Sabtu, 01 Oktober 2016

Muhasabah - hargai apa yang kau ambil dan kau makan



Ambillah secukupnya, masih banyak orang yang tidak dapat menikmati hidangan sepertimu




 

sering sekali menemui saat berada di acara acara yang menyuguhkan makanan secara prasmanan. menggambil nasi menggunung, lauk pauk memenuhi piring, belum lagi disisi yang lain kerupuk dan 1-2 buah pencuci mulut. Malu-kah mereka? Justru tidak. Dengan bangganya mereka membawa makanan tersebut ke sebuah sisi entah sambil duduk, berdiri (hmmm…nanti kita bahas dampak negatif menyantap makanan sambil berdiri), berbincang dengan teman atau kerabat, belum lagi diwarnai suara suara kecapan di mulut ( tentunya mengganggu dan tak mengindahkan manner dalam menyantap suatu makanan). Terhenti begitu sajakah? Tentu tidak


ada banyak “pelaku” yang ternyata tidak menghargai, tidak empati terhadap orang lain yang mungkin saat itu tidak ditemuinya yang merasakan begitu susahnya mendapatkan sebutir nasi. Mengapa? Kebiasaan yang benar-benar harus dirubah oleh orang-orang yang merasa bahwa mereka adalah undangan, berhak mengambil sesuka mereka, mengambil berlebihan dengan penuh nafsu, namun ternyata entah merasa telah kenyang, tidak cocok dengan citarasa masakan yang disajikan atau tergoda oleh makanan makanan lain yang disajikan sehingga makanan yang diambilnya ternyata masih banyak tersisa. Dengan mudahnya menyimpan piring bekas makanan dibawah kursi tempat duduk , atau bahkan terkadang tersembunyi di balik meja, tanaman dan sebagainya. Apakah anda pernah melakukan hal itu?


Memang terlihat sepele……

Namun, coba bayangkan saat piring-piring bekas makan itu dikumpulkan dan dibersihkan, ada berapa banyak nasi yang dikumpulkan

Ada berapa banyak lauk pauk yang terbuang


Bayangkanlah…

Apabila makanan makanan yang terbuang itu bersih dan bukan makanan bekas para undangan , ada berapa banyak fakir miskin yang dapat menikmati makanan yang lezat itu?


Bukan karena kita tak sopan jika mengambil hidangan secukupnya


Bukan karena rakus karena usai makan, piring licin tandas tak bersisa


Bukan karena tak sopan jika menandaskan makanan yang telah kita ambil (informasi ini saya dapatkan langsung di suatu daerah, hal ini sudah menjadi budaya bahwa menghabiskan makanan saat diundang makan pesta sungguh tidak sopan, jadi undangan harus menyisakan nasi/lauk di sisi piringnya .)


Namun, karena usaha kita untuk membiasakan diri tetap mengingat bahwa ada banyak orang di luar area undangan atau makan-makan , jauh lebih membutuhkan makanan-makanan lezat itu. 

 Yuk, kita mulai dari diri kita.

Ambil secukupnya

Ambil yang benar-benar menarik hati
ambillah yang cocok di lidah

Dan tentunya habiskan apa yang telah diambil. Bertanggung jawablah atas makanan yang telah anda ambil sebelumnya

Rabu, 28 September 2016

Senyuman dan doa



Terkadang kita lupa..
bahwa kesuksesan kita bukanlah murni dari apa yang telah kita lakukan
Ada banyak doa tulus yang mungkin telah diberikan oleh orang tua, saudara, orang lain, teman-teman, sahabat, guru atau bahkan anak-anak kita yang mengantar dan memudahkan jalan kita melalui permohonannya kepada sang Pemilik Hidup agar kita senantiasa diberi kemudahan, kebahagiaan dan kesuksesan
Ada banyak senyuman yang memberikan kekuatan ketika kita lemah, lelah dan rasanya ingin berlari dari kesulitan yang menghadang
Ada banyak dukungan yang mungkin dirasa oleh kita remeh  meski itu  hanya sekedar membersihkan meja kerjanya, membuatkan segelas teh hangat, mencucikan pakaian yang kotor, membersihkan bekas tidur sehingga nanti kita bisa melabuhkan lelah di atas tempat tidur yang bersih, atau bahkan sekedar menemaninya dan tetap mendampinginya ketika saat saat sulit itu tiba
Lihat dan lihatlah ia
Meski ia sedang merangkak dan hanya bisa mengatakan ‘ mama, ayah atau pap…..kita tak pernah tahu apa yang ada di hatinya. Mungkin saja ia berharap dan memohon kepada Sang Pemilik Dunia seisinya agar menghadirkan orangtua disisinya dengan penuh cinta
Atau
Nun Jauh disana…..meski kau tak dapat menggenggam erat tangannya, memeluk tubuhnya. Yakinlah ada doa orang tua yang selalu mengantar langkah kita kemanapun tujuannya
Tak ada yang sulit bila engkau mau dan memiliki niat untuk berterimakasih atas doa-doanya ketika saat ini engkau dapat berdiri tegak dan bangga atas dirimu

