Minggu, 29 Maret 2015

simpati

berempati atau bersimpati
rasanya masih terlalu banyak orang gengsi melakukan hal tersebut
padahal, apa salahnya bila kita melakukan hal tersebut?

alhamdulillah saya, menjadi seorang anak yang pernah melihat bagaimana sulitnya  ibu yang harus berjuang sendirian demi kelangsungan hidup dan sekolah ketiga putrinya yang masih kecil . yah, itu sudah berlalu dua puluh dua tahun yang lalu.
Allah memang membentuk kepribadian kami dengan caraNya
Allah memang membuat kita menjadi kuat menghadapi kesulitan  dengan caraNya
Allah memang membuat kita seperti itu agar kita selalu bersyukur
Alhamdulillah

berat rasanya bila harus mengingat apa yang telah terjadi 22 tahun yang lalu, ketika tiba-tiba Allah mengambil hakNya atas ayah kami yang menjadi tulang punggung keluarga.
tahun demi tahun kami lalui dan berjuang berlima. saya, kedua adik, ibu dan eyang putri.
saya pernah merasakan makan hanya berlaukkan tempe bakar tanpa bumbu karena garam dan minyak sempat tak terbeli
saya pernah merasakan bagaimana panas terik matahari saat mengantri beras raskin. semua saya lakukan karena ibu memang benar benar terpuruk secara ekonomi
ya, setelah bapak berpulang, tak lama kemudian kami harus menerima kenyataan tertipu puluhan juta rupiah oleh rekanan.
namun, semua kami nikmati dan syukuri meski menyesakkan dada.

ibu, sekarang buah kesabaranmu telah panen. kami bertiga bisa menyelesaikan sekolah hingga tingkat sarjana, tentunya dengan beasiswa. alhamdulillah semua bisa kami cukupi dan penuhi seperti sediakala saat almarhum bapak masih ada

namun sebenarnya di balik semua itu,
kehidupan yang baik-baik saja sempat terganggu oleh ulah beberapa orang
rasanya mereka tak lagi punya empati lagi. memanfaatkan, memfitnah bahkan cenderung menguasai dilakukan oleh beberapa orang.
tidakkah mereka rasa, apa yang kami rasakan?
tidakkah mereka mencoba melihat bagaimana keadaan kami?
 jujur, saat ulah beberapa orang tersebut membuat kami sangat sedih, kami sudah dua puluh tahunan tanpa tiang yang selalu siap melindungi di saat kami membutuhkan pelukan, kehangatan dan perlindungan
tidakkan sedikitpun anda bersimpati dengan kondisi kami selama dua puluh dua tahun ini?
menanamkan rasa simpati dalam diri seseorang memang tidak mudah
harus sesering mungkin dilatih dan melihat kenyataan yang terjadi
fadhiil sering bertanya, kenapa bunda tak punya ayah? apa rasanya tak punya ayah?

rajin membawa fadhiil ke sebuah panti asuhan selama hampir 5 tahun belakangan , sudah mulai menunjukkan hasil. ia berusaha agar bila saya mengajaknya ke panti, ia meminta ikut memberi meski hanya sekedar menyerahkan amplopnya.
banyak cerita yang ia ungkap tentang bagaimana dan apa yang dirasa teman-temannya.

lalu kamu?
apakah harus merasakan seperti kami
apakah kamu harus merasakan kehilangan orangtua seperti kami agar tak selalu menekan saya?
apakah kamu harus merasakan berada di titik terendah seperti saya dulu lalu kamu bisa sedikit saja berempati?
sedikit saja yang saya harap. berempatilah terhadap orang lain
bukan hanya menghamburkan hartamu, melupakan temanmu dan selalu sewenang wenang terhadap orang lain

harta , kedudukan, kebahagiaan dan memiliki keluarga yang lengkap hanyalah titipan
belajarlah berempati, bersimpati terhadap orang lain karena roda itu berputar. tak selamanya berada di atas

*kemarahan yang tak terungkap karena  kemarahan itu akan menyakitkan


Sabtu, 21 Maret 2015

Mengapa kita harus menahan diri untuk menggunakan handphone, memotret dengan lampu blitz di area SPBU ?



Rutinitas saya tiap hari mengantar si kecil dengan mobil kesayangan tentunya akan membuat saya mau tidak mau harus akrab dengan SPBU (stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Selain rutinitas mengisi bahan bakar saya juga seringkali memperhatikan perilaku pengendara kendaraan bermotor saat mengisi bahan bakar karena kebetulan lahan parkir sekolah berada di sekitar area SPBU. 

