Minggu, 19 Februari 2017

Tips-Trik Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak





Gadget rasanya sudah menjadi kebutuhan di sekitar kita. Tak hanya Ayah, Bunda bahkan ada banyak anak-anak yang sudah diberi kebebasan untuk memiliki gadget sendiri oleh orang tuanya. Kalaulah gadget tersebut digunakan sesuai kebutuhannya, misalnya untuk mendukung sebagai salah satu sumber belajar pada anak, mungkin tak jadi masalah. Namun, apabila penggunaan gadget tersebut membuat anak menjadi susah belajar, susah “mendengar” panggilan orang tua, “susah” bersosialisasi dengan teman sebayanya, bahkan susah untuk mengatur aktivitasnya sehari-hari hanya karena asyik dengan teman barunya yang bernama “gadget”, maka kita wajib waspada. 

Kalaupun ia menggunakan gadget untuk bermain game seharian, mungkin kita masih bisa mengalihkannya perlahan ke permainan nyata atau aktivitas lainnya. Lalu, kalau ternyata anak kita sudah mulai kecanduan gadget hanya karena bebas untuk mengunduh atau menyaksikan video yang berbau kekerasan dan umbar aurat, apakah kita dapat memperbaiki memori anak terhadap tampilan tersebut? Tentu tidak! Kerusakan tersebut permanen, karena akan menetap terus dalam memori anak..

 Yuk Ayah, Bunda…cegah anak kecanduan gadget. Ada beberapa tips dibawah ini yang saya dapatkan dari pengalaman pribadi. Beberapa hal tersebut adalah :
1.      Bekali anak dengan Iman
Semenjak ia mulai mengerti perbedaan jenis kelamin saya memang membekali anak dengan batas-batas yang harus dipahami dan dipatuhi. Jelaskan secara ilmiah dan ditinjau dari sisi agama mengapa harus demikian. Kalau saya sih selama ini menjelaskan kepada anak batas aurat pria dan wanita. Mana yang boleh dilihat dan mana yang tidak boleh dilihat. Ketika melanggarnya maka tanggung jawab kita adalah hanya kepada Tuhan, bukan takut kepada saya atau ayahnya sebagai orangtuanya. Alhasil ketika main game di gadget yang kadang-kadang melintas iklan yang menyajikan aurat wanita, ia akan meletakkan dan menghentikan permainan. Ajarkan tanggung jawab menjaga imannya sedikit demi sedikit.
2.      Jangan beri anak Gadget
Kalau sesekali bermain gadget sih buat anak saya boleh-boleh saja. Dengan catatan :
Status dari gadget tersebut didepan anak-anak tetap milik anda, sehingga ketika gadget tersebut dipakai statusnya pinjam pakai. Itupun dengan jadwal yang sudah disepakati sebelumnya. Misalnya : saya memberlakukan aturan boleh pinjam pakai di hari sabtu mulai pukul 07.00 – Minggu pukul 15.00. harus disiplin - Konsisten. Nah diwaktu yang disepakati biasanya akan diajak beraktifitas, misalnya jalan-jalan, main sepeda atau hanya sekedar bermain dengan teman-temannya. Alhasil paling-paling Cuma bisa ada waktu 1-2 jam selama hari sabtu minggu pegang gadget. Itupun tetap dengan pengawasan. Kurangi perlahan frekuensi bermain gadget,  Lama-kelamaan anak akan asyik dengan kegiatan diluar permainan gadget alias lupa.bagaimana kalau anak tantrum? beri pengertian bagi anak untuk konsisten terhadap aturan yang sudah disepakati sebelumnya.
3.      Ajak anak memiliki kegiatan lain selain bermain gadget
Saya memang tipe ibu-ibu galak dengan jadwal anak. Semua tak lain dengan tujuan anak belajar disiplin, punya waktu istirahat sesuai dengan usianya (mungkin karena saya pernah baca bahwa anak yang kurang waktu istirahatnya akan berpengaruh pada kelelahan tubuh dan otak, di Jepang aja diberlakukan wajib tidur siang bagi pelajar dan pekerja selama 1 jam untuk menekan kelelahan otak dan stroke). Jadi anak boleh main kalau sudah mengerjakan PR, dan beristirahat cukup. Mainnya sih nggak jauh-jauh , toh hanya bermain bola, sepeda, petak umpet, main lego  bersama teman-temannya sekomplek. Atau yang seringkali kita lakukan baca buku, jalan-jalan ke mall dan tentunya ke toko buku. Wah….ini memang hobi favorit anak. Jadi kalau ia punya hobi yang positif harus didukung ya, karena hobi positif inilah yang bisa menekan keinginan mereka main gadget.
4.      Beri reward
Reward? Hmm reward jangan keseringan ya…perlu dijadwalkan untuk memberikan penghargaan atas anak yang telah susah payah menekan hasrat bermain gadget. Kalau saya sih nggak susah-susah, biasanya si kecil minta dibelikan buku bacaan, atau makan di resto atau rekreasi atau hanya sekedar minta dibuatkan resoles buatan saya sendiri…mudah kan.
5.      Jadilah panutan
Jangan sampai kita melarang main gadget, tapi saat bermain dengannya atau baca buku dengannya kita asyik pegang hape. Boleh pegang gadget tapi tetap perhatikan aktivitasnya, ceritanya, atau bahkan keluhannya.

So….siapkah ayah bunda menghindarkan kecanduan gadget dari kehidupan si kecil? Ayo ….nggak susah kalau kita punya niat dan lakukan!

Semoga sukses ya Ayah, Bunda, Mama, Papa, Abi, Umi….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...