Selasa, 29 April 2014

Public Speaking 1 (CFC 23 April 2014)

Bagaimana mengatasi agar tidak gugup berbicara di depan umum :
1. Kuasai materi
banyak membaca, banyak menggali pengalaman hidup dari berbagai individu membantu anda untuk jauh menguasai materi. Minimal bila anda lupa tentang materi yang akan anda sampaikan maka anda dapat menyampaikan berbagai pengalaman seseorang yangtelah dimodifikasi sehingga tak membuat suatu pembicaraan terhenti yang membuat anda menjadi semakin gugup.
2. Hindari kontak mata.
Hindari kontak mata dengan para audience, karena hal tersebut dapat membuat anda menjadi sangat gugup karena semua mata ternyata memandang ke arah anda saat sedang presentasi. jangan pula kamu memalingkan wajah kamu ke arah audience, cukup dengan memandang mereka di bagian dahi atau area tengah diantara kedua belah mata maka merupakan cara yang cukup jitu dan aman agar anda tidak gugup
3. Olah nafas
Menjaga ketahanan nafas juga sangat penting mengingat para pembicara butuh energi untuk bernafas saat sedang berbicara di depan umum. Saat sedang gugup nafas kita menjadi cepat dan tidak beraturan, olehnya itu usahakan agar nafas tetap stabil saat berbicara di depan umum. Ada beberapa cara mengolah nafas, seperti olahraga teratur. Namun jika anda tak punya waktu untuk olahraga rutin, anda dapat berlatih nafas beberapa menit sebelum mulai tampil di depan umum. Caranya adalah dengan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan dengan perlahan-lahan. Lakukan hal tersebut berkali-kali maka nafas anda akan membaik dan anda bisa berbicara dengan lancar nantinya. Menggunakann suara yang diolah didalam perut efektif membuat anda bisa mengatasi rasa gugup ataupun bila anda gugup maka suara yang akan anda keluarkan tidak menampakkan apabila anda gugup
4. Latihan
Pembicara profesional saja butuh latihan. Jangan pernah menganggap mereka yang sudah sering tampil di muka umum tidak pernah merasa gugup. Dari pengakuan seorang teman saya seorang MC berpengalaman ternyata mereka masih juga merasa gugup ketika akan berbicara di depan umum memenuhi undangan pelaksana. Berlatihalah beberapa hari sebelum tampil di depan umum berbicara, anda dapat berlatih didepan cermin maupun di kamar anda secara teratur dan terus menerus. Berlatihlah seolah olah anda membaca teks berita di depan cermin. Apabila anda sanggup untuk tidak mentertawakan diri sendiri di depan cermin, mulailah memberanikan diri untuk berbicara di depan umum apabila anda mendapat kesempatan. Mempelajari teori tanpa praktek itu percuma. Jadi jangan sia-siakan kesempatan berbicara di depan umum apabila anda mendapatkan kesempatan tersebut karena hal tersebut merupakan latihan yang sangat berharga. Berlatih berbicara dan berlatih. Anda pasti mampu.

