![]() | |
sumber : koleksi pribadi-mudik 2016 |
Ramadhan telah dilalui beberapa hari, tentunya anda dan
perantau sudah membayangkan untuk mudik, tradisi pulang ke kampung halaman saat
hari raya idul fitri di Indonesia. Berkumpul dengan keluarga di kampung halaman
tentunya menjadi momen yang dinantikan.. Nyaman, lancar dan selamat mulai dari
pergi mudik hingga kembali ke tanah rantau tentunya menjadi harapan dari
pemudik. Mudik dengan angkutan umum banyak dipilih oleh para pemudik agar bisa
tiba di kampung halaman, namun tidak sedikit pemudik yang juga memilih untuk
menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana menuju kampung halaman. Meski ada
banyak hal yang “katanya” jauh lebih beresiko seperti menghadapi kemacetan,
kelelahan, nyasar karena masih belum hafal rute mudik atau bahkan menghadapi
hambatan di perjalanan karena kondisi kendaraan yang kurang fit. Lalu,
bagaimana strategi yang harus dimiliki oleh pemudik sehingga dapat tiba di
kampung halaman dan kembali lagi ke tanah rantau dengan nyaman, aman dan
selamat? Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh pemudik untuk berangkat
ke kampung halaman, berikut 4 tips yang harus anda cermati saat memilih mudik
dengan kendaraan pribadi
1.
Siapkan kendaraan anda agar “siap Mudik”
Jantung dari mudik dengan kendaraan pribadi
adalah menjaga “kesehatan” kendaraan apalagi bila jarak yang harus ditempuh
kendaraan cukup jauh. Apa saja yang harus anda cek ulang ?
-
Ganti pelumas mesin
Kondisi mesin yang telah diganti pelumas mesin menjelang keberangkatan
mudik tentunya akan berbeda dengan mesin yang tidak digantikan pelumas mesinnya
karena mesin akan mudah panas karena semakin lama usia pelumas maka akan
semakin tinggi tingkat kekentalannya yang akan berpengaruh pada kinerja mesin
-
Cek pengereman
Jangan abaikan pemeriksaan pengereman sebagai bagian vital dari
kendaraan. Tak jarang terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa dan harta
hanya karena mengabaikan kondisi rem kendaraan pribadi
-
Cek mesin (tune up), ganti busi kendaraan
Ingin meningkatkan kinerja mesin jauh lebih baik saat mudik? Lakukan tune
up!
Pembakaran yang optimal, nyaman
akan jauh dapat dijamin bila anda memperhatikan perawatan mesin termasuk busi
yang rutin diganti tiap tahun atau per 20000 km.
-
Isi BBM dalam kondisi Full
Dari pengalaman mudik di tahun 2014 dan 2016 yang sempat mengakibatkan
kemacetan panjang, kami (saya dan suami) banyak belajar bahwa antisipasi terhadap
langkanya pasokan bahan bakar sangat penting. Yah, logikanya dalam kondisi
macet mudik, maka kendaraan yang mendistribusikan BBM tentunya akan terhambat
mengirimkan pasokan BBM karena terjebak macet pula, sedangkan jumlah kendaraan
yang membutuhkan BBM berkali-kali lipat jumlahnya dari hari biasanya. Alhamdulillah
di tahun 2014 dan 2016 kemarin, kami tidak mengalami yang namanya kehabisan BBM
di tengah perjalanan meski terjebak selama 2 hari 2 malam di tol Palikanci hingga
jalur pantura pekalongan. Namun…..jangan isi BBM sampai meluber ya…
-
Cek lampu-lampu
Anda melakukan perjalanan di siang hari dan mengabaikan kerusakan pada
salah satu panel lampu. Anda salah! Melakukan perjalanan di siang hari atau
malam hari, pengecekan lampu-lampu tentunya menjadi hal mutlak keselamatan
berkendara
-
Cek air pendingin
Waahhh….tidak sedikit kendaraan saat mudik harus menepikan kendaraan
karena mengabaikan pemeriksaan air pendingin. Selain memakan waktu mudik jauh
lebih panjang habis di perjalanan, anda tentunya akan merasa tidak nyaman
karena berarti waktu yang dihabiskan di perjalanan darat jauh lebih panjang.
