Senin, 13 Juni 2016

Rindu wanita hebat sepertimu



Kadang kita tidak menyadari, ketika kita sibuk mengagumi orang lain, ternyata ada orang-orang yang sebenarnya dekat dengan kita dan mereka juga (sangat) HEBAT. Kali ini saya bercerita tentang wanita yang hebat dan sangat hebat di mata saya.
Masa kecil saya banyak dilalui bersama beliau. Begitu banyak ketrampilan yang beliau miliki membuat saya tak henti untuk berdecak kagum dan berusaha untuk mengikuti jejaknya.
Seringkali saat saya bersama beliau, tak hanya mengamati kegiatannya sehari-hari. Banyak sekali obrolan berbagi pengalaman menjadi pelajaran berharga untuk saya.
Dulu…..saat itu sejak saya masih duduk di bangku kelas 2 SD seringkali memperhatikan di kala senggangnya terampil menggerakkan gunting memotong kain dan tak sampai setengah hari menjadi potongan kebaya. Aih…sampai hari ini pun aku BELUM bisa mengikuti jejakmu menjahit pakaian dalam tempo setengah hari. “jadi perempuan itu harus bisa motong baju, nanti bisa mbikin baju anak-anaknya” . kalimat itu begitu dalamnya tertanam dalam memoryku. Walah…boro-boro..membuat satu pakaian butuh satu-dua minggu. Maklumlah..banyak pekerjaan domestic (halah alasan) ha ha ha
Di lain waktu, saya mengikuti kegiatan beliau meracik jamu, lulur, bedak dingin dan dupa pengantin. Dengan tangan yang sangat terampil, beliau pintar mengumpulkan receh demi receh dari keuntungan membuat jamu, lulur, bedak dingin dan dupa pengantin. Beliau tak pernah pasang iklan , hanya mengandalkan getok tular.  Sampai saat ini aku belum bisa mengikuti jejakmu. Aku hanya bisa mempraktekkan resep rahasia lulur dan bedak dingin yang setahun sebelum sepeninggalmu kau paksakan aku untuk mencatatnya. Aih jadi teringat kalau saya sering memainkan timbanganmu saat sibuk memenuhi pesanan jelang “musim” nikah. Tapi sungguh Yang, aku sudah bisa bikin lulur Madura resep rahasiamu..wanginya awet Yang.
Di lain waktu lagi, saya mengikuti beliau di dapur. Meracik segala macam jenis makanan yang sangaaat lezat. Bahkan saya masih ingat pembicaraan almarhum bapak dan beliau yang memuji masakan beliau yang sangat lezat, bahkan sampai-sampai saat almarhum bapak menjamu tamu-tamu yang notabene anggota DPR, mereka request harus masakan beliau. Sungguh makanan apapun yang beliau masak sangat lezat apalagi kalau sudah memasak Gule sapi atau kambing, Sate, Sop Kaki, Soto Daging atau ayam, Krengsengan, beliau jagonya. Yang, aku masih ndak telaten bikin gule. Meski berhasil bikin orang ketagihan tapi sungguh Yang, capek banget bikinnya. Eyang dapet energy darimana sih, kok bisa bikin gule sampe 100-200 porsi belum lagi satenya, krengsengan yang ngangenin itu loh Yang. Jadi kangeeenn banget Yang.Krengsengan  Eyang itu endesss banget ngga ada tandingannya. Aku pake resep Eyang tapi yang ngulekin bumbunya itu banyak tangan.

Soal hubungan mertua-menantu? Beliaulah mertua yang yang terbaik. Seringkali ada yang beranggapan bahwa almarhum bapak adalah anak  kandungnya. Salah ! beliau adalah mertua dari almarhum bapak. Beliau yang lebih menomorsatukan menantunya daripada putrinya sendiri.  keakraban beliau dan almarhum bapak saat itu yang aku rindukan. Sering duduk berdua ngobrol sementara ibu mengurus aku dan adik-adik. Renyah sekali mendengar obrolanmu. Sesekali terdengar suara almarhum bapak terbahak bahak. Begitu terpukulnya engkau ketika bapak berpulang terlebih dahulu. Kesedihan yang amat sangat, kehilangan yang amat sangat, sampai  ketika keranda almarhum bapak dinaikkan ke ambulance, beliau tidak mau jauh dari jenasah bapak saat itu.

Hubungan dengan cucu?
Kebetulan saya punya waktu yang jauh lebih banyak dengan beliau. Tidur di sebelahnya selalu aman. Sebelum tidur cek absen shalat dan harus setor hafalan surat. Ada banyak Cerita tentang nabi-nabi sebagai pengantar tidur, fiqih wanita  dan yang ditekankan sebulan sebelum beliau berpulang adalah cerita tentang bagaimana seorang perempuan yang harus menutup aurat dan menjaga kehormatannya. Ah jadi ingat waktu saya diapeli pacar untuk pertama kalinya. Eyang duduk mengaji dekat ruang tamu, setiap kali pacar menggeser duduknya mendekati saya, suara beliau diperkeras sembari berdehem…bahkan pernah sekali saat pacar datang, eh beliau malah duduk mengajak ngobrol pacar . halaaaahhhh…..sukses bikin aku manyun Yang. Tapi bener Yang, kehormatan perempuan itu harus dijaga dan salah satunya dengan cara menjaga pergaulan kita.

Tapi sungguh Yang, Engkau adalah guru, Eyang putri, mbah putri , perempuan sangattt hebat , terlahir tunggal yang mandiri, mampu mendampingi anak cucunya dengan penuh cinta hingga akhir hayatnya. Cinta itu yang membuatku sangat merindukanmu dan menyadari bahwa saya menjadi seperti saat ini tak lepas dari dukunganmu, peranmu dan doa-doamu yang tulus untuk anak cucumu. 
Terimakasih Ya Eyang Putri R.Ay Kusbandiyah …. 

"Bismillahirrahmanirrahim"

Alhamdulillahi rabbil alamin ,Arrahmaanirrahiim ,Maaliki yaumiddiin, Iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin,
Ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin, aamiin

2 komentar:

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...