Jumat, 16 Juni 2017

Mudik, lepas penat dimana?




Yang tak terhindarkan ketika melakukan perjalanan mudik dengan mengendarai kendaraan bermotor pribadi adalah rasa lelah. Entah itu rasa kantuk, penat, yang bercampur haus karena suhu udara yang kurang bersahabat selama melakukan perjalanan mudik. Baik anda yang memilih untuk melakukan perjalanan mudik siang atau malam tentunya harus memperhatikan alarm biologis tubuh untuk beristirahat. Dengan demikian kecelakaan selama masa mudik dapat diantisipasi dengan menurunkan angka kelelahan pengendara. Mengapa? Kelelahan selama mengendarai kendaraan bermotor tentunya akan menurunkan angka konsentrasi. Reflek untuk menghindar dan mengantisipasi bahaya di jalan tentunya akan lambat sehingga bisa saja membahayakan jiwa anda sekeluarga dalam kendaraan mudik bahkan membahayakan jiwa orang lain. Untuk itu sepanjang perjalanan, setelah 3-4 jam mengendarai kendaraan bermotor, sebaiknya anda meluangkan waktu untuk beristirahat sejenak di rest area. “tidur-tidur ayam” atau bahkan tidur sejenak barang 1 jam bisa cukup untuk menghilangkan kelelahan dan meningkatkan konsentrasi selama perjalanan. Lalu dimana saja anda dapat memberhentikan kendaraan dan beristirahat?
1.       Masjid/tempat ibadah
Selama musim mudik dan balik, masjid menjadi pilihan bagi pemudik motor atau mobil untuk beristirahat. Selain untuk menunaikan ibadah, istirahat, atau sekedar mengisi perut para musafir, biasanya masjid saat musim mudik tersedia air cukup dan memiliki halaman yang cukup aman untuk parkir mobil atau anak-anak bermain di halaman.

2.       Sekolah
Bila anda melalui jalur mudik/balik pantura , maka sepanjang perjalanan akan menemui banyak sekolah yang memiliki halaman cukup luas untuk parkir kendaraan. Disana juga biasanya akan tersedia sewa tikar untuk sekedar ‘selonjoran’, toilet, kantin bahkan tukang pijit pun juga ada. sama halnya dengan masjid, sekolah yang berhalaman luas tentunya relatif aman untuk parkir kendaraan dan melepaskan anak-anak bermain sehingga penatnya hilang.

3.       Rest area jalan tol
Pada rest area jalan tol yang telah disediakan oleh pengelola jalan tol tentunya telah dilengkapi oleh rumah ibadah (mushalla/masjid), toilet dan kantin. Sama hal nya apabila kita berhenti di masjid dan sekolah , maka kita mendapati kantin dan tukang pijat, namun perlu anda ketahui, disini kita tidak dapat berlama-lama. Idealnya 30 menit berhenti maka anda harus segera melanjutkan perjalanan agar pengguna jalan tol lainnya dapat menggunakan rest area jalan tol pula. Jangan sampai terjadi seperti tahun 2016 dimana rest area jalan tol palikanci hingga brexit dipenuhi oleh pemudik yang berlama-lama di sana sehingga pemudik lainnya harus menghentikan kendaraannya di sepanjang bahu jalan tol untuk beristirahat. Selain mengancam jiwa anda sekeluarga hal tersebut juga membahayakan jiwa orang lain dan tentunya MACET

4.       Jembatan timbang
Di area jembatan timbang biasanya relative sepi karena fasilitasnya yang terbatas. Misalnya toilet yang tersedia hanya 2-3 pintu, kantin yang kurang variatif bahkan dari pengalaman saya ber-mudik selama hampir 10 tahunan, tak jarang musholla nya kehabisan air. Namun , bila anda memang benar-benar lelah. Segera belokkan kendaraan anda ke area rest area jembatan timbang. Jangan tunggu lelah sangat mendera sehingga kantuk dan celaka yang menghadang.  

5.       Restoran, tempat makan
Sambil mengisi perut. (meski masih masuk bulan ramadhan, para musafir, pemudik memilih untuk tidak berpuasa dengan tujuan untuk menjaga stamina) tentunya di area ini anda dapat beristirahat sejenak. Mata yang “spanneng” karena melihat kendaraan dan kendaraan, dapat beristirahat . tak hanya mengisi perut, anda juga dapat beristirahat sejenak , meluruskan punggung di area-area yang biasanya telah disediakan oleh pemilik rumah makan. Disini pula tak jarang anda dapat pula menunaikan ibadah .

6.       Rumah warga
Halaman rumah warga yang luas biasanya akan dibuka bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk melepas lelah di teras rumah yang disediakan warga. Fasilitas disini tentunya terbatas karena memang hanya menyediakan halaman sebagai tempat parkir kendaraan sembari pemiliknya beristirahat / memejamkan mata.

7.       Hotel
Ini pilihan terakhir  saya bila bermudik dari bandung ke Malang yang menempuh jarak 1100 km-an. Biasanya saya akan menghentikan kendaraan di tengah perjalanan antara bandung –malang ketika senja telah terlihat. Tempat favorit saya sih Kudus dan selama Ini memang selalu memilih bermalam di kudus dimana banyak hotel yang cukup bersahabat untuk pemudik yang membawa keluarga baik dari segi harga maupun fasilitas. Istirahat semalam untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya jauh lebih aman untuk menjaga stamina. Bagaimana dengan anda? Bila memungkinkan juga dapat memilih cara saya ini. Anggaplah mudik ini rekreasi, dibawa bahagia, alhasil kelelahan berat sirna dan kita tetap segar tiba di rumah sanak saudara. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...