-
Cek kondisi ban
Untuk anda pengguna kendaraan pribadi yang melakukan perjalanan jauh,
menggunakan ban yang diisi tekanan angin nitrogen akan jauh meringankan
pekerjaan ban dalam menumpu berat kendaraan, apalagi saat ini jalur tol lintas
jawa sudah nyaris dapat digunakan hampir 1/2nya. Kondisi ini menyebabkan ban
harus bekerja lebih berat karena putaran ban yang semakin panjang/banyak,
pengereman, suhu muka jalan tol/jalan yang meningkat akan membuat ban panas. Dengan
menggunakan nitrogen maka laju ban akan terasa ringan dan dingin (sst …ini
bukan ngiklan nitrogen ya). Jangan lupa, cek juga kondisi ban cadangan. Ada banyak
kejadian ketika ban utama kempis dan akan menggunakan ban cadangan, ternyata
yang terjadi adalah ban cadangan juga kempes.
Bersiaplah berpanas-panasan atau bermalam di jalanan hingga ban dikembangkan
kembali.
-
Cek peralatan kendaraan
Jangan asal berangkat dan mobil terlihat sehat lalu anda melupakan
membawa peralatan kendaraan seperti dongkrak, lampu emergency, segitiga
pengaman atau mini rubbercone, kunci-kunci,
cadangan air pendingin, lap mobil bahkan lampu cadangan. Dari pengalaman
bermudik saya selama 10 tahunan, hal remeh seperti peniti, kawat, karet ,
gunting, kunci pas dan lampu emergency amat membantu ketika terjadi gangguan
kendaraan di perjalanan mudik.
-
Cek ketersediaan baterai (accu) kendaraan
Sebelum jadwal mudik tiba, cek accu mobil ke bengkel sehingga perjalanan
anda lebih nyaman tanpa harus diganggu oleh accu soak sehingga kelistrikan
kendaraan terganggu bahkan tidak menyala sama sekali
-
Cek ketersediaan cadangan baterai handphone
melalui charger mobil
Saat ini charger mobil menjadi sangat penting karena digunakan sebagai
pengisi cadangan baterai handphone atau GPS . dengan demikian anda tidak
khawatir kehabisan baterai handphone selama perjalanan dan tetap dapat memantau
jalur perjalanan melalui GPS apalagi bagi pemudik yang masih baru dan belum
hafal jalur mudik.
bila anda menggunakan tol menuju kampung halaman, ada baiknya anda
memiliki kartu e-toll. Transaksi lebih cepat dan membantu pemerintah dalam
mengatasi kemacetan di pintu tol. Dan, biasanya setiap mudik idul fitri tiba,
pengguna kartu e-toll akan mendapatkan diskon pembayaran dibandingkan melakukan
transaksi tol secara tunai. Ho ho namanya emak-emak teteuplah nyari diskonan
meski di tol.
2.
Siapkan diri anda dan keluarga agar “siap Mudik”
“siap Mudik” disini berarti anda dan
keluarga yang akan melakukan perjalanan mudik harus dalam kondisi sehat. Asupan
vitamin, makanan dan air selama perjalanan harus memadai. Idealnya setelah
menempuh 4 jam perjalanan, maka pemudik dan tentunya satu keharusan bagi sopir
untuk beristirahat sejenak. Jangan abaikan hal ini! Kelelahan dan kantuk yang
mendera akan menurunkan konsentrasi sehingga pada akhirnya akan memicu
kecelakaan. Lebih baik terlambat tiba di kampung halaman daripada anda
memaksakan diri untuk mengendarai kendaraan tanpa istirahat namun berujung
celaka. Hal ini tak hanya berlaku bagi sopir, namun kondisi penumpang juga
patut diperhatikan, utamanya bagi pemudik yang membawa anak anak. Buatlah kendaraan
mudik senyaman mungkin. Membawa bantal, mainan anak, CD film dan lagu anak
(bila di kendaraan terdapat TV) bahkan selimut saya jabanin demi kenyamanan
anak. Sedikit ribet namun bila anak kelelahan dan mengantuk , maka ia bisa
tidur menggunakan bantal dan selimut yang telah kita sediakan. Jika memungkinkan
, gunakan kaca film berkualitas non UV atau pasanglah tirai di jendela karena
suhu saat perjalanan mudik tentunya akan naik seiring bertambahnya jumlah
kendaraan di jalanan yang melakukan mudik juga. Sebaiknya jangan pernah
meletakkan anak-anak duduk di baris depan kendaraan bila melakukan perjalanan
jauh, karena apabila mereka rewel atau sekedar minta makan atau minum, justru
akan mengganggu konsentrasi dari pengemudi. Bagi anda yang membawa balita, ada
baiknya anda menyediakan car seat dan memasangnya di baris kedua kendaraan demi
keselamatan anak. Selain itu anda yang membawa anak harus mengantisipasi
apabila anak mengalami mabuk perjalanan. Sejak 4 tahun yang lalu, setiap
melakukan perjalanan mudik, saya selalu memasang Koran bekas di pijakan kaki
dan beberapa kantung plastik yang digantung di sisi kanan kiri pintu atau
belakang jok kursi. Selain untuk berjaga-jaga anak mengalami mabuk kendaraan,
kotoran yang berasal dari sisa-sisa makanan anak dapat dibuang dengan mudah
hanya dengan mengangkat Koran bekas yang sudah kotor dan menggantinya dengan
yang bersih. Alhasil mobil bersih dan nyaman. Selain itu usahakan penumpang
dalam kendaraan mudik anda tidak berdesak-desakan. Hoooohh….beberapa tahun
mudik saya menyaksikan sendiri ada banyak kendaraan mudik keluarga yang
memaksakan 5 orang duduk dalam 1 baris yang seharusnya hanya dapat ditempati 3
orang. Selain tidak nyaman, hal ini akan mengancam jiwa dari penumpang lainnya,
karena kapasitas yang melewati batas tentunya akan mempengaruhi kinerja dan
keseimbangan kendaraan di jalan raya.
