Sabtu, 29 Maret 2014

Jumat, 29 Maret 2013 bagaimana Agar anak Kreatif dan percaya Diri


pengalaman saya dua tahun yang lalu menjadi pelajaran penting dalam perjalanan saya mendidik anak. tak hanya pengalaman pribadi yang menjadi tambahan pengalaman bagi saya dalam mengasuh anak namun rasa yang saya alami mendapat perlakuan menyenangkan semasa kecil juga menjadi tambahan pengalaman.
inginkah anda melihat anak bisa tampil di depan forum tanpa harus mengalami demam panggung?
inginkah anda melihat anak anda bisa menghadapi teman-teman anda yang baru dikenalnya tanpa harus bersembunyi di balik punggung anda?
inginkah anda memiliki anak yang bisa merespon dengan baik lingkungan barunya
inginkah anda memiliki anak yang bisa merespon dengan baik pelajaran-pelajaran penting atau instruksi-instruksi yang ia dapatkan/
inilah egoisme seorang ibu
ia hanyalah ingin anaknya pintar namun seringkali tidak mengerti dan tidak mau tahu bagaimana membuat anak menjadi kreatif dan percaya diri? hal yang percuma apabila seorang anak dikatakan pintar dan cerdas namun tidak kreatif dan percaya diri.
tak ada yang sulit apabila kita sebagai orangtuanya mau menghabiskan waktu bersama anak dan berkomunikasi dengan anak. kedekatan anak dan kemampuan serta kebebasan anak untuk berkomunikasi dengan anda sebenarnya secara tidak langsung memupuk rasa percaya dirinya karena berarti anda mendengarkan apa yang katakan dan mengerti dengan yang ia rasakan
berikan kebebasan pada anak untuk melakukan apapun.
"mom, aku kuatir anakku celaka bila dibiarkan jatuh saat belajar sepeda"
satu pernyataan yang pernah saya dengar dari seorang ibu yang merasa khawatir dengan anakknya yang sedang belajar bersepeda. bukankah bila tak terjatuh anak tidak akan memiliki rasa hati-hati kan? so biarkanlah anak melakukan apapun , namun apabila ia mengalami kesalahan atau celaka berikan pengertian tentang arti kehati-hatian dalam melakukan segalanya.kuncinya hanya komunikasi anak dengan anda!

bagaimana mengajak anak menjadi kreatif?
jangan selalu menyediakan mainan instan untuk menjadi hadiah, sering-seringlah mengajak anak untuk membuat mainan dari benda-benda bekas yang tersedia di rumah. misalnya mobil-mobilan dari kulit jeruk dan kaleng susu bekas. membuat duplikat bentuk dari plastisin buatan sendiri yang terdiri atas tepung terigu, garam, air dan pewarna. ajak anak untuk ikut serta  mencampur bahan, selain mengasah motorik halus, interaksi anda dengan si kecil, secara langsung bisa menggali banyak hal yang diinginkan si kecil atau berbagai cerita dengan si kecil. mengajak anak untuk berusaha membuat mainan dari benda-benda yang tersedia di sekitarnya akan memupuk kreatifitas si kecil.

lalu bagaimana dengan anda?
inilah yang saya lakukan pada si kecil. perubahan yang terjadi pada anak akan terjadi di luar dugaan kita apabila kita bisa menyisihkan sedikit saja dari sekian jam kegiatan anda. kalau bukan anda siapa lagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...