Rabu, 30 November 2016

Aki Awet , bebas ruwet , call Shop & Drive



Pernah mengalami mobil tiba-tiba tak bisa distater?
22 tahun sudah saya bersahabat dengan mobil peninggalan almarhum bapak, tak terhitung sudah berapa kali hal ini saya alami. Kalaupun rencana bepergian bisa dicancel karena mobil ngadat, tentunya tidak akan yang namanya keringat dingin keluar dan mengalir deras di sekujur tubuh. Ya iyalah pasti keluar dingin, karena takut dan panik. Dahulu sih ketika masih baru mengemudi mobil, saat mobil ngadat pasti “berburuk sangka” pada sang mesin. Ha ha…padahal si mesin ngga apa-apa karena almarhum memang sengaja membeli mobil baru agar saya memakainya dengan aman. Ya tahulah resiko membeli mobil second …eh

Kembali lagi ke mobil saya lagi ya.
Setelah 3-4 tahun menyetir mobil, barulah saya mengerti bahwa ketika mobil ngadat, maka kita harus memeriksa keseluruhan. Kita mulai dari aki. Mengapa Aki? Aki bagaikan “jantung” dari kendaraan. Semua sumber kelistrikan berasal dari Aki. Cek Aki Soak? Ketika mobil tidak bisa distater, namun klakson berbunyi atau lemah, maka dapat dipastikan aki harus diganti. 

Normalnya berapa lama sih usia pakai aki?
Sebenarnya sih tidak ada patokan berapa lama usia pakai aki, namun untuk aki yang dipakai pada kendaraan dengan asesoris kendaraan standar bawaan pabrikan akan jauh lebih panjang daripada mobil yang telah diberi aksesoris tambahan seperti penggantian headlamp yang menguras daya atau penggunaan speaker tambahan yang tentunya akan menyedot lebih banyak daya kelistrikan dari aki. 

Lalu bagaimana dengan lama pemakaian aki mobil saya?
Hmmm…karena mobil saya hampir tiap hari dipakai untuk aktivitas antar jemput si kecil dan saya mengajar, maka pernah satu kali aki mobil baru diganti setelah masuk usia 4 tahun. Haha  rekooor
Wahhhh….apa resep awetnya? Kebetulan aki yang saya gunakan adalah aki basah. Usia pakai aki akan dapat bertahan lebih lama dari perkiraan tergantung pada bagaimana cara kita melakukan perawatan. Perawatan pada jenis aki basah harus lebih sering dilakukan daripada jenis aki kering (sstt..saya curi ilmu ini dari montir panggilan yang seringkali menangani servis mobil saya selama ini).

1. Memantau ketinggian air elektrolit aki
Rasanya tidak sulit kalau hanya untuk memantau ketinggian air aki. Tinggal buka kap mesin di pagi hari, Bila berada dibawah garis lower level, artinya  elektrolit kurang dan perlu ditambah air aki.
Mengapa harus rutin, minimal sebulan sekali memantau ketinggian air elektrolit Aki? Air elektrolit pada aki sangatlah penting dalam proses pengisian aki, bila jumlah air berkurang dan jauh berada di bawah garis lower level biasanya akan terdapat gangguan pada akinya atau bisa saja aki tekor tidak bisa distarter gara-gara air elektrolit aki habis.

2. Cek baut dan Membersihkan kutub positif dan negatif dari kerak
Kutub positif  dan  negatif dari aki berperan penting karena merupakan muara dan kontak lalu lintas energy listrik untuk disalurkan ke kendaraan bermotor. Untuk itu secara berkala cek bautnya hingga tidak ada yang kendor satupun sehingga mengganggu proses penyaluran listrik. Selain itu yang seringkali terjadi adalah adanya kerak-kerak putih  pada kutub-kutub aki. Biasanya saya membersihkannya dengan cara menyikat kerak putih tersebut dengan sikat gigi bekas sehingga keraknya berjatuhan

3. Panaskan mobil jika tidak/jarang digunakan
Hal ini seringkali malas dilakukan atau bahkan dilupakan pemilik kendaraan bermotor. Setahu saya semua aki akan mengalami self discharge sehingga kapasitas pengisian pada aki akan berkurang apabila kendaraan jarang atau tidak digunakan. Cukup panaskan kendaraan antara 15-20 menit per minggu nya.