Senyum dan doa-mu tentunya akan jauh lebih berharga daripada apapun di dunia ini..
Lakukanlah yang kamu bisa meski itu hanya berupa senyuman dan doa

Rabu, 07 September 2016

Be Your Self

jadilah dirimu sendiri
ketika kita bersosialisasi dengan orang lain, mungkin satu atau dua sikap kita berubah mengikuti beberapa orang terdekat kita. sesekali tak apa lah, namun tetap kembali menjadi dirimu sendiri.
janganlah terlalu bernafsu mengikuti arus. aih...temanku cantik sekali pakai dress pinquin. lalu anda mau ikutan? lihatlah dulu apakah postur tubuh anda sesuai? pertimbangkan
mau jadi sosialita? namun jadi beban baik itu finansial, waktu, penampilan. masih mau ikut? pertimbangkan
pikirkan mana yang manfaat dan mana yang mudharat. ketika kita berlagak dibalik topeng dan enggan melepaskannya karena takut kehilangan teman, maka sesungguhnya anda telah kehilangan diri anda sendiri.
so , jadilah dirimu sendiri
pikirkan tindakanmu, mudharat atau manfaat
menyenangkan sesaat, menyesakkan ?
berlagak di balik topeng seringkali justru menyakiti orang-orang disekitar kita karena hanya kata "ingin menyenangkan, ingin dianggap ada, ingin selalu memiliki banyak komunitas, ingin dianggap gaul, ingin dianggap ada dan segala ingin yang sebenarnya anda tidak memilikinya
menjadi diri sendiri itu jauh lebih nikmat

Senin, 13 Juni 2016

Rindu wanita hebat sepertimu



Kadang kita tidak menyadari, ketika kita sibuk mengagumi orang lain, ternyata ada orang-orang yang sebenarnya dekat dengan kita dan mereka juga (sangat) HEBAT. Kali ini saya bercerita tentang wanita yang hebat dan sangat hebat di mata saya.
Masa kecil saya banyak dilalui bersama beliau. Begitu banyak ketrampilan yang beliau miliki membuat saya tak henti untuk berdecak kagum dan berusaha untuk mengikuti jejaknya.
Seringkali saat saya bersama beliau, tak hanya mengamati kegiatannya sehari-hari. Banyak sekali obrolan berbagi pengalaman menjadi pelajaran berharga untuk saya.
Dulu…..saat itu sejak saya masih duduk di bangku kelas 2 SD seringkali memperhatikan di kala senggangnya terampil menggerakkan gunting memotong kain dan tak sampai setengah hari menjadi potongan kebaya. Aih…sampai hari ini pun aku BELUM bisa mengikuti jejakmu menjahit pakaian dalam tempo setengah hari. “jadi perempuan itu harus bisa motong baju, nanti bisa mbikin baju anak-anaknya” . kalimat itu begitu dalamnya tertanam dalam memoryku. Walah…boro-boro..membuat satu pakaian butuh satu-dua minggu. Maklumlah..banyak pekerjaan domestic (halah alasan) ha ha ha
Di lain waktu, saya mengikuti kegiatan beliau meracik jamu, lulur, bedak dingin dan dupa pengantin. Dengan tangan yang sangat terampil, beliau pintar mengumpulkan receh demi receh dari keuntungan membuat jamu, lulur, bedak dingin dan dupa pengantin. Beliau tak pernah pasang iklan , hanya mengandalkan getok tular.  Sampai saat ini aku belum bisa mengikuti jejakmu. Aku hanya bisa mempraktekkan resep rahasia lulur dan bedak dingin yang setahun sebelum sepeninggalmu kau paksakan aku untuk mencatatnya. Aih jadi teringat kalau saya sering memainkan timbanganmu saat sibuk memenuhi pesanan jelang “musim” nikah. Tapi sungguh Yang, aku sudah bisa bikin lulur Madura resep rahasiamu..wanginya awet Yang.
Di lain waktu lagi, saya mengikuti beliau di dapur. Meracik segala macam jenis makanan yang sangaaat lezat. Bahkan saya masih ingat pembicaraan almarhum bapak dan beliau yang memuji masakan beliau yang sangat lezat, bahkan sampai-sampai saat almarhum bapak menjamu tamu-tamu yang notabene anggota DPR, mereka request harus masakan beliau. Sungguh makanan apapun yang beliau masak sangat lezat apalagi kalau sudah memasak Gule sapi atau kambing, Sate, Sop Kaki, Soto Daging atau ayam, Krengsengan, beliau jagonya. Yang, aku masih ndak telaten bikin gule. Meski berhasil bikin orang ketagihan tapi sungguh Yang, capek banget bikinnya. Eyang dapet energy darimana sih, kok bisa bikin gule sampe 100-200 porsi belum lagi satenya, krengsengan yang ngangenin itu loh Yang. Jadi kangeeenn banget Yang.Krengsengan  Eyang itu endesss banget ngga ada tandingannya. Aku pake resep Eyang tapi yang ngulekin bumbunya itu banyak tangan.