Indera Keenam -Gado Gado dimuat di Femina 16/XLII-19-25 April 2014


Naskah asli

            Selalu menangis menjerit-jerit menjelang magrib, terbangun di tengah malam dan menunjuk sesuatu seringkali dialami Ading saat masih berusia satu tahun. Ia akan bisa sedikit tenang jika saya menyenandungkan ayat-ayat suci atau bershalawat. Atau pada suatu saat ketika saya  sedang sibuk memasak di dapur  ia seringkali terdengar berbicara sendiri  kemudian tiba-tiba berhenti saat saya menengoknya.
            “kakak, ngobrol sama mainan ya?” tanya saya, namun ia hanya tersenyum sambil mengangkat telunjuknya dan menunjukkan sesuatu di sampingnya. Kemampuan berbicara Ading memang bisa dibilang terlambat karena di usia 13 bulan saat saya mulai mendeteksi ada yang berbeda pada putra semata wayang saya, ia masih belum bisa berbicara. Apa yang saya, Ading dan keluarga kami alami terjadi begitu saja dan terasa begitu tiba-tiba, yah mungkin karena saat itu saya sering meninggalkannya bekerja sehingga pengawasan saya menjadi berkurang. Kecurigaan saya akan kemampuan yang diturunkan dari beberapa anggota keluarga saya akan kepekaan indera ke enam pada si kecil semakin kuat saat Ading sudah mulai bisa berbicara dan bercerita.
            Pada waktu yang berbeda  tiba-tiba ia marah dan segera menarik tangan saya apabila saya meminta Ading untuk mengulurkan tangan dan mencium tangan teman-teman atau rekanan ketika ia seringkali saya ajak saat tak ada pengasuhnya.
            “Bunda, jangan main sama tante yang pake baju pink itu. bunda nanti dibikin nangis” kalimat ini hanya salah satu dari sekian banyak kalimat yang Ading lontarkan dan saya hanya melewatkan begitu saja tak memasukkan ke hati dari celotehan Ading yang seringkali aneh meski akhirnya ternyata semuanya terjadi.
            Kecurigaan saya semakin terbukti saat Ading duduk di bangku taman kanak-kanak. Tiba-tiba saja ia tak mau masuk ke gerbang sekolah padahal beberapa hari sebelumnya ia menunjukkan bahwa ia sangat menyukai kegiatan barunya. Perilakunya yang tiba-tiba menangis dengan lengkingan yang tinggi sambil berguling-guling di lantai cukup membuat repot semua guru dan saya yang seringkali menungguinya bersekolah. Puncaknya ia tak mau lagi sekolah tanpa alasan. Saya terpaksa menurutinya karena tangisan dan sikap memberontak saat di sekolah cukup mengganggu  teman-teman sekelasnya. Tangisannya akan seketika terhenti saat saya kembali lagi membacakan doa-doa sambil berusaha memeluknya.
            Semuanya butuh perjuangan karena setiap kali saya mengantar Ading sekolah saya selalu berusaha mengajaknya membaca doa doa pendek saat duduk bersama di dalam kendaraan sepanjang perjalanan menuju sekolah. Memang awalnya sulit karena seringkali ia memaksakan diri agar bisa bermain game di gadget miliknya. Namun inilah, anugerah Allah yang tak terkira. Ketika saya dianugerahi Ading yang notabene memiliki kelebihan kepekaan indera keenam, sayapun telah memilikinya terlebih dahulu sejak seusia Ading pula. Apa yang Ading rasakan seringkali saya rasakan pula karena sayapun bisa melihat apa yang terjadi namun tak kasat mata meski tak semua kelebihan yang dimiliki Ading juga saya miliki.
            Kelebihan Ading yang memiliki kepekaan indera keenam rupanya jauh melebihi perkiraan saya. Meninggalnya pemilik sekolah dimana Ading bersekolah sebenarnya beberapa hari sebelumnya telah diungkap. Ia hanya mengatakan bahwa saya harus segera menengok kakek-kakek yang tinggalnya di lantai dua sekolahnya. Kelebihan inilah yang tidak saya miliki sehingga seringkali saya tidak ngeh dengan apa yang diceritakan Ading. Setelah beberapa hari kemudian ternyata kejadian kejadian yang ia ceritakan benar-benar terjadi. Tak hanya itu, beberapa kali Ading seringkali menceritakan apa yang telah saya alami semasa kecil padahal sekalipun saya tak pernah menceritakan kepada Ading atau kepada suami. Ah, Nak Bunda akan menjagamu semampu Bunda. Kelebihan Ading yang makin tajam dari hari ke hari seringkali membuat orang lain terheran-heran. Hanya saya yang merasakan bahwa apa yang Ading rasakan sebenarnya menganggu karena benda-benda tak kasat mata hanya kami berdua yang tahu.
            Hanya mengajarkan doa-doa dan pengetahuan tentang benda-benada tak kasat mata yang sama-sama ciptaan Tuhan yang bisa saya lakukan menghadapi hal ini. Meski semakin kuat kepekaan indera keenamnya namun berkat penjelasan yang saya berikan tentang kelebihan yang ia miliki, sejak saat itu pula ia tidak frontal untuk menunjukkan kepada sekitarnya bahwa ia melihat sesuatu yang orang lain tidak lihat.
            Alhamdulillah, anugerah kepekaan indera keenam yang Ading miliki dapat dikendalikan berkat pengetahuan agama dan berbagai macam doa yang sudah ia kuasai. Meski saat berada di rumah atau ketika kami bertiga, Ading, saya dan ayahnya bersama-sama pergi ke suatu tempat dan Ading menunjukkan sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh ayahnya atau orang lain yang tidak memiliki kelebihan seperti yang Ading miliki.
            “Bunda, kok di jembatan itu ada yang pakai baju panjaaaaaang banget. Ading takut” untunglah kami kedua orangt tuanya memahaminya sebagai anak indigo yang memiliki kepekaan terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.
            Hanya satu hal yang cukup sulit saya cegah saat saya atau suami berkumpul dengan teman-teman atau keluarga besar yaitu ketika Ading memiliki kemampuan membaca isi hati orang lain.
            “kok tante bohong sih”
            “kalau Bunda nggak suka bilang aja “
            “kalau Ayah marah ke Bunda harus ngomong dong”
Atau bahkan ia hanya sekedar berbisik “Bunda jangan main sama tante itu lagi ya nanti uang bunda hilang” celotehan yang gampang-gampang susah dicerna namun memang benar-benar terbukti karena beberapa waktu kemudian apa yang dikatakan Ading terjadi, entah karena memang bakat kepekaan indera keenam yang tajam atau karena kebetulan saja.
            Diluar itu semua, hanya rasa syukur yang bisa saya panjatkan kepada Tuhan atas anugerah memiliki anak yang memiliki kelebihan kepekaan indera keenam. Semoga ini menjadi jalan agar kami semakin dekat kepada Sang Pencipta dan makin mensyukuri nikmat yang kami peroleh selama ini.










