Selasa, 03 Mei 2016

terpaksa harus menegur



fasilitas trotoar di bandung timur memang tidak sebaik di tengah kota bandung seperti sepanjang jalan riau. namun trotoar tentu menjadi sahabat pejalan kaki apabila tidak digunakan seenaknya oleh pengendara kendaraan bermotor untuk menghindari kemacetan, melawan arus atau bahkan parkir.

sore tadi ketika saya bergandengan tangan dengan si kecil (ceritanya jalan-jalan sore sepulang sekolah), tiba-tiba saja lengan saya tersenggol spion sepeda motor yang hendak melawan arus karena malas melalui jalur tengah. selain terasa sakit tentunya sedikit terkejut karena anggota tubuh tersenggol kendaraan yang melaju tidak pada tempatnya

seketika saya tarik tas ranselnya (karena yang terjangkau oleh saya hanya tas ranselnya) kemudian saya tegur dengan keras untuk turun dari trotoar.

responnya ?

cengar cengir saja saudara saudara bahkan bersama penumpangnya cenderung mentertawakan saya . rasa malu dan tunduk pada aturan sudah tidak dimiliki oleh banyak pengendara kendaraan bermotor yang "sakaw" melanggar.

sayangnya saya tidak sempat memotretnya ( namun yang pasti akan terekam di cctv salah satu bank tempat terjadinya perkara --sssttt perkara, ceileh ) . saya hanya memperhatikan seragam yang mereka gunakan berlogo tiga huruf mati , perusahaan penyedia energi berlambang kilat.

sesaat ia memang sempat keluar dari jalur trotoar, namun ketika saya melangkah beberapa meter dan tak menghiraukannya ternyata "BELIAU" kembali lagi menaikkan sepeda motornya melewati trotoar agar dapat melawan arus.

aih, status pegawai BUMN ternyata tak membuat ia menjadi merasa memiliki negara ini dan menaati aturan serta tenggang rasa pada pejalan kaki.

2 komentar:

  1. Gemesssss banget kalo ketemy tipe pengendara seperti ini, samah tapi nggak merasa salah. Malah justru menertawakan kita, duh aku kok ikutan gemes mba.

    Mana mba lagi jalan2 bersama si kecil, untung gpp ya. Kan gitu tu selain membahayakan dirinya sendiri, orang lain juga >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang makin banyak mbak , so pejalan kaki harus makin gencar menjaga haknya dan saat ketika kita (terlebih saya) menjadi pengendara kendaraan bermotor harur tenggang rasa terhadap pengguna jalan lainnya. intinya kesadaran atas diri terhadap lingkungan. terimakasih ya

      Hapus

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...