Soal hubungan mertua-menantu? Beliaulah mertua yang yang terbaik. Seringkali ada yang beranggapan bahwa almarhum bapak adalah anak  kandungnya. Salah ! beliau adalah mertua dari almarhum bapak. Beliau yang lebih menomorsatukan menantunya daripada putrinya sendiri.  keakraban beliau dan almarhum bapak saat itu yang aku rindukan. Sering duduk berdua ngobrol sementara ibu mengurus aku dan adik-adik. Renyah sekali mendengar obrolanmu. Sesekali terdengar suara almarhum bapak terbahak bahak. Begitu terpukulnya engkau ketika bapak berpulang terlebih dahulu. Kesedihan yang amat sangat, kehilangan yang amat sangat, sampai  ketika keranda almarhum bapak dinaikkan ke ambulance, beliau tidak mau jauh dari jenasah bapak saat itu.

Hubungan dengan cucu?
Kebetulan saya punya waktu yang jauh lebih banyak dengan beliau. Tidur di sebelahnya selalu aman. Sebelum tidur cek absen shalat dan harus setor hafalan surat. Ada banyak Cerita tentang nabi-nabi sebagai pengantar tidur, fiqih wanita  dan yang ditekankan sebulan sebelum beliau berpulang adalah cerita tentang bagaimana seorang perempuan yang harus menutup aurat dan menjaga kehormatannya. Ah jadi ingat waktu saya diapeli pacar untuk pertama kalinya. Eyang duduk mengaji dekat ruang tamu, setiap kali pacar menggeser duduknya mendekati saya, suara beliau diperkeras sembari berdehem…bahkan pernah sekali saat pacar datang, eh beliau malah duduk mengajak ngobrol pacar . halaaaahhhh…..sukses bikin aku manyun Yang. Tapi bener Yang, kehormatan perempuan itu harus dijaga dan salah satunya dengan cara menjaga pergaulan kita.

Tapi sungguh Yang, Engkau adalah guru, Eyang putri, mbah putri , perempuan sangattt hebat , terlahir tunggal yang mandiri, mampu mendampingi anak cucunya dengan penuh cinta hingga akhir hayatnya. Cinta itu yang membuatku sangat merindukanmu dan menyadari bahwa saya menjadi seperti saat ini tak lepas dari dukunganmu, peranmu dan doa-doamu yang tulus untuk anak cucumu. 
Terimakasih Ya Eyang Putri R.Ay Kusbandiyah …. 