4. Jangan menghidupkan peralatan di dalam mobil apabila mobil dalam kondisi mati
Seringkali yang membuat aki tekor dan mobil tidak dapat distater adalam menghidupkan TV, radio atau lampu dalam waktu cukup lama namun mesin dalam keadaan mati.  Disengaja ataupun tidak, hindari melakukan hal ini dengan selalu mengecek kondisi radio, tv atau lampu ketika akan meninggalkan kendaraan. Anda tidak mau bukan, setelah asyik menonton TV di dalam kendaraan yang berada pada kondisi mesin mati, kemudian ketika anda akan melanjutkan perjalanan, mesin tidak dapat distater karena aki tekor?

5. Rutin Memeriksa kualitas pengisian kelistrikan aki
Untuk Memeriksa kualitas pengisian kelistrikan aki maka kita perlu menggunakan alat yang namanya battery load tester. Dengan alat ini akan diketahui apakah kualitas aki masih baik, jelek atau buruk. Nah kalau ini sih saya biasanya tinggal datang ke outlet Shop & Drive yang selalu memberikan pelayanan untuk memeriksa kondisi aki. Alat ini  selalu jadi andalan saat saya memeriksakan kondisi aki perbulannya

Tak hanya melayani konsumen yang akan datang ke outlet Shop&Drive saja, terdapat  layanan antar aki #GSAstraDelivery dari Shop&Drive. Aha, tak hanya Fastfood restoran saja yang memiliki layanan antar aki ini. 

kartu garansi 1 tahun yang saya dapatkan untuk pembelian aki
Di akhir 2015 kemarin, mobil saya tiba-tiba ngadat ketika saya menyiapkan mobil untuk berangkat sekolah dan mengajar. Memang 2-3 hari sebelumnya, mobil agak susah distater, namun karena saat itu saya kurang awas akibat pekerjaan yang menggunung sehingga tak sempat memeriksa kondisi aki saat itu. Untungnya hari itu jadwal sekolah si bujang masuk pukul 11.00.  sehingga saya masih punya kesempatan memeriksa kondisi mobil. Air elektrolit cukup, klakson menyala cukup lemah, lampu lampu redup. Aih, sepertinya sumber masalahnya AKI.  Kira-kira pukul 9 pagi saya mencoba menghubungi outlet Shop&Drive UjungBerung Bandung untuk meminta teknisinya datang dan mengecek kondisi AKI. Teknisi menanyakan alamat, nama pelanggan, nomor  polisi,  jenis kendaraan, tahun pembuatan dan tidak sampai 30 menit , teknisi tiba di rumah (ha..ha…rumah saya cukup dekat dengan outlet Shop&Drive, tak lebih dari 2KM). ternyata setelah di cek menggunakan batteray Load Tester, dinyatakan bahwa aki saya sudah harus ganti. Hikksss….rasanya baru kemarin ganti. Eitt ternyata Shop&Drive memiliki data pelanggan yang sudah online loh. Hanya dengan menyebutkan nama pelanggan dan nomer kendaraan , diketahui jenis aki yang digunakan (meski mas mekanik membawa 2 jenis aki kering dan aki basah) serta record  terakhir saya mengganti aki adalah di tahun 2012….hahay, rasanya baru kemarin….
2 pelanggan shop & drive bersama si bujangku

Panik lagi? Tentu. Ketika aki harus diganti tentunya harus membeli baru bukan? Aduhhh saya nggak pegang uang cash dalam jumlah besar sepagi itu. Eh ternyata si mas teknisinya bawa EDC sehingga saya nggak usah pusing pusing bayar tunai, tinggal gesekkk….alhamdulillah. Cuma sebentar urusan beres dan saya mendapatkan garansi 1 tahun untuk aki yang dibeli serta gratis pemeriksaan aki berkala selama 1 tahun ( hihi asyikk…tapi bulan ini terakhir masa garansi). 

