Selasa, 01 November 2016

Mencontek



Kemarin, seperti biasanya, kacong kinik bercerita tentang kegiatannya di sekolah. Jarak antara rumah dengan sekolah sebenarnya tidak jauh, tapi……macetnya itu membuat perjalanan yang seharusnya ditempuh 15 menit saja, di hari senin dan weekend harus ditempuh 1-1,5 jam. Waktu tempuh yang cukup lama itu biasanya kacong bercerita banyak tentang kegiatannya di sekolah. Julukan “tukang dongeng” oleh salah satu gurunya memang tidak salah. Saya justru beruntung bisa tahu apa yang terjadi seharian ketika anak di sekolah.
Kakak (K): Bun, tadi ada ulangan yang aku ngga bisa
Saya(S): trus
K : ya aku kosongin. Tapi ada teman yang Tanya sana sini, malah ada si A yang nyontek temannya”
S : nanti ulangan kakak, jadi jelek dong kalau ada yang ngga diisi (saya memancingnya)
K : nggak ah, buat apa nyontek tapi Allah tahu aku curang. Kan kata bunda kerjakan semampuku. Lha tadi aku lupa jawabannya apa. Teman sebangkuku juga ada yang nggak diisi. Katanya sih mau nyontek, tapi aku bilangin aja kalau nyontek itu dosa, percuma shalat, ngisi kencleng* tapi amal kita kehapus sama dosa nyontek. Jadinya dia nggak jadi nyontek.
S : eh, kalau si B itu suka nyontek nggak?
K : nggak mau jawab, bunda dosa ngomongin temanku
S : ?????
* kencleng : mengisi kotak amal di sekolah


menanamkan kejujuran kepada anak bukanlah perkara mudah. ada banyak godaan yang datang dari lingkungannya. namun yang paling penting adalah menanamkan rasa iman di hati anak sehingga nilai-nilai kebaikan lainnya akan mengikuti karena rasa takutnya kepada Sang Pemilik Kuasa, Allah SWT.

Bismillahirrahmanirrahim, semoga kakak tetap dapat menjaga keimanan dalam hatinya sampai kapanpun sehingga mendatangkan nilai-nilai kebaikan bagi sekitarnya. aamiin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...