"Bismillahirrahmanirrahim"

Alhamdulillahi rabbil alamin ,Arrahmaanirrahiim ,Maaliki yaumiddiin, Iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin,
Ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin, aamiin

Minggu, 29 Mei 2016

menganalisa perilaku berdasarkan teori Freud

alam bawah sadar dan perilaku sexual mempengaruhi perilaku seseorang.
bisakah anda bayangkan menemui seseorang yang selalu bertutur kata halus namun ternyata sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan cara menjatuhkan harga diri orang lain dengan berbagai cara. tutur kata yang halus inilah yang seringkali mengecoh orang-orang disekitarnya.
inilah yang nyata seringkali kita temui, Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan yang berasal dari sekitar, sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi terlalu keras hati atau terlalu mengganggu.
perlu dicatat : keras hati atau terlalu mengganggu
kondisi ini makin banyak kita temui di sekitar kita, karena orang-orang dengan kekuatan ego yang terlalu banyak ini sangat sulit untuk mengelola tekanan. entah itu tekanan ekonomi, tekanan dari pasangan, tekanan dari relasi/relationship, tekanan eksistensi di tengah-tengah komunitas. semua itu kembali pada diri dalam mengelola tekanan karena relasi yang cukup banyak dapat menimbulkan masalah baru seperti persaingan dan relasi yang sedikit dapat menimbulkan masalah keinginan eksistensi yang tak tersampaikan.

Selasa, 03 Mei 2016

terpaksa harus menegur



fasilitas trotoar di bandung timur memang tidak sebaik di tengah kota bandung seperti sepanjang jalan riau. namun trotoar tentu menjadi sahabat pejalan kaki apabila tidak digunakan seenaknya oleh pengendara kendaraan bermotor untuk menghindari kemacetan, melawan arus atau bahkan parkir.

sore tadi ketika saya bergandengan tangan dengan si kecil (ceritanya jalan-jalan sore sepulang sekolah), tiba-tiba saja lengan saya tersenggol spion sepeda motor yang hendak melawan arus karena malas melalui jalur tengah. selain terasa sakit tentunya sedikit terkejut karena anggota tubuh tersenggol kendaraan yang melaju tidak pada tempatnya

seketika saya tarik tas ranselnya (karena yang terjangkau oleh saya hanya tas ranselnya) kemudian saya tegur dengan keras untuk turun dari trotoar.

responnya ?

cengar cengir saja saudara saudara bahkan bersama penumpangnya cenderung mentertawakan saya . rasa malu dan tunduk pada aturan sudah tidak dimiliki oleh banyak pengendara kendaraan bermotor yang "sakaw" melanggar.

sayangnya saya tidak sempat memotretnya ( namun yang pasti akan terekam di cctv salah satu bank tempat terjadinya perkara --sssttt perkara, ceileh ) . saya hanya memperhatikan seragam yang mereka gunakan berlogo tiga huruf mati , perusahaan penyedia energi berlambang kilat.

sesaat ia memang sempat keluar dari jalur trotoar, namun ketika saya melangkah beberapa meter dan tak menghiraukannya ternyata "BELIAU" kembali lagi menaikkan sepeda motornya melewati trotoar agar dapat melawan arus.

aih, status pegawai BUMN ternyata tak membuat ia menjadi merasa memiliki negara ini dan menaati aturan serta tenggang rasa pada pejalan kaki.

Senin, 18 April 2016

buku baru ke 2 di tahun 2016

alhamdulillah
bersyukur sekali di bulan April ini naskah buku yang saya tabung di tahun 2015 bisa terbit di tahun 2016.
meski saat ini masih naik cetak namun teman cantik saya dari penerbit Grasindo yaitu Mbak Mira Rainayati memberikan bocoran cover buku terbaru saya.

promosi cantik akan dimulai dengan kuis dulu setelah buku edar di toko buku Gramedia dan toko buku lainnya di seluruh Indonesia.bismillah


Jumat, 08 April 2016

buku baru semangat baru

Alhamdulillah
ada kado indah di bulan ini
selain penghasilan bisnis online yang makin meningkat. eh...tiba-tiba dikabarin kalau buku terbaru saya sudah terbit.

buku ini termasuk ke dalam golongan buku pengembangan sumber daya manusia.
ada beberapa contoh formulir yang biasanya akan ditemui pelamar dalam melamar pekerjaan atau bahkan bagi yang menginginkan berkarir di bidang pengembangan SDM (baca : HRD) maka akan menemui beberapa formulir penilaian kinerja.

jatuh bangun dalam menyelesaikan naskah buku ini karena sempat sakit yang memaksa saya harus menjauhi meja kerja dan bedrest. menjauhi meja kerja jelas bukanlah hal yang menyenangkan buat saya apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan yang berkaitan erat dengan latar belakang pendidikan saya selama menempuh magister.

