Rabu, 09 November 2016

mencegah emosi negatif anak terbawa hingga usia dewasa

pernahkah anda melihat seseorang di usia yang tak lagi anak-anak marah dan mengungkapkannya dengan cara melempar atau meletakkan barang dengan tekanan?mendengus, membanting pintu atau.....
apa yg terjadi di masa kecil?

pernahkah anda menjanjikan hadiah agar si kecil tak menangis atau marah lagi?
"yuk beli permen tapi janji dede ga marah/nangis lagi" atau
masa kecilnya diwarnai dengan peristiwa serupa? 

sangat memprihatinkan ketika mau tidak mau semasa kecil seorang anak  harus melihat piring, sepatu, panci bahkan buku melayang saat orang-orang disekitarnya mengungkapkan rasa marah
hal ini tentu akan  mengisi memori negatif  tentang bagaimana mengolah emosi nya.

jadi maukah anda mencetak si kecil pemarah yg mengungkapkan amarahnya dengan melempar barang di saat usia dewasa?


kemarahan si kecil yang tidak diselesaikan secara tuntas di masa kecil bisa saja akan membuatnya melampiaskan kemarahan ketika ia sudah beranjak dewasa
kemarahan si kecil yang tidak diatasi dengan bijak tentunya akan membuat ia merasa berada didalam tabung tertutup.
ketika ada celah sedikit atau tekanan yang amat kuat dari dalam tabung, maka bayangkanlah ledakan seperti apa yang akan terjadi.

bukankah hal ini adalah hal yang tidak patut, memalukan dan harus segera menjadi perhatian sehingga emosi negatif anak bisa teratasi?

kedekatan emosional anak memang mutlak dibutuhkan seorang anak sampai kapanpun. 

memperhatikan kebutuhannya, memberikan kasih sayang, berkomunikasi, memberikan kesempatan untuk belajar mengambil keputusan menjadi salah satu cara memenuhi kebutuhan emosional anak. 
kedekatan emosional sesuai porsinya mutlak harus diketahui oleh orangtua yang merasa bahwa anak adalah titipan Tuhan yang wajib untuk dijaga
namun, janganlah ketika kelak ia dewasa, kedekatan emosional anda dan anak justru melanggar fitrah seorang anak yang memiliki kebutuhan untuk dapat memimpin dirinya sendiri. misalnya : selalu mengintervensi masalah yang dihadapi anak, selalu ingin diberikan porsi untuk mengambil keputusan atas kehidupan anak yang sebenarnya telah memiliki otoritas atas pengambilan keputusan. bila hal ini yang anda lakukan, sungguhlah anda menjaga anak bagaikan robot yang setiap saat tanpa kita ketahui siap untuk mengalami kerusakan permanen yang tak akan dapat diperbaiki. anak-anak anda bukanlah menjadi anak-anak yang sebenarnya, namun akan menjadi anak-anak yang tetap kanak-kanak . 



(1).....bersambung


 

1 komentar:

Rendang Kemasan Pilihan Praktis Di Kala Haji

Musim Haji telah Tiba Apakah Tahun Ini Giliran Anda Untuk Berangkat Ke Baitullah? Atau Giliran Orangtua, Kerabat, Tetangga? Su...