Rabu, 26 November 2014

keberkahan akan kita raih dengan keikhlasan

di tahun 97 saya memulai bekerja sebagai guru SD meski dengan upah 50 ribu/bulan Dan itu saya jalani hingga tahun 2004 dengan upah meningkat hingga 100 ribu/bulan. rugikah saya? TIDAK
bila mengingat  pada masa itu rasanya tidak percaya bila saya bila melakoninya.
kecintaan saya pada anak-anak dan dunia pendidikan mengalahkan keinginan memiliki gaji, upah atau honor seperti rekan kerja yang lain. bahkan seringkali bila saya mendapati murid bimbingan mendapatkan nilai rendah, saya menawarkan diri untuk memberikan beberapa saat waktu luang untuk les bagi mereka tanpa biaya apapun.alias gratis.

memang...ada beberapa teman yang mengatakan "rugi mbak...ngelesi anak orang nggak mbayar"
di benak saya saat itu hanyalah ingin memberikan kebahagiaan bagi anak didik saya saat ia berhasil mendapatkan nilai baik dengan jerih payahnya sendiri. saat itu saya bepikir tak ada ruginya saya memberikan jam tambahan di luar jam sekolah bagi anak-anak yang nilainya kurang, yah anggap saja saya sedang membangun rumah di surga, menata batanya satu persatu dengan merangkai kata dan angka agar anak didik tak lagi kesulitan menghadapi pelajaran.




lagipula saat saya kuliah, biaya pendidikan sudah tercukupi dari beasiswa dan pemasukan dari jasa terjemahan bahasa yang saya terima. jadi saya sudah mendapatkan rezekinya dari celah yang lain.

ya semua akan terasa ringan bila menikmatinya apalagi profesi guru SD saya saat itu yang membukakan jalan sehingga saya akhirnya menekuni profesi dosen hampir 13 tahun lamanya. perlahan namun pasti sedikit demi sedikit rezki yang saya terima jauh lebih dari cukup semenjak saya menekuni profesi dosen. mengajar di SD adalah bonus dari Allah agar saya mengelola waktu belajar, kuliah, bekerja, beribadah, bersantai dan bersabar. mengapa? bukankah profesi dosen jauh lebih mudah? siapa bilang? bila mengajar SD saya hanya dihadapkan pada anak-anak yang menangis putus asa tak bisa membaca, atau berhitung, mengajar tanpa sela bantahan, namun dengan menjadi dosen maka saya harus siap dimusuhi mahasiswa karena memang salah satu mata kuliah yang saya ampu menekankan disiplin. dosen killer? iya kali ya. menjadi dosen juga harus siap dibantah oleh mahasiswa, mahasiswa kritis akan selalu ada disetiap kelas yang siap menghadang proses belajar mengajar . OMG ...

but...semua akan terasa ringan bila kita mencintai profesi tersebut, sedikit banyaknya penghasilan yang kita terima akan berkah bila kita ikhlas melakukannya daannnnn  tentunya bila kita mencintai profesi tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...