 Naskah yang telah diedit dan dimuat 
huruf tercetak merah = kalimat-kalimat yang dibuang
huruf tercetak biru = kalimat tambahan dari editor
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


            Selalu menangis menjerit-jerit menjelang magrib, terbangun di tengah malam dan menunjuk sesuatu seringkali dialami Ading saat masih berusia satu tahun. Ia akan bisa sedikit tenang jika saya menyenandungkan ayat-ayat suci atau bershalawat.
            Suatu saat saya sedang sibuk memasak di dapur. Ia terdengar berbicara sendiri, lalu tiba-tiba berhenti saat saya menengoknya.
            “kakak, ngobrol sama mainan ya?” tanya saya.
            namun ia hanya tersenyum sambil mengangkat telunjuknya dan menunjukkan sesuatu di sampingnya.
            Kemampuan berbicara Ading memang bisa dibilang terlambat, karena di usia 13 bulan saat saya mulai mendeteksi ada yang berbeda pada putra semata wayang saya, ia masih belum bisa berbicara.
Namun, ia sepertinya memiliki kemampuan lain yang berbeda. Ia sangat peka.
Apa yang saya, Ading dan . keluarga kami alami terjadi begitu saja dan terasa begitu tiba-tiba, yah mungkin karena saat itu saya sering meninggalkannya bekerja sehingga pengawasan saya menjadi berkurang.
Kecurigaan saya akan kemampuan yang diturunkan dari beberapa anggota keluarga saya akan kepekaan indera ke enam pada si kecil semakin kuat saat Ading sudah mulai bisa berbicara dan bercerita.
            Pada waktu yang berbeda  tiba-tiba ia marah dan segera menarik tangan saya, apabila saya meminta Ading untuk mengulurkan tangan dan mencium tangan teman-teman atau rekanan ketika ia seringkali saya ajak saat tak ada pengasuhnya ia sedang bepergian bersama saya.
            “Bunda, jangan main sama tante yang pake baju pink itu. bunda nanti dibikin nangis” kalimat ini hanya salah satu dari sekian banyak kalimat yang Ading lontarkan dan mengejutkan saya. Saya biasanya tidak anggap serius, namun seringkali ucapannya itu kemudian terbukti. hanya melewatkan begitu saja tak memasukkan ke hati dari celotehan Ading yang seringkali aneh meski akhirnya ternyata semuanya terjadi.
“Bunda, kok di jembatan itu ada yang pakai baju panjaaaaaang banget. Ading takut” untunglah kami kedua orangt tuanya memahaminya sebagai anak indigo yang memiliki kepekaan terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.