Beberapa bulan setelah mobil saya yang harus ganti aki, ternyata mobil suamipun menyusul minta ganti aki. Saat itu saya sudah tidak melakukan panggilan ke outlet shop&Drive ujungberung karena mobil suami ngadat di malam hari di kala kami pengen jalan-jalan malam mingguan. Dengan melakukan panggilan ke 15-000-15, sekitar 45 menit-an layanan GS Astra Delivery, yaitu layanan antar aki sudah tiba di depan rumah. Loh kok lebih lama dengan waktu tempuh layanan outlet shop&Drive  sebelumnya ?   Ternyata terdapat layanan 24  jam  yang  diteruskan  oleh panggilan   15-000-15 ke outlet 24 jam Buah Batu yang Jaraknya memang lumayan sih dari rumah. Karena kami adalah pelanggan shop&Drive dan mobil suami juga sudah tercatat di database shop&Drive, pesanan aki yang tiba di rumah cocok dengan keinginan suami. Hanya saja suami memilih aki kering dengan pertimbangan minim perawatan aki. Pembayaranpun juga dilakukan dengan EDC, ringkas, cepat dan acara malam mingguan kami bisa terlaksana. o ya jangan lupa, di Shop & Drive juga ada fasilitas trade in untuk penggantian aki. apa itu Trade in? yaitu pembelian atas aki bekas setelah kita melakukan penggantian aki. namanya ibu-ibu telinganya langsung lebar mendengar hal tersebut. yah..itung-itung diskon. trade in ini akan dikenakan 8% dari harga aki yang telah kita beli sebelumnya...aihhhh lumayan lah. buat bekal jajan malam mingguan asyik banget.

mengapa ada fasilitas Trade In? ibu-ibu kepo seperti saya mah serasa gak keturutan kalo ngga nanya ke mas mekanik yang sudah 3x kerumah ini selalu ganteng hihihi...
ternyata fasilitas Trade In ini untuk mengantisipasi aki lama didaur ulang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh Shop&Drive dalam hal ini Astra sebagai induk perusahaan, akan menghancurkan aki bekas sehingga tidak dapat digunakan kembali. Rugi Dong? ya mungkin menurut kita rugi ya. namun bagi perusahaan, apabila aki bekas tersebut tidak dihancurkan maka bisa saja aki didaur ulang dan dijual kembali kepada konsumen dengan kualitas yang berada di bawah standar pabrikan. kalau sudah begini apa jadinya? Nama perusahaan dalam hal ini produsen Aki GS Astra akan menjadi rusak di mata konsumen karena aki yang dipakai mudah rusak atau tidak dapat menunjang kebutuhan kelistrikan kendaraan secara optimal. begitu cerita dari mas mekanik Shop&Drive.
 
O ya Layanan Shop&Drive ini tak hanya melayani cek dan penggantian aki saja, namun juga melayani penggantian oli dan shock absorber, wiper dll. Khusus Super Shop&Drive menambah layanan untuk penggantian ban, spooring dan balancing. Lengkap bukan
Bagaimana dengan kemampuan mekaniknya? Jangan sekali-kali meragukannya karena Seluruh mekanik dari shop&drive telah berstandar Astra , apalagi telah melayani 363 outlet, 83 kota di 20 Propinsi seluruh Indonesia.

Untuk Mommy seperti saya yang seringkali ditinggal bepergian cukup lama oleh suami bertugas, lokasi rumah di pegunungan , sangat terbantu dengan keberadaan Shop&Drive karena tinggal hubungi CS-nya di 15-000-15 dengan pulsa lokal tak menguras kantong, maka masalah mobil ngadat yang bikin ruwet karena aki soak bisa teratasi. (ssttt…harganyapun relatif murah karena kita tidak dikenakan tambahan biaya antar dan garansi yang tidak ada ditempat lain)

Terimakasih Shop&Drive


 


Senin, 21 November 2016

Asas Fiksi Hukum ----- semua orang tahu Hukum - presumptio iures de iure

Mengapa saya menulis hal ini?

