Kamis, 05 November 2015

Bunda cerdas, pilih harta atau ilmu untuk bekal anak kita?



Kadang kita tidak menyadari saat kita bercerita tentang banyak impian-impian kita yang berbau duniawi kepada banyak orang, namun kita melupakan, sudahkah kita mengisi hati kita dengan namaNya dan sudahkah kita mengisi kepala kita dengan ilmu yang bermanfaat?
Apakah engkau yang disebut Ayah atau Bunda, satu kewajiban kita kepada anak-anak kita yaitu mengisi hati anak-anak kita dengan namaNya dan mengisi kehidupannya dengan ilmu yang bermanfaat. Mungkin, ada sebersit harapan dan jujur itu ada dalam pikiran saya, bahwa dengan kita sibuk menggali harta maka kehidupan anak-anak kita akan terjamin. Bisa jadi sih. Namun, belajar dari pengalaman bahwa dengan (melulu) uang dan harta namun kita sebagai orang tua tidak meng-Update isi kepala kita dengan berbagai ilmu yang tak lekang oleh waktu, maka percuma saja bekal harta yang kita persiapkan untuk anak.
Begitu bangganya saya ketika Ibu dan almarhum bapak seringkali memberikan banyak pengetahuan melalui cerita-ceritanya baik itu berbau tentang agama, berperilaku , bagaimana menyikapi suatu masalah , ilmu pengetahuan  dan banyak hal yang terpatri hingga hari ini. Bahkan  saat saya jelang nikah, ibu pernah berpesan bahwa meski nantinya saya mengurangi porsi bekerja saya sebagai pendidik, maka ilmu pengetahuan dan ilmu agama yang harus saya unduh ke dalam otak harus makin banyak dan diperbaharui. Mengapa? Seorang Ayah bahkan lebih-lebih seorang Ibu adalah madrasah pertama dan ensiklopedi terlengkap anak yang menentukan bagaimana kehidupan anak kelak. Menyerahkan 60-80% urusan pendidikan, sikap, perilaku kepada lembaga pendidikan bukanlah satu keputusan yang tepat karena orangtua-lah pembidik panah yang utama
Jadi bila kita terus menerus sibuk menggali dunia namun lupa menggali ilmu untuk otak kita, maka mau jadi apa kita dan anak-anak kita? Cobalah anda introspeksi diri, berapa banyak buku yang anda baca dalam seminggu? (ingat, bukan novel atau catalog belanja ya), berapa banyak ilmu positif yang anda unduh dalam sehari? Berapa banyak ilmu yang anda dapat dari beberapa pertemuan yang anda hadiri? Lalu berapa banyak ilmu yang anda dapat untuk kemudian dibagikan minimal kepada anak anda bahkan orang-orang disekitar anda. Bagikan itu meski satu ayat. Tanamkan dalam jiwa anda bahwa anda adalah Bunda cerdas yang tak hanya pandai mengurus rumah tangga dan anak  namun juga pandai mencari ilmu yang siap dibagi kepada anak dan orang-orang di sekitar anda.
Menjadi Bunda cerdas adalah satu keharusan ya. Tak hanya pandai berbicara namun tak berisi. So, jangan lelah menimba ilmu karena ibu cerdas adalah ibu yang memiliki ilmu yang berbobot. Dengan ilmu pengetahuan maka dunia akan kita genggam . dengan ilmu segalanya akan kita genggam 

3 komentar:

Rendang Kemasan Pilihan Praktis Di Kala Haji

Musim Haji telah Tiba Apakah Tahun Ini Giliran Anda Untuk Berangkat Ke Baitullah? Atau Giliran Orangtua, Kerabat, Tetangga? Su...