            Saat Ading sudah masuk TK Kecurigaan saya semakin terbukti saat Ading duduk di bangku taman kanak-kanak. Tiba-tiba saja ia tak mau masuk ke gerbang sekolah padahal beberapa hari sebelumnya ia menunjukkan bahwa ia sangat menyukai kegiatan barunya.
            Ia tiba-tiba Perilakunya yang tiba-tiba menangis dengan lengkingan yang tinggi sambil berguling-guling di lantai dan cukup membuat repot semua guru dan saya yang seringkali menungguinya. bersekolah.
            Puncak protesnya suatu hari ia menolak pergi ke sekolah tanpa alasan. Saya terpaksa menurutinya karena tangisan dan sikap memberontak saat di sekolah sudah cukup mengganggu  teman-teman sekelasnya. Tangisannya akan seketika terhenti saat saya kembali lagi membacakan doa-doa sambil berusaha memeluknya.
            Semuanya butuh perjuangan karena setiap kali saya mengantar Ading sekolah saya selalu berusaha mengajaknya membaca doa doa pendek saat duduk bersama di dalam kendaraan sepanjang perjalanan menuju sekolah. Memang awalnya sulit karena seringkali ia memaksakan diri agar bisa bermain game di gadget miliknya. Namun inilah, anugerah Allah yang tak terkira. Ketika saya dianugerahi Ading yang notabene memiliki kelebihan kepekaan indera keenam, sayapun telah memilikinya terlebih dahulu sejak seusia Ading pula. Apa yang Ading rasakan seringkali saya rasakan pula karena sayapun bisa melihat apa yang terjadi namun tak kasat mata meski tak semua kelebihan yang dimiliki Ading juga saya miliki.
            Kelebihan Ading rupanya jauh melebihi perkiraan saya. yang memiliki kepekaan indera keenam rupanya jauh melebihi perkiraan saya. Meninggalnya pemilik sekolah dimana Ading bersekolah sebenarnya beberapa hari sebelumnya telah diungkap.
Ia hanya mengatakan bahwa saya harus segera menengok kakek-kakek yang tinggalnya di lantai dua sekolahnya. Kelebihan inilah yang tidak saya miliki sehingga seringkali saya tentu  tidak ngeh dengan apa yang diceritakan Ading.
Baru setelah pemilik sekolah yang tinggal di lantai dua itu berpulang, saya mengerti apa yang ia maksudkan. Setelah beberapa hari kemudian ternyata kejadian kejadian yang ia ceritakan benar-benar terjadi. Tak hanya itu, beberapa kali Ading seringkali menceritakan apa yang telah saya alami semasa kecil padahal sekalipun saya tak pernah menceritakan kepada Ading atau kepada suami. Ah, Nak Bunda akan menjagamu semampu Bunda. Kelebihan Ading yang makin tajam dari hari ke hari seringkali membuat orang lain terheran-heran. Hanya saya yang merasakan bahwa apa yang Ading rasakan sebenarnya menganggu karena benda-benda tak kasat mata hanya kami berdua yang tahu.
            Tak banyak yang bisa saya lakukan untuk mengantisipasi kelebihannya.Hanya mengajarkan doa-doa dan pengetahuan tentang benda-benada tak kasat mata yang sama-sama ciptaan Tuhan yang bisa saya lakukan menghadapi hal ini kelebihan Ading.
Saya menjelaskan kepadanya tentang kelebihan Meski semakin kuat kepekaan indera keenamnya namun berkat penjelasan yang saya berikan tentang kelebihan yang ia miliki, sejak saat itu pula sehingga ia tidak frontal untuk menunjukkan kepada sekitarnya bahwa ia melihat sesuatu yang orang lain tidak lihat.
            Alhamdulillah, anugerah kepekaan indera keenam yang Ading miliki dapat dikendalikan berkat pengetahuan agama dan berbagai macam doa yang sudah ia kuasai. Meski saat berada di rumah atau ketika kami bertiga, Ading, saya dan ayahnya bersama-sama pergi ke suatu tempat dan Ading menunjukkan sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh ayahnya atau orang lain yang tidak memiliki kelebihan seperti yang Ading miliki.
            Hanya satu hal yang cukup sulit saya cegah saat saya atau suami berkumpul dengan teman-teman atau keluarga besar kami.  yaitu ketika Ading spontan seperti memiliki kemampuan membaca isi hati orang lain tamu tamu yang datang.
            “kok tante bohong sih”
            “kalau Bunda nggak suka bilang aja “
            “kalau Ayah marah ke Bunda harus ngomong dong”
Atau bahkan ia hanya sekedar akan berbisik “Bunda jangan main sama tante itu lagi ya nanti uang bunda hilang” celotehan yang berbahaya. gampang-gampang susah dicerna namun memang benar-benar terbukti karena beberapa waktu kemudian apa yang dikatakan Ading terjadi, entah karena memang bakat kepekaan indera keenam yang tajam atau karena kebetulan saja.
            Diluar itu semua, hanya rasa syukur yang bisa saya panjatkan kepada Tuhan atas anugerah memiliki anak yang memiliki kelebihan kepekaan indera keenam. Semoga ini menjadi jalan agar kami semakin dekat kepada Sang Pencipta dan makin mensyukuri nikmat yang kami peroleh selama ini.











Senin, 28 April 2014

Anak saya tidak nakal Loh…Hanya (2)