Ini hanyalah kesadaran berbagi sebagai warga Negara sehingga orang lain yang merasa dirinya tidak tahu hukum menyadari bahwa kita hidup di Negara hukum. Tahu konsekuensinya berada di Negara hukum. Tidak ada alasan bahwa seseorang tidak mengetahui tentang hukum yang berlaku sedangkan saat ini media sosial dan internet sudah merambah hingga ke pelosok desa. 

Tak bijak rasanya apabila kita hanya mengandalkan internet untuk fasilitas narsis di media sosial, namun enggan untuk belajar dan mencari tahu apa hak dan kewajiban kita melalui internet.RUGI BESARRR

Kalau anda merasa sebagai warga Negara Indonesia dan yakin anda adalah WNI yang baik dan sadar hukum hendaknya mengerti hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Anda tidak dapat seenaknya saja bersikap di dunia nyata atau dunia maya , kemudian tiba-tiba anda diingatkan orang lain bahwa tindakan anda bertentangan dengan hukum, lalu anda bilang anda tidak tahu? Yeilah…ini  bukan jaman primitif Bung, Jeng, Nyonya, Bapak…

Dalam hukum Indonesia kita telah diikat oleh asas fiksi hukum dimana menggangap bahwa semua orang tahu hukum (presumptio iures de iure) atau dalam bahasa Latin dikenal pula adagium ignorantia jurist non excusat, ketidaktahuan hukum tidak bisa dimaafkan. Seseorang tidak bisa mengelak dari jeratan hukum dengan berdalih belum atau tidak mengetahui adanya hukum dan peraturan perundang-undangan tertentu.

Contoh kasusnya :

Misalnya , anda tertangkap tangan tengah membuang sampah ke suatu wilayah fasilitas umum. Ketika anda dibawa ke kantor aparat penanggung jawab fasilitas umum suatu kota anda mengatakan TIDAK TAHU.  Bisakah anda mengatakan demikian? Sedangkan saat ini hampir di setiap fasilitas umum dipasang papan larangan membuang sampah sembarangan atau peraturan daerah mengatur tentang larangan membuang sampah sembarangan. Lalu anda bilang TIDAK TAHU? 

Setidaknya anda pasti mengerti landasan filosofis Hukum yang diterapkan di Indonesia berada dalam koridor cita hukum (rechtsidee) negara, yakni Pancasila. Pancasila mesti menjadi norma dasar (grundnorm) yang melandasi segala norma yuridis Negara. Sejak tingkat SD saja nilai-nilai Pancasila dipelajari sehingga norma-norma yang berlaku di masyarakat, tentu saja mereka tahu bahwa membuang sampah sembarangan itu salah. Rasanya kalau anda mempermasalahkan publisitas hukum atas larangan membuang sampah sembarangan itu hanyalah cara anda menghindar untuk menaati hukum.

Lalu, kalau saya mengerti dan mencoba memahami hukum dan perundangan yang berlaku di Indonesia, bukanlah karena saya seorang pengacara yang memahami pasal demi pasal, atau aparat hukum yang siap sedia menyuguhkan ancaman hukuman bagi orang yang saya rasa melanggar hukum, namun tidak lebih karena saya beritikad baik menjadi warga Negara yang baik. Rugi rasanya kalau saya menyia-nyiakan beberapa semester belajar hukum di bangku kuliah lalu saya nggak melek hukum.