berminat ?
hayuuk atuh beli buku saya ya.....
--haha--promosi
ini penampakannya ya..



hargai diri anda dengan prestasi dan usaha dari diri sendiri



alhamdulillah , saya belum pernah merasakan mencoret-coret baju dengan spidol atau pilox. rasanya kok terlalu lebay melakukan semua itu. pikir saya saat itu adalah masa depan saya masih panjang, ibu yang sendirian membiayai hidup saya juga sudah terlihat kesulitan mencari biaya. pulang dari kelulusan sendirian, menjauh dari hiruk pikuk hura-hura. mencium tangan ibu dan melakukan kegiatan di rumah seperti biasanya. Sedangkan anak-anak sekarang banyak yang melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Konvoi di jalanan dengan kendaraan bermotor yang tentunya memboroskan bbm, mencoret-coret seragam yang mungkin seragam tersebut dibeli orangtuanya dengan susah payah. Kok tega mereka melakukan semua itu?
Saya bersyukur bisa diterima di universitas negeri di Malang jauh sebelum pengumuman kelulusan terdengar. Beasiswa penuh sampai lulus juga sudah di tangan. Minimal beban ibu agar saya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi sudah berkurang.  Tinggal berpikir bagaimana saya bisa memiliki sedikit uang jajan kala kuliah. Pendek cerita, ketika masa kuliah seringkali beasiswa tak turun tepat waktu sehingga kadang pembayaran spp harus nombok dulu…hhh….tapi ada hikmahnya, saya tidak bisa berleha-leha. Berjualan asesoris, bros, menerima terjemahan, pengetikan, menulis di media ataupun jualan kosmetik saya jabanin asalkan halal. Ini saya lakukan tanpa sepengetahuan ibu (meski saat ini ibu akhirnya tahu setelah belasan tahun berlalu) karena saya tidak ingin membebani beliau bahwa yang namanya kuliah tidak hanya sekedar bayar spp, beli buku dan ongkos transport. Saya membutuhkan uang untuk sewa computer karena saat itu belum memilikinya, saya butuh uang untuk fotokopi beberapa bahan kuliah, bahkan membayar sewa internet yang saat itu membutuhkan uang Rp. 6000-7500/jam. Semua itu saya penuhi dengan berbagai cara hanya agar ibu bisa merasa ringan tak terbebani urusan non teknis perkuliahan.
Alhamdulillah, meski prosesnya berat, kadang harus pulang larut malam karena menyelesaikan terjemahan di tempat rental computer, akhirnya saya bisa meraih prestasi sebagai mahasiswa berprestasi. Lagi-lagi saya bisa menghadirkan senyuman ibu. Senang sekali melihatnya tersenyum dan binar-binar di bola matanya terlihat kembali. Tidak ada yang sia-sia bila kita berusaha. Tak sampai 4 tahun saya dapat menyelesaikan gelar sarjana.
Pulang wisuda, tidak ada acara foto bersama ibu atau adik seperti wisudawan lainnya
Tidak ada acara makan-makan seperti wisudawan jaman sekarang
Saya harus kembali ikat pinggang karena lolos diterima di program pascasarjana Brawijaya Malang.
Kegiatan bersenang-senang harus di-skip. Saya harus bekerja sebagai dosen, sekaligus penerjemah dan sesekali berjualan disela-sela saya menempuh pendidikan magister. Ketika ada beberapa teman bersenang-senang mengisi waktu senggang kuliah dengan makan-makan, jalan-jalan rekreasi ke beberapa tempat wisata, saya hanya kembali berjibaku dengan orderan terjemahan yang makin menumpuk ditambah sedikit jadwal mengajar. Ya Allah, saya seringkali berjibaku dengan deadline dari customer terjemahan. Rasanya kaki hingga kepala kembali ditusuk jeruji besi ketika deadline sudah makin dekat. Namun Alhamdulillah, sedikit demi sedikit mulai dari recehan 20 ribu hingga ratusan ribu bisa saya kantongi dalam seminggu. Tanpa iklan, tanpa media sosial yang saat itu belum ada. semuanya karena getok tular alias dari mulut ke mulut. Apa hikmahnya? Saya mendapat penghasilan, banyak belajar dari orderan terjemahan karena saya menerjemahkan tidak mengandalkan alat penerjemah otomatis dari computer, melainkan membaca terlebih dahulu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya dari bahasa Indonesia ke bahasa inggris. Tidak ada satupun teman dari satu program studi yang mengetahui saya melakoni pekerjaan tersebut. Semuanya berkat salah seorang teman dari jurusan lain yang memanfaatkan jasa saya kemudian menyebar luas kepada teman-teman seangkatannya. Allah mengurangi jatah saya di satu bagian namun melebihkan di bagian lain sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain dan tentunya diri saya hingga kini. Alhamdulillah setelah 14 tahun terbiasa dengan ritme deadline, Allah memberikan rezeki baru untuk saya sebagai penulis buku. Kembali lagi berkutat dengan banyak buku sumber, deadline disela-sela jadwal mengajar. Semuanya berproses, semuanya ada hikmah, doa kita bukan tidak dikabulkan namun kita harus menikmati proses menuju doa yang terkabulkan, hanya rasa syukur yang membuat kita ingat bahwa Allah telah mengatur segalanya agar kita dapat bermanfaat bagi diri, keluarga dan sesama melalui banyak liku dan proses baik suka maupun duka.