 “bunda, beli mobil lagi”
“kan , mobil yang lain masih banyak, Nak’
“pokoknya mau beli mobil mobilan lagi!, sekarang!”
“brak…brak..brak”
Tangisnya mewarnai hari saya kala itu. belum lagi mainan-mainan yang tertata rapi harus kembali berantakan kembali di lantai kamarnya. Saya hanya mendiamkannya saat itu. tidak perlu mengajaknya bicara terlebih dahulu, menunggu emosinya mereda terlebih dahulu. Tangisnya memang masih terdengar namun makin terdengar perlahan. Saya mendekatinya dan ikut duduk bersimpuh bahkan menidurkan diri saat si kecil terlihat jengkel karena saya mendekatinya.
“Kak, kalau mainannya berantakan, dilemparin nanti malah rusak. Koleksi mainan kakak akan berkurang. Jadi buat apa Bunda membeli mainan kalau akhirnya dirusakin? Ayo rapikan lagi ya…”
Kalimat datar namun bernada perintah saya ucapkan apabila si kecil mulai tantrum tak berujung. Sekali lagi menatap matanya adalah hal terpenting karena bonding kita akan tercipta meski si kecil menerima kalimat perintah dari kita. buat orang lain memang terkesan marah, namun ini dilakukan apabila setelah anak berkali diperingatkan namun tidak menggubris. Belajar mendengar, menghargai orangtua dan orang lain serta bertanggung jawab adalah tujuan saya melakukan hal di atas.
“aku nggak mau beresin mainan!”
Bila ada kalimat ini, segera ambil tindakan dengan memberi contoh terlebih dahulu namun tetap mengajaknya untuk bertanggungjawab akan barang-barangnya.
Sekali….mungkin kesabaran kita masih diuji
Kedua….selangkah demi selangkah meski dengan bersungut sungut pasti si kecil akan ikut memungut mainan yang telah dilempar
Ketiga….bisa jadi anda telah berhasil mengajaknya bertanggung jawab. Bila tidak? Teruslah berusaha, karena anak akan mencontoh apa yang telah ia lihat.
Tak hanya sampai disini saja, bila emosinya mereda kemudian ia bermain, kelelahan dan akhirnya terkantuk kantuk, inilah saatnya anda mempengaruhi alam bawah sadarnya.
Amankah? Tentu saja karena ini dilakukan demi kebaikan dan perubahan emosional anak sehingga mendekati kewajaran.
Hypnoterapi saya menyebutnya. Hypnoterapi ini adalah tehnik yang cukup mudah dan sangat ampuh untuk mengubah karakter anak terutama untuk anakk yang agresif. Saya akan bagikan caranya secara detil.
Saya membagi  cerita singkat menangani masalah dengan menggunakan hynosleep. Rekan saya Arinda menelpon saya, dan berkeluh kesah jika anaknya Fian (5 tahun) memiliki perilaku agresif yang kurang menyenangkan. Ibu Fian adalah pemilik salon, karyawati yang bekerja disalon tersebut sering dipukul dan ditarik rambutnya oleh Fian. Jika Fian kesal maka, Fian akan memukul siapa saja yang berada didekatnya (terutama orang yang Fian kenal). Setelah melalui wawancara singkat melalui telepon, ternyata perilaku Fian diperoleh dari Arinda sendiri, Arinda jika memarahi Fian maka dia memukul pahanya. Dan pola seperti ini di pelajari oleh Fian, jika dia sedang kesal maka dia akan memukul. Kemudian, saya mengajarkan tehnik Hypnoterapi  kepada Arinda, serta meminta kepada Arinda untuk merubah cara dia meluapkan emosi kepada fian, serta memberikan beberapa nasehat untuk mengubah cara pandang Arinda terhadap tumbuh kembang anak. Selesai pembicaraan ditelepon, 5 minggu kemudian Arinda menghubungi saya lagi. Ternyata perilaku memukul anaknya sudah hilang total hanya menggunakan  Hypnoterapi dan mengubah cara pandangnya terhadap tumbuh kembang anak. Tetapi ada hal lain yang dikeluhkan, “sekarang Fian kalo ngomong kasar ” ungkap Arinda pada saya. “Kasar seperti apa?” tanya saya. “Kalo orang tidak mengerti maksud Fian, keinginan Fian tidak terpenuhi maka dia berkata goblok, bodoh”, jawab Arinda. Lalu saya mencoba mencari dari mana dia belajar perkataan itu, ternyata itu disebabkan karyawati Arinda, yang sering bercanda dengan berkata kasar kepada sahabatnya dan Fian seringkali bermain dengan karyawati Arinda. Kemudian hal yang sama saya minta kepada Arinda untuk mengubah lingkungannya, beri pengertian kepada karyawatinya dan melakukan Hypnoterapi. Apa yang terjadi? 1 bulan kemudian, saya mendapat laporan Fian berubah drastis.

