Rabu, 26 Oktober 2016

Ibu cerewet tiap hari ?



“ Kakak, sudah disiapin buku-bukunya”
“kakak, periksa lagi PRnya ya”, “ayo makan” ; “pakaian kotornya dimasukkan ke keranjang cucian ya”
“kakak….segera pakai kaos kakinya, jangan lupa baca doa”
“ayah, nggak ada yang ketinggalan kan? Hapenya, charger, jaket, stnk ?”
“hati-hati di jalan ya. Jangan lupa baca doa, jangan ngebut”


diambil dari www.realita.com
Pernah nggak melakukan hal ini? Sederet kalimat perintah tak jarang bahkan seringkali terucap dari bibir seorang ibu. Bahkan seringkali mungkin anak dan pasangan kita hafal apa yang akan kita ucapkan setiap pagi atau sepulang sekolah/bepergian.
Atau….. mungkin ada ungkapan dari anak-anak kita yang menunjukkan bahwa ibu-ibu di pagi hari adalah sosok cerewet yang membosankan. Hufffhhtt…
Tahukah anda mengapa seorang ibu melakukan hal ini?
Semuanya ia lakukan karena tidak ingin anak-anaknya, pasangannya berada di zona salah, zona lupa yang menyebabkan mereka semua menjadi celaka, sedih atau menyesal.
Semua dilakukan seorang ibu karena rasa cintanya
Semua dilakukan seorang ibu karena ingin melihat anak-anaknya , pasangannya bahagia sepanjang hari karena berhasil melewati zona lupa atau salah.
Tahukah anda, apa yang seorang ibu alami ketika anak anaknya, pasangannya mengalami kesalahan atau lupa sesuatu sehingga menyebabkan kesalahan? Seorang ibu akan sangat merasa bersalah, ia akan berada dalam cangkang kesalahan yang teramat besar, menangis, dan bersedih.
Tempatkan dirimu berada seperti posisinya karena satu saat kamu akan mengetahui mengapa ibumu, pasanganmu (baca :istrimu) berlaku demikian
Dahulu saya mengalaminya dan sempat memendam dalam hati  saat mendengar Ibu saya melakukan hal yang sama seperti hal nya ibu-ibu lainnya di dunia. CEREWET.
Dan kini ?
Saya memang menjadi bunda yang cerewet
Tidak ingin anak dan suami bersedih dan menyesal karena saya lupa mengingatkan mereka agar menjauhi zona salah dan lupa
Jikalau ibumu masih ada dan melakukan hal tersebut, sambutlah dengan senyuman dan ucapan terimakasih
Jikalau istrimu masih disisimu, berikan senyumanmu dan berusaha lakukan apa yang telah ia katakan selama itu membawa kebaikan
Membagiakan dengan senyuman dan mengiyakan apa yang telah ia ingatkan jauh lebih dari cukup.

3 komentar:

Rendang Kemasan Pilihan Praktis Di Kala Haji

Musim Haji telah Tiba Apakah Tahun Ini Giliran Anda Untuk Berangkat Ke Baitullah? Atau Giliran Orangtua, Kerabat, Tetangga? Su...