Sabtu, 26 April 2014

Anak saya tidak Nakal Loh..hanya…..(1)




Belajar dari kejadian beberapa kemarin saat seorang anak teman satu sekolah putra sulung saya, memukul seorang temannya hingga terluka (luka dalam) dan ini memang bukan satu-satunya kejadian yang dianggap luar biasa.
            Ada beberapa kejadian yang membuat beberapa temannya kesakitan hingga datanglah tangis teman-temannya. Tak hanya itu, banyak kejadian yang merupakan akibat dari sikap-sikap anak ini cukup membuat geleng-geleng kepala orang tua murid lainnya. Mulai dari minuman tumpah, mainan yang sengaja dihambur-hamburkan hingga berantakan bahkan hampir saja tertabrak kendaraan bermotor hanya karena ucapan, himbauan bahkan peringatan yang datang dari kami yang terdengar olehnya hanyalah angin lalu. Banyak kalimat peringatan yang akhirnya harus keluar dari orangtua bahkan orangtua lainnya ternyata hanyalah dianggap gertak sambal dan berlalu begitu saja bagi si “ujang” begitu saja kita menyebutnya.
            Nakal?
            Bengal?
            Pusing dengan sikapnya? Tentu
            Melelahkan? Pasti !
            Apakah penyebabnya?

            Bisa jadi ada kesalahan dalam tehnik pengasuhan anak. Seringkali bila anak meminta, tantrum, merengek memohon agar orang tua mengabulkan permintaannya menunggu anak hingga menangis meraung-raung hingga berguling-guling dilantai. Dibiarkan saja atau menuruti permintaannya? Seringkali kebanyakan orangtua akan segera mengabulkan permintaan si anak karena tak tahan dengan puluhan pasang mata yang memandang kita membiarkan si kecil menangis meraung-raung. Lalu bagaimana mengatasinya.? Saya bukanlah ahli parenting, sayapun pernah mengalami hal yang sama. Hal yang pernah saya lakukan untukk mengatasi hal tersebut adalah perlahan membawa si kecil di tempat yang cenderung sepi. Membiarkan beberapa pasang mata menghakimi tindakan saya adalah hal yang sudah biasa saya alami. Mengajak si kecil berbicara dari hati ke hati, berjongkok atau bersimpuh dengan tujuan agar tatapan mata kita sejajar dengan mata anak kemudian bertanya tentang keinginannya, mengajukan opsi atau alasan kita tidak mengabulkan permintaannya dengan suara yang stabil mendatar adalah salah satu cara ampuh meluluhkan dan menghentikan tangisannya. Mengapa? Cara ini saya adopsi dari ilmu yang saya dapat saat kuliah dahulu. Dengan cara tersebut anak merasa bahwa posisi kita sama, anak merasa dihargai dan tidak dipermalukan karena kita mau mendengarnya bukan memarahinya saat itu juga dihadapan banyak orang.jangan lupa berikan ciman dan pelukan bila anak berhasil mengatasi tantrumnya. itu adalah hadiah yang jauh lebih berharga daripada sesuatu barang yang dimintanya. Lalu bagaimana bila akhirnya anak justru makin menjerit dan membentak kita? lanjut di edisi selanjutnya ya..

1 komentar:

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...