Apakah Hypnoterapi? Pada dasarnya sama dengan hypnosis, tentunya anda mengerti proses hypnosis. Yaitu orang yang sadar, kemudian dengan tehnik induksi diturunkan tingkat kesadarannya dengan berfokus pada satu hal (suara terapis), sehingga mengalami relaksasi yang dalam diseluruh tubuhnya kemudian sugesti diberikan. Itulah proses yang terjadi pada hypnosis. Nah, proses Hypnoterapi adalah kebalikan hypnosis. Dalam Hypnoterapi kita menaikan kesadaran seseorang dari kondisi anak tertidur pulas ke kondisi Hypnosis (trance), kemudian sugesti diberikan pada saat kondisi Hypnosis (trance), kita naikan kesadarannya, kemudian diberikan sugesti dan setelah itu anak ditidurkan lagi. Nah, langkah – langkah dalam memberikan Hypnoterapi adalah:
1. Langkah awal adalah membuat sugesti yang akan anda sampaikan secara tertulis, agar kita tidak berpikir menyusun kalimat saat melakukan Hypnoterapi. Hendaknya pendek, singkat dan jelas. Perhatikan juga pemakaian kata yang tepat. Intinya adalah mengatakan apa yang kita inginkan dengan kalimat positif, hindari kalimat negatif (tidak, jangan, dll)
2. Amati jumlah tarikan napas subyek. Hendaknya 6-8 tarikan napas per menit. Ini untuk menjamin bahwa subyek tertidur pulas. Yang paling ideal adalah 6 – 7 tarikan napas per menit.
3. Dekati subyek dengan lembut untuk melakukan by pass terhadap pikiran kritisnya. ucapkan kalimat berikut dengan mantap disertai nada suara rendah dan datar “Ini ….. (nama anda atau mama atau papa) yang bicara. Kamu bisa dengar ….. (saya, mama, papa) ! Kamu bisa dengar ….. (saya, mama, papa) ! Kamu bisa dengar ….. (saya, mama, papa) !”
4. Jika subyek tertidur sangat lelap kalimat di atas mungkin perlu diulangi beberapa kali  sehingga bisa menembus level pikiran bawah sadarnya.
5. Setelah itu bacakan sugesti yang telah anda susun tadi 3 atau 4 kali untuk memastikan sampai ke bawah sadarnya.
6. Lalu tutup dengan kalimat berikut “Kalau saya berhenti bicara maka kamu akan kembali tidur nyenyak seperti tadi. Kamu tidak akan mengingat apa yang baru saya sampaikan tapi kamu merasakan suatu perubahan dalam dirimu ketika bangun esok pagi dengan sangat segar. Sekarang tidurlah kembali dengan sangat nyenyak!”
7. Saat mengucapkan sugesti, hendaknya dengan suatu keyakinan bahwa apa yang kita ucapkan diterima dan dimengerti oleh anak. Keyakinan seperti apa yang saya maksud? Seyakin jika anda makan krupuk, maka krupuk tersebut pasti hancur didalam mulut anda.
8. Keesokan hari dan seterusnya berlakulah seperti telah terjadi perubahan (kelanjutan dari point no 7). Jika belum melihat perubahan nyata secara janganlah gusar dan berpikiran negatif. Biarkan proses perubahan terjadi di dalam lebih dahulu. Bila perlu anda ulangi Hypnoterapi lagi pada malam harinya dengan kata-kata yang sama.
9. Disamping sugesti yang diberikan lingkungan juga perlu dirubah untuk membantu perubahan anak serta memfasilitasi perubahan anak, lingkungan disini termasuk sikap ayah, ibu, pengasuh, serta. Misal anak suka berkata kasar, maka ciptakan lingkungan yang tidak ada lagi kata-kata kasar tersebut terucap.
10. Ketika ia mulai menunjukkan perubahan hindari penggunaan kata-kata “Kok tumben ya sekarang ngomongnya baik?” atau kata-kata semacam itu. Sebaliknya dukung dengan kalimat “Bagus makin hari belajar itu makin dapat berbicara dengan sopan ya?”
11. Untuk setiap kasus yang anda sugestikan beri waktu sampai terjadi perubahan baru beralih ke kasus yang lain.

Contoh sugesti untuk hypterapi:

Semakin hari belajar adalah kegiatan yang sangat menyenangkan
Mulai besok dan seterusnya kamu akan mudah bangun jam 6 pagi.
Semakin hari kamu makin sayang sama adik / kakak kamu.
Mulai besok dan seterusnya mudah bagi kamu untuk belajar berhitung
Semakin hari membaca adalah kegiatan yang menyenangkan.

lalu bagaimana langkah selanjutnya menghadapi anak yang cenderung agresif atau memiliki sikap yang kurang pantas?
kita lanjut lagi di bagian 3 ya.

Sabtu, 26 April 2014

Anak saya tidak Nakal Loh..hanya…..(1)




Belajar dari kejadian beberapa kemarin saat seorang anak teman satu sekolah putra sulung saya, memukul seorang temannya hingga terluka (luka dalam) dan ini memang bukan satu-satunya kejadian yang dianggap luar biasa.
            Ada beberapa kejadian yang membuat beberapa temannya kesakitan hingga datanglah tangis teman-temannya. Tak hanya itu, banyak kejadian yang merupakan akibat dari sikap-sikap anak ini cukup membuat geleng-geleng kepala orang tua murid lainnya. Mulai dari minuman tumpah, mainan yang sengaja dihambur-hamburkan hingga berantakan bahkan hampir saja tertabrak kendaraan bermotor hanya karena ucapan, himbauan bahkan peringatan yang datang dari kami yang terdengar olehnya hanyalah angin lalu. Banyak kalimat peringatan yang akhirnya harus keluar dari orangtua bahkan orangtua lainnya ternyata hanyalah dianggap gertak sambal dan berlalu begitu saja bagi si “ujang” begitu saja kita menyebutnya.
            Nakal?
            Bengal?
            Pusing dengan sikapnya? Tentu
            Melelahkan? Pasti !
            Apakah penyebabnya?