Pernahkah anda yang memasuki area SPBU memperhatikan gambar handphone dicoret alias adanya larangan menggunakan handphone di SPBU? Atau gambar kamera dicoret dengan lambang flash? Sepertinya kita sudah biasa melihat tanda seperti itu ketika kita hendak mengisi bahan bakar di pom bensin atau SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum), yaitu menggunakan telepon genggam atau menggunakan kamera dengan lampu blitz. Pada umumnya mungkin banyak dari kita sudah tahu kalau wajar kita tidak boleh merokok di area SPBU karena bara api dari rokok tersebut dapat menyambar uap bensin yang ada sehingga bisa memicu ledakan atau kebakaran, namun apa hubungannya dengan handphone  atau kamera dengan blitz ? mengapa dilarang ?

Dari berbagai sumber saya merangkum sebuah kesimpulan yang telah dapat dikaji secara keilmuan tepatnya apabila kita mempelajari Hukum Faraday tentang medan elektromagnetik yang melewati sebuah permukaan konduktor loop tertutup. Hukum tersebut menyatakan bahwa, curl dari medan elektrik di sebuah loop sama dengan jumlah fluks magnet yang melewati permukaan loop tersebut selama perioda waktu tertentu. Dengan kata lain apabila ada gelombang elektromagnet yang melewati sebuah permukaan loop maka akan muncul sebuah tegangan atau EMF (Electromotive Force) sehingga dapat menimbulkan arus listrik di loop konduktor tersebut. 

Mungkin teman - teman juga pernah melihat bahwa dahulu sangat populer sekali yang namanya alat pereduksi radiasi yang ditempelkan di belakang handphone anda, yang berupa lampu, jadi ketika ada pesan masuk atau telepon maka lampu tersebut akan menyala. Yap, itu lah suatu contoh betapa besarnya gelombang elektromagnet yang dipancarkan sehingga dapat menyalakan lamputersebut.

Bayangkan apabila gelombang elektromagent tersebut melewati sebuah permukaan dari konduktor loop tertutup, maka akan timbul arus di konduktor loop tersebut. Namun yang menjadi masalah adalah apabila konduktor tersebut bukan lah loop yang sempurna, melainkan ada sebuah celah kecil berukuran milimeter di sebuah loop tersebut. Hal ini akan menimbulkan beda tegangan antara 2 ujung loop tersebut, sehingga dapat menimbulkan lompatan elektron atau bunga api di loop tersebut, dan  dapat dibayangkan apabila hal tersebut tepat mengenai uap bensin yang ada,
ledakan !  SPBU dapat meledak kalau cukup banyak uap bensin terkonsentrasi diudara dan ada sumber api/panas, misal dari orang merokok, menyalakan api, memotret dengan blitz dan sebagainya. Jadi patuhi lah untuk tidak menggunakan Handphone atau kamera dengan blitz bahkan merokok yang sudah banyak yang mengetahuinya di areal SPBU

Jumat, 20 Maret 2015

rindu serindunya

assalamualaikum bapak
entah bapak bisa baca atau tidak, namun mbak tiap hari selalu mengirimkan al fatihah untuk bapak.
sudah hampir 22 tahun bapak tiada namun mengapa rasa rindu mbak masih saja ada
rasanya benci saat harus selalu menguraikan air mata ketika rasa rindu datang

rasanya begitu banyak yang ingin mbak ceritakan pada bapak
begitu inginnya memelukkmu
begitu inginnya mbak tidur dipangkuanmu sebagaimana masa kecilku dulu

pasti akan terasa aman saat harus mendampingi si kecil tanpa didampingi suami namun ada bapak disisiku
pasti akan sangat bahagia ketika saya beberapa kali mendapatkan prestasi dan bapak menyaksikannya
namun itu hanyalah mimpi
semua cuma mimpi

aku hanya bisa berangan angan mendapatkan pelukan hangatmu
aku hanya bisa berangan angan tangan kokohmu menghapus airmataku ketika rindu itu datang
aku hanya bisa berangan angan ada bapak yang mendampingiku saat mengantar si kecil ke sekolah

lama sudah, bapak tak pernah hadir dalam mimpi-mimpiku
datanglah ya, Bapak. aku rindu aroma tubuhmu
aku rindu dengkuran halusmu
aku rindu genggamanmu
aku rindu

Al Fatihah
Mar'ih bin Abdul Karim
peluk cintaku akan selalu abadi
untuk lelaki pengukir jiwaku

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...