...
siapa yang beberapa kali jahil memasukkan "krupuk gapit" yang penuh bumbu pecel sehingga buku PR saya basah dan dianggap tidak mengerjakan PR yang berimbas pada nyeri di jari2 akibat dipukul dengan penggaris kayu oleh pak guru
atau
sengaja beberapa kali mengunci saya dalam kamar mandi yang bau
atau
menyakiti anggota tubuh dan tidak akan berhenti sampai saya harus menangis
atau
tak terhitung berapa kali menjegal kaki hingga terjatuh dan menjadi bahan tertawaan
atau
bahan ejekan?
atau
dijauhi, diejek, dimusuhi dengan alasan tidak jelas

nah....anak kecil memang anak kecil seperti guci keramik.dijaga menjadi hiasan dunia. jangankan menyakiti tubuhnya. menyakiti hatinya dengan ejekan bila dilakukan terus menerus harus menjadi perhatian orangtua. sekali lagi bukan hal sepele.perlu komunikasi Dan membantu anak untuk berusaha menyelesaikan masalahnya sehingga apa yang dilakukannya tidak semata dianggap kenakalan anak-anak namun bisa menjadi bibit yang merugikan bagi kehidupan anak selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...