            Bisa jadi ada kesalahan dalam tehnik pengasuhan anak. Seringkali bila anak meminta, tantrum, merengek memohon agar orang tua mengabulkan permintaannya menunggu anak hingga menangis meraung-raung hingga berguling-guling dilantai. Dibiarkan saja atau menuruti permintaannya? Seringkali kebanyakan orangtua akan segera mengabulkan permintaan si anak karena tak tahan dengan puluhan pasang mata yang memandang kita membiarkan si kecil menangis meraung-raung. Lalu bagaimana mengatasinya.? Saya bukanlah ahli parenting, sayapun pernah mengalami hal yang sama. Hal yang pernah saya lakukan untukk mengatasi hal tersebut adalah perlahan membawa si kecil di tempat yang cenderung sepi. Membiarkan beberapa pasang mata menghakimi tindakan saya adalah hal yang sudah biasa saya alami. Mengajak si kecil berbicara dari hati ke hati, berjongkok atau bersimpuh dengan tujuan agar tatapan mata kita sejajar dengan mata anak kemudian bertanya tentang keinginannya, mengajukan opsi atau alasan kita tidak mengabulkan permintaannya dengan suara yang stabil mendatar adalah salah satu cara ampuh meluluhkan dan menghentikan tangisannya. Mengapa? Cara ini saya adopsi dari ilmu yang saya dapat saat kuliah dahulu. Dengan cara tersebut anak merasa bahwa posisi kita sama, anak merasa dihargai dan tidak dipermalukan karena kita mau mendengarnya bukan memarahinya saat itu juga dihadapan banyak orang.jangan lupa berikan ciman dan pelukan bila anak berhasil mengatasi tantrumnya. itu adalah hadiah yang jauh lebih berharga daripada sesuatu barang yang dimintanya. Lalu bagaimana bila akhirnya anak justru makin menjerit dan membentak kita? lanjut di edisi selanjutnya ya..

Kamis, 17 April 2014

memeriahkan peringatan Konferensi Asia Afrika ke 59 di Museum KAA


Pada tanggal 17 April 2014 nanda-nanda PAUD Bunda Asuh Nanda diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembukaan peringatan Konferensi Asia Afrika.
Anak-anak yang didampingi  oleh orangtuanya juga sangat bangga dan senang mendapatkan pengalaman baru tampil dengan pakaian berbagai Negara anggota KAA, dan bisa tampil di depan para tamu undangan perwakilan Negara KAA. Keikutsertaan PAUD Bunda Asuh Nanda mengikuti parade peringatan  KAA karena sudah masuk ke dalam anggota MCC " Museum Community Care". meski melelahkan karena berjalan mengitari museum KAA alias parade namun yang namanya anak-anak semuanya adalah hal yang menyenangkan. melihat wajah wakil gubernur secara langsung, berfoto di depan gong perdamaian, berkunjung ke dalam museum KAA dan bertemu kakak-kakak yang juga ikut memeriahkan peringatan KAA. 


berbaur dengan murid dari beberapa cabang tk bunda asuh nanda bikin aku bete : ga kenal nih

nah ini dia aku ikut berpose loh meski setelah ini harus dilewati dengan insiden fadhiil menangis

pose dengan bunda Anna

mudah-mudahan jadi raja minyak beneran ya.

pose dengan kakak kaka dari korea

meski lelah aku masih bisa tersenyum kan?

ini  nih banyak yang berebut pose di depan gong perdamaian

pose dengan kakak kakak paskibra. tuh, Fadhiil si raja minyak ada di tengah

wah, diliput media dan dimuat di tribun Jabar


ini yang paling mengesankan, bisa ketemu dengan kakak sepupunya, kakak Tuffa yang juga bertugas di hari yang sama

Sabtu, 12 April 2014

Asah Ketangkasan, keberanian dan kerjasama siswa TK Bunda Asuh Nanda di Villa Kancil Majalaya

Ketangkasan, Keberanian dan Kemampuan bekerjasama tak hanya mutlak dimiliki oleh orang dewasa. bahkan sebaiknya semenjak dini kemampuan tersebut harus kita tanamkan pada anak-anak. keseharian anak-anak yang berada di usia dini selalu berada di samping orang tua nampaknya harus sedikit hilang karena kegiatan ini meski orangtua diperbolehkan mendampingi namun pada saat kegiatan berlangsung anak-anak akan dilepaskan dari  genggaman tangan orangtua dan berusaha untuk melakukan kegiatan sendiri bersama guru dan pendamping dari Villa Kancil Majalaya tempat terselenggaranya kegiatan.