Yuk atuh melek hukum, jangan pake alasan ina inu ita itu…

Minggu, 13 November 2016

pendidik, anak didikmu adalah tanggung jawabmu dunia akhirat

tanggung jawab seorang pendidik tak hanya memandu anak didiknya memahami pelajaran yang disampaikannya, mendidik akhlaknya namun juga menjaga hati anak didiknya.
apa jadinya ketika kondisi fisik anak dijadikan bulan bulanan ejekan, sindiran bahkan sasaran kemarahan di depan teman-temannya? sungguhlah ia bukanlah pendidik yang sebenarnya karena sesungguhnya ia telah menghancurkan gelas kristal yang selama ini dijaga baik-baik oleh orang tuanya.
dengan usaha apapun gelas kristal yang telah anda hancurkan tidak akan membuat bentuk gelasnya seperti semula. butuh perjuangan bagi orangtuanya untuk mengumpulkan kepingan demi kepingan menyusunnya kembali sehingga "tampak" seperti semula meski air mata akan selalu menetes dari kedua belah matanya.
mudah-mudahan saya dijauhkan dari hal sedemikian. ketika orangtua menitipkan anak-anaknya kepada sebuah sekolah, maka guru yang menjadi unsur didalamnya mutlak menjaga amanah orang tua yang menginginkan anaknya menjadi insan terbaik.
ketika seseorang berkomitmen menjadi seorang guru, pendidik atau apapun istilahnya maka jangan lupakan bahwa anak-anak yang kita didik adalah tanggung jawab kita dunia maupun akhirat. jangan hanya karena mengejar gelar, penghargaan bahkan kompensasi gaji, kemudian seorang guru bisa berbuat sekehendak hatinya. ingatlah kristal-kristal itu ada pemiliknya dan nantinya anda pasti dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah diberikan dan dilakukan kepada kristal tersebut.

Sabtu, 12 November 2016

apakah kita akan kehilangan diri kita?

seharusnya memang jauh lebih berhati hati
ya, ketika bergaul dengan orang yang selalu merasa terkaya dan enggan untuk mau memahami orang yang memiliki kemampuan yang terbatas, maka bisa saja kita akan ikut terjerumus didalamnya.
ketika kita bergaul dengan orang yang selalu merasa paling benar dan enggan untuk mau menerima kesalahan orang lain, enggan untuk menerima penolakan pendapat , maka kita dapat saja ikut terpengaruh oleh kalimat kalimatnya.
belajarlah untuk melihat orang lain yang kondisinya jauh di bawah kita. belajarlah untuk menjadi dirimu sendiri tanpa harus terpengaruh oleh pendapat orang lain yang sebenarnya berseberangan dengan kata hatimu
karena, sekali kita terjerumus dan terpengaruh oleh kata-kata, pengaruh, sikap atau hadiah yang membuat kita menjadi orang lain, maka bersiap siaplah kehilangan dirimu yang sebenarnya

Kamis, 10 November 2016

mencegah emosi negatif anak terbawa hingga usia dewasa (2)



Seperti halnya yang saya ceritakan sebelumnya tentang beberapa reaksi akibat dikekangnya emosi anak sehingga menimbulkan emosi negative yang terbawa hingga di usia dewasa.
Apa yang telah terjadi pada anak-anak ini?
Mungkin saja anda pernah atau seringkali  mengabaikan kebutuhannya baik materi ataupun kasih sayang.
Cobalah bertanya pada diri sendiri :
Senangkah anda akan pujian?
Senangkah anda sebuah pelukan
Senangkah anda ketika kedua orang tua atau orang-orang terdekat anda memberikan ada banyak waktu untuk memuaskan keinginan berkomunikasi, bercengkrama atau hanya sekedar belajar bersama.
Atau senangkah anda ketika anda diberi kesempatan untuk mengambil peran dalam pengambilan keputusan baik oleh keluarga, teman atau bahkan atasan anda?
Tentu anda akan sangat senang memiliki kesempatan itu bukan?
Demikian halnya dengan anak-anak. Beberapa contoh hal diatas tentunya akan memberikan kebahagiaan yang sangat besar bagi anak-anak kita.
Amarah yang seringkali timbul dengan pemicu apapun akan dapat teratasi apabila memberi kesempatan kepada si kecil untuk bercerita, bercengkrama atau bahkan hanya sekedar ciuman dan pelukan sayang yang meyakinkannya bahwa anda ada.
Namun, menjadi satu catatan penting dalam menghadapi hal ini adalah memberikan kesempatan bagi anak untuk menjadi pengambil keputusan yang dominan bagi dirinya. Latihlah ia untuk berani mengambil keputusan, berani menghadapi resiko karena pengalaman tersebut tentunya akan dibawa hingga ia dewasa. Jengah sekali bukan apabila menemui seseorang yang sudah beranjak dewasa , namun ketika ia menghadapi masalah maka sedikit sedikit ia akan berkata : “nanti dulu, aku tanyakan pada kedua orangtuaku”; “aku tanyakan dulu boleh tidaknya pada orangtuaku”
Hmm…boleh sih melakukan hal itu tapi tidak dalam hal pengambilan keputusan yang berkaitan dengan orang lain ya, misalnya menyangkut keputusan dalam rumah tangga yang otomatis masalah tersebut akan terkait dengan pasangannya.
So…berikan kesempatan menumpahkan segala isi hati si kecil dengan kehadiran anda dan tentunya latihlah ia untuk tenang, berani mengambil keputusan dan menerima resiko sebagai konsekuensi atas apa yang telah lakukan. Tentunya dibawah supervisi anda ya. 