so, buat muda-mudi sebaiknya hargailah diri sendiri. lakukan hal positif yang bermanfaat buat orang lain. bersenang-senang yang justru mengganggu kepentingan orang lain demi nafsu menunjukkan eksistensi dengan cara apapun bukanlah hal yang patut dilakukan.
masih banyak muda-mudi lainnya yang harus berjuang untuk meraih cita-citanya tanpa harus mengandalkan jabatan orang tua atau keluarga besarnya
menghargai diri sendiri dengan usaha nyata dan murni dari diri merupakan satu pilihan yang harus jadi prioritas
orang-orang akan jauh lebih menghargai anda daripada harus terus menerus menggantungkan diri anda pada jabatan orang tua sementara anda sendiri sok-sok an menjadi jagoan padahal nol 

----belajar dari kasus pelajar yang mengaku anak kapolda riau dan menghardik polwan dengan arogan-----

Senin, 11 Januari 2016

bangga dengan ragam suku Indonesia



Kita tidak pernah tahu akan terlahir dari suku apa.
Kita tidak pernah bisa memilih akan terlahir dari suku apa
Namun kita harus tahu bagaimana memupuk rasa bangga terlahir dari suatu suku
Dan kita harus memiliki rasa toleran bila ada suku lain yang berdampingan hidupnya dengan kita

Tak ada yang bisa memberikan judgement bahwa suku X adalah suku tukang sate, suku Y adalah suku primitive, suku z adalah suku materialistis. Semua kembali pada diri kita sendiri bagaimana menempatkan diri dalam suatu masyarakat. Bila memang ada mayoritas suku di beberapa tempat memiliki profesi yang sama seperti tukang potong rambut, pedagang atau bahkan tukang sate seperti yang pernah salah satu orang katakan, percayalah bahwa mereka adalah orang-orang yang tangguh. Tidak semua orang dapat berperan sebagai perantau. Berbagai kesulitan, kendala bahasa, budaya, adaptasi mereka bisa atasi meski harus meneteskan keringat dan air mata.
Mungkin ada anggapan bahwa membahas hal ini adalah hal yang sangat klise. Namun, inilah saya yang terlahir di suatu suku, memiliki keluarga dengan multi suku, hidup dengan berbagai suku, menyatu dengan mereka karena saya merasa sama, Indonesia. Jangan pernah ada lagi kalimat “ hati-hati loh, dia sukunya tukang sate” , “hati-hati, biasanya kalau suku itu materialistis” ckckck…..
Ah, mungkin status tidak penting , status mengarah SARA, tapi inilah saya ketika berjuta asumsi berkelebat di kepala ketika bertemu dengan seseorang yang mungkin memiliki wawasan kebangsaan yang minim, minim bersosialisasi, minim toleransi atau minim pengetahuan?

Mood booster masa PSBB di Coger madani , ngopi asyik di Bandung timur

Frezze ...     Iya. Menyelesaikan naskah berhari hari sudah jadi makanan saya selama  8 tahun ini. Dalam 2 bulan bisa 2-3 naskah buku yang...