Rabu, 29 Oktober 2014

belajar dari masa lalu (Bullying @ school)

tiga puluh tahun yang lalu.......
saya hanyalah anak yang pendiam, pemalu dan parahnya karena pendiam dan pemalu, saya cenderung dianggap bodoh  bahkan hingga kelas 6 SD saya seringkali dijadikan sasaran bullying beberapa teman SD...(hmmm...ingatkah mereka?)

jujur, bahkan hingga hari ini saya merasa sangat sedih bila mengingat kejadian tersebut.
mulai dari kehilangan alat tulis satu set atau barang-barang yang lain, sepatu yang disembunyikan, kedua ban sepeda angin saya yang dikempeskan, ditendang, diludahi, dikunci di kamar mandi bahkan dimusuhi oleh beberapa teman.

kedudukan dan posisi almarhum bapak saya saat itu memang cukup baik sehingga otomatis kehidupan kami sehari-hari dapat dibilang sangat baik. saya mendapatkan fasilitas, barang dan perlakuan yang sangat baik dari sekolah. namun, itulah  yang mungkin menjadi satu sumber masalah sehingga saya menjadi sasaran bullying teman-teman.rasanya ada beberapa teman yang sengaja memusuhi karena saya memiliki barang-barang yang cukup baik kualitasnya, dipercaya guru untuk mengikuti beberapa kompetisi seni dan menulis sebagai wakil dari sekolah.

tak pernah sedikitpun saya menceritakan kejadian kejadian tersebut karena ibu dan bapak saat itu sudah sangat sibuk dengan pekerjaannya.
hanya dengan menangis, membaca dan menerima hadiah dari beberapa kompetisilah saya dapat menghibur diri.
dari kejadian tersebut, saat ini saya belajar banyak ketika Fadhiil juga seringkali mendapat bullying dari teman-temannya.

mungkin saya terlalu lebay bila mengganggap intimidasi sekelompok teman-teman fadhiil berupa merampas bekal sekolah, merampas buku dan menyobeknya, mengambil paksa beberapa alat tulisnya dan menyakiti fisik fadhiil masuk dalam bullying

Masa sih? apa bisa bocah kelas 1 SD bisa melakukan hal tersebut?
namun pengalaman saya di masa lalu ikut memperkuat alasan saya untuk sengaja mengikuti aktivitas fadhiil meski dari kejauhan.
perkembangan teknologilah yang turut berkontribusi terhadap tindak tanduk anak di masa kini.
komunikasi dan kerjasama yang baik antara guru, murid dan orang tualah yang akan meminimalisir kejadian serupa pada anak kita di waktu yang lain.

dukungan dari guru dan orangtualah yang akan membentuk anak dengan cap pendiam, pemalu dan bodoh menjadi seseorang yang terampil berkomunikasi, memiliki empati dan berprestasi.

belajar dari masa lalulah yang membentuk saya untuk merubah anggapan tersebut
apakah saya masih dianggap pendiam dan pemalu ketika profesi dosen saya pilih? OMG berbicara di depan mahasiswa bukanlah hal yang mudah perlu ketrampilan public speaking dan keterampilan berbagi ilmu.
atau ...masihkah saya dianggap si klemar klemer ketika saya bisa menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur PMDK + beasiswa dan studi lanjut dengan besiswa penuh?

so Dont Judge a book By a cover

itulah yang saya tanamkan pada Fadhiil putera semata wayang saya. percaya diri. percaya diri dan berusaha selalu berbuat baik meski mendapat bullying dari beberapa temannya. tetap belajar membela diri namun dengan elegan. tunjukkan dengan prestasi dan sikap yang baik....yang kuat ya Cong...

1 komentar:

Rendang Kemasan Pilihan Praktis Di Kala Haji

Musim Haji telah Tiba Apakah Tahun Ini Giliran Anda Untuk Berangkat Ke Baitullah? Atau Giliran Orangtua, Kerabat, Tetangga? Su...