PS :
saya selalu memberikan pelukan kepada si kecil jelang ia masuk kelas dan sepulang sekolah. Bahkan di waktu-waktu lainpun saya sering melakukannya baik dengan si kecil .
Berpelukan 20 detik akan memicu keluarnya hormon oksitosin yang dikenal sebagai hormon cinta, sehingga orang yang kita peluk (pasangan, keluarga, rekan kerja sejenis, atau anak) merasa dihargai, mempercayai anda, menurunkan stress, memberikan motivasi dan tentunya kedekatan akan semakin terjalin. Anda tentunya membutuhkan hal ini untuk dapat membantu si kecil keluar dari jarring emosi negatif bukan?

Rabu, 09 November 2016

mencegah emosi negatif anak terbawa hingga usia dewasa

pernahkah anda melihat seseorang di usia yang tak lagi anak-anak marah dan mengungkapkannya dengan cara melempar atau meletakkan barang dengan tekanan?mendengus, membanting pintu atau.....
apa yg terjadi di masa kecil?

pernahkah anda menjanjikan hadiah agar si kecil tak menangis atau marah lagi?
"yuk beli permen tapi janji dede ga marah/nangis lagi" atau
masa kecilnya diwarnai dengan peristiwa serupa? 

sangat memprihatinkan ketika mau tidak mau semasa kecil seorang anak  harus melihat piring, sepatu, panci bahkan buku melayang saat orang-orang disekitarnya mengungkapkan rasa marah
hal ini tentu akan  mengisi memori negatif  tentang bagaimana mengolah emosi nya.

jadi maukah anda mencetak si kecil pemarah yg mengungkapkan amarahnya dengan melempar barang di saat usia dewasa?


kemarahan si kecil yang tidak diselesaikan secara tuntas di masa kecil bisa saja akan membuatnya melampiaskan kemarahan ketika ia sudah beranjak dewasa
kemarahan si kecil yang tidak diatasi dengan bijak tentunya akan membuat ia merasa berada didalam tabung tertutup.
ketika ada celah sedikit atau tekanan yang amat kuat dari dalam tabung, maka bayangkanlah ledakan seperti apa yang akan terjadi.

bukankah hal ini adalah hal yang tidak patut, memalukan dan harus segera menjadi perhatian sehingga emosi negatif anak bisa teratasi?

kedekatan emosional anak memang mutlak dibutuhkan seorang anak sampai kapanpun. 

memperhatikan kebutuhannya, memberikan kasih sayang, berkomunikasi, memberikan kesempatan untuk belajar mengambil keputusan menjadi salah satu cara memenuhi kebutuhan emosional anak. 
kedekatan emosional sesuai porsinya mutlak harus diketahui oleh orangtua yang merasa bahwa anak adalah titipan Tuhan yang wajib untuk dijaga
namun, janganlah ketika kelak ia dewasa, kedekatan emosional anda dan anak justru melanggar fitrah seorang anak yang memiliki kebutuhan untuk dapat memimpin dirinya sendiri. misalnya : selalu mengintervensi masalah yang dihadapi anak, selalu ingin diberikan porsi untuk mengambil keputusan atas kehidupan anak yang sebenarnya telah memiliki otoritas atas pengambilan keputusan. bila hal ini yang anda lakukan, sungguhlah anda menjaga anak bagaikan robot yang setiap saat tanpa kita ketahui siap untuk mengalami kerusakan permanen yang tak akan dapat diperbaiki. anak-anak anda bukanlah menjadi anak-anak yang sebenarnya, namun akan menjadi anak-anak yang tetap kanak-kanak . 