terdiri atas kira-kira 150an siswa dan orangtua dengan menumpang 5 Bis dan sejumlah kendaraan pribadi orangtua murid,, pada pukul 8 pagi kami semua memulai perjalanan melewati jalanan di tengah pemukiman penduduk dan persawahan sejauh 35km dari titik pertama kami berangkat. jalanan yang kecil dan berlubang disana sini tak menyurutkan langkah kami untuk mengasah keberanian si kecil.

kurang lebih 2 jam akhirnya kami semua sampai di lokasi. si kecil yang telah siap bertualang dikumpulkan di tengah lokasi outbond untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Yel yel yang dipandu bunda-bunda pendidik ikut memberi semangat kepada si kecil

"aku tidak takut"
"aku pemberani"
"aku tidak takut air"
"aku tidak menangis"
"YES YES YES"

Mom , aku Happy ikut acara ini.
aku tidak takut aku pemberani

yes siap bertualang

antri menuju tempat bertualang dengan bertelanjang kaki






pemanasan dulu yook. rentangkan tanganmu...

2 kelompok siap bertanding

berani berjalan di jembatan spiderman

meski menangis namun adik satu ini hebat bisa menyelesaikan tantangan memanjat


melewati jaring spiderman.

seru...kakiku masih nyangkut
hayo bagaimana langkah selanjutnya?

ayo siapa yang berhasil sampai terlebih dahulu melewati jaring spiderman




akhirnya aku sampai di garis finish



ayo, fadhiil bisa



aw aw aw meski hendak terjatuh ternyata fadhiil pun bisa


sang mama yang setia mendampingi pun ikut happy


wah bajunya penuh lumpur ...

aku dapat ikan!

ayo kaindra kamu bisa


bolanya masih didalam, ayo tutup lubang-lubang kecilnya agar airnya tidak keluar dan mengangkat si bola




bilas dulu setelah acara tangkap ikan dan nyebur ke sawah.





setelah lelah outbond, kita semua bisa berenang disini...

Kamis, 03 April 2014

Rekreasi Ilmu ke Museum Geologi Bandung Yuuuk….

ini perjalanan pertamanya ke museum Geologi Bandung

perjalanan selanjutnya ke museum Geologi tak dilewatkan untuk berpose bersama sahabat

bersama teman-teman di depan replika fosil gajah purba

berdiskusi tentang replika fosil manusia


mencoba simulator gempa di lantai 2

diskusi tentang mitigasi bencana

diskusi dan mendapat menjelasan dari salah satu orang tua tentang proses terjadinya hujan, serapan air, mata air dan bencana karena air

membaca tentang proses terjadinya batuan, medianya touch screen lho

berpose sejenak di lantai 2

inilah tiket masuk museum geologi yang murmer banget


 

            Kunjungan ke museum Geologi untuk kesekian kalinya bagi Fadhiil bukanlah aktivitas yang membosankan. Semakin kita intens mengajaknya ke museum geologi Bandung, maka semakin banyak pertanyaan untuk memuaskan keingintahuannya. Wisata murah namun sarat ilmu pengetahuan wajib diberikan kepada si kecil untuk memperluas wawasannya diluar materi-materi yang didapatkannya di sekolah. Dimanakah Museum geologi itu?
            Terletak di Jl. Diponegoro, Museum Geologi Bandung telah berdiri semenjak tahun 1928 untuk menyimpan berbagai batuan, mineral, dan fosil hasil penelitian dan dibuka secara luas kepada masyarakat semenjak tanggal 16 mei 1929. bangunan seluas 6000m2 yang dimana 2000m2 diperuntukkan khusus untuk ruang peraga makin menarik minat pengunjung terutama pelajar untuk tidak melewatkan wisata murmer di bandung.
            Ok, serius tapi santai ya…..
Di lantai pertama yang merupakan idola pengunjung adalah melihat fosil gajah Purba dan replika fosil Tyrannosaurus rex (T-rex) yang merupakan karnivora terbesar dan terganas. Namun yang harus digarisbawahi tak hanya replika fosil Trex saja yang patut kita kagumi namun banyak koleksi dari Museum Geologi patut kita cermati untuk dijelaskan kepada si kecil mulai dari bagaimana terbentuknya masa kehidupan purba, kepunahan masal, sejarah kehidupan, potret geologi Indonesia yang bisa kita dapatkan di lantai pertama. Sedangkan pengetahuan tentang geologi untuk kehidupan manusia, mulai dari pertambahan, ekplorasi batuan dan mineral, kegempaan, kegunungapian, air serta lingkungan akan dapat kita temui di lantai dua.
Ok,Kapan mau ke museum Geologi. Jadwalkan ya...

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...