Selasa, 14 Januari 2014

menempa sikap anak dengan bacaan, dukungan dan kalimat positif


Masa kecil yang diasah dengan pengalaman bersosialisasi berpindah dari satu kota ke kota lain, menempa saya untuk harus kuat berada di kondisi apapun. Benarkah? Rupanya tidak, adanya perbedaan suku yang sempat dipermasalahkan oleh seseorang sempat membuat saya goyah.menangis pasti! Sempat ada penyesalan mengapa saya tinggal di sini, mengapa saya pindah ke kota ini? Namun itulah perjuangan. Mengembalikan semangat saya untukk terus bertumbuh dan menularkan kepada si kecil adalah satu keharusan. Saat si kecil sering mengadu karena menjadi bahan olokan teman-temannya akibat tak update berita tentang permainan playstation, saya tetap mendukungnya. Saya mengatakan kepada si kecil, bahwa kondisi apapun, siapapun dan apa yang dimiliki orang lain, tidak boleh merubah sikapnya untuk berteman dengan siapapun. Kita tidak boleh memilih teman,  yang perlu kita lakukan adalah memilah teman mulai dari cara bersikap, cara bertutur kata dan sopan santun kepada orang yang lebih tua. Tak hanya melalui cerita namun juga beberapa bacaan yang kita baca bersama kemudian dibahas. Melatihnya mengucapkan kalimat positif sejak usia 3 tahunan ternyata telah membuahkan hasil.
            Cara ini sangat ampuh sehingga saya sering mendapat laporan dari guru bahkan melihat langsung apabila ia menemui teman yang selalu ingin mengganggu, menemui teman yang sedang bertengkar, ia tampil sebagai penengah dengan kalimat-kalimat yang menyentuh hati. So sweet sayang..dibalik kemanjaanmu ternyata apa yang saya dan ayahnya tanamkan melalui kata-kata dan bacaan-bacaan yang sering kita bahas bersama sudah ada hasilnya.
Mudah-mudahan kedepannya makin menjadi anak sholeh ya sayang…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya geng “teman” itu Mahal?

Pernah nggak merasakan masa masa sma punya geng yang seru abis? Mau ngumpul tinggal janjian makan di kantin sekolah Mau seru...