(1).....bersambung


 

Selasa, 08 November 2016

INIKAH INDONESIA-KU SAAT INI?




Mungkin saat anda membaca ini, terbersit kata “sok idealis”
Namun, cobalah kita lihat beberapa tahun terakhir ini, ada banyak pertikaian, protes, demo yang menyangkutpautkan agama, suku dan ras didalamnya
Mungkin memang terlihat kecil
Namun, tentunya hal tersebut bagaikan api dalam sekam
Lambang Negara, lagu kebangsaan, konstitusi bukan lagi terpatri di hati banyak warga Negara
Semua seakan menjadi simbol
Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” hanyalah dianggap sebagai rutinitas, namun liriknya tak merasuk ke dalam kalbu
Mengerti dan memahami esensi dasar Pancasila, enggan dilakukan oleh muda mudi kita. Bahkan seringkali kita mendapati mereka tidak tahu apa isi dari masing-masing sila yang ditujukan oleh pendiri Negara ini untuk menjadikannya sebagai dasar dari jatidiri masing-masing individu yang ingin dan mau mengakui bahwa ia adalah orang Indonesia
Konstitusi hanyalah konstitusi sebagai hiasan Negara,  karena toh ada “banyak” pejabat Negara (eksekutif), legislatif dan yudikatif ternyata mengganggap bahwa aturan, tatanan di Negara yang ditempatinya hanyalah untuk dibuat dan dilanggar.
Jikalau ini terus menerus dibiarkan, maka bagaimana nasib anak cucu kita nantinya? Bisakah mereka tetap menikmati Indonesia seperti yang kita rasakan dahulu?
JUJUR ,  saya ngga yakin. Jangankan di tingkat elit. Bahkan seringkali kesukuan saya dipermasalahkan dan dijadikan olok-olok oleh  “mereka-mereka” yang merasa memiliki suku terbaik.
Atau pernah saya mendengar “anak-anak” setingkat SD mengolok-olok temannya perkara agama yang berbeda.
Masih teringat segar saat saya masih duduk di bangku SMP, salah satu guru mengatakan “penganut agama apapun yang ada di Indonesia berhak mendapatkan perlakuan yang sama dari penganut agama lainnya dan tentunya NEGARA. Tapi sekarang? Ah…tak perlu saya menjawabnya, andapun pasti tahu jawabnya.
Apakah kita akan diam? Sampai kapan? Janganlah sampai ada anggapan bahwa “toh baru SD, mereka ngga tahu apa-apa”. Wooww…salah bila ada anggapan seperti itu. Anggaplah mereka tunas-tunas yang baru tumbuh, bila kita tidak mau memupuknya dengan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai bela Negara, nilai-nilai kebaikan sebagaimana pupuk tanaman, maka mereka akan mati atau tumbuh tanpa memberikan hasil terbaik bagi bangsa ini
Pendidikan Bernegara yang berkarakter INDONESIA yang selalu digembar gemborkan tidak tuntas!! Pelajaran PPKN atau PMP atau PKN atau apalah namanya itu hanyalah dianggap sebagai pelajaran pelengkap penderita. Benar-benar tidak tuntas. “ Ah, Cuma pelajaran PPKN, gampang tuh” .
Entah dimana letak kesalahannya, kurikulum, gurunya, muridnya, orangtuanya atau lingkungan sekitarnya?
Mudah-mudahan jangan hanya asal slogan saja
Toleransi, menghargai dan mencintai negeri ini dengan sebenar-benarnya harus ditanamkan sedalam-dalamnya ke lubuk hati yang paling dalam
Kalau bukan dari kita, anak-anak kita, lalu siapa lagi yang menyelamatkan tanah tumpah darah kita ?

sumber : pojoksatu.co.id
Idealisme dimiliki karena mencintai negeri ini
Idealisme dimiliki karena rasa memiliki Negara ini dan sungguh menyakitkan ketika apa yang kita miliki dikoyak-koyak oleh kepentingan yang sama sekali tak mewakili kepentingan bersama

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...