![]() |
sumber : koleksi pribadi |
Nah yang tidak boleh terlupa , agar
perjalanan anda nyaman, selain membawa dana non tunai, maka sebaiknya anda
memiliki uang tunai dalam jumlah secukupnya , sehingga ketika akan membayar
toilet umum, makan atau sekedar jajan, maka pemudik tidak kesulitan dan panik mencari
ATM. Simpan pada tempat yang aman dan mudah dijangkau sehingga cepat tersedia
saat dibutuhkan namun tidak memancing kejahatan.
3.
Sediakan obat-obatan, alat ibadah, baju ganti dan
logistik yang cukup
![]() |
sumber : nuqtoh.com |
Jangan abaikan tidak menyediakan
obat-obatan saat mudik dengan pemikiran toh banyak toko franchise sepanjang
perjalanan. Pada prakteknya kita akan kesulitan mencari obat saat mudik meski
banyak toko franchise sepanjang perjalanan apalagi bagi anda yang membawa anak.
Sediakan saja obat-obatan dalam jumlah secukupnya seperti minyak kayu putih,
jamu tolak angin, cairan antiseptic, cairan pencuci tangan anti kuman, kotak
P3k lengkap dan obat-obatan lain yang biasa dikonsumsi anda sekeluarga. Letakkan
obat-obatan tersebut pada area yang mudah dijangkau sehingga saat dibutuhkan
tidak akan membutuhkan banyak gerakan yang dapat mengganggu konsentrasi
pengemudi. Saya sedikit bercerita mengenai gunanya membawa cairan antiseptic. Sepanjang
perjalanan mungkin ada diantara anggota keluarga dalam 1 kendaraan membutuhkan
toilet umum untuk buang air kecil atau buang air besar. Toilet umum sepanjang
perjalanan tentunya telah digunakan banyak orang (ratusan mungkin ribuan) ,
kuman-kuman tentunya telah bercampur aduk di dalamnya. Saya akan jauh merasa
aman bila telah menyemprotkan cairan antiseptic/ memberikan beberapa tetes
cairan antiseptic pada air di toilet umum. Selain obat-obatan sebaiknya pemudik
menyediakan makanan dan minuman secukupnya sesuai dengan jumlah perkiraan waktu
mulai dari keberangkatan hingga mencapai tujuan. Sekedar sharing saja, dari
tahun ke tahun saya selalu membawa air mineral 1 galon untuk mengantisipasi
dehidrasi selama perjalanan pulang pergi mudik. Selain itu sebaiknya pemudik
menyediakan makanan kecil atau makanan kesukaan anak sehingga dapat
mengantisipasi apabila kita tidak dapat berhenti memenuhi keinginan anak
membeli makanan di sepanjang perjalanan.
![]() |
sumber : food.detik.com |
Tak hanya itu, saya juga membawa bekal
nasi dan lauk siap saji (rendang kering atau kering tempe) yang diletakkan
dalam termos kecil dan beberapa onigiri (nasi kepal dengan isian ikan, daging
atau abon) yang tentunya lebih praktis saat dibutuhkan. Karena saya melakukan
perjalanan cukup jauh >1000km dari bandung ke malang, maka selama perjalanan
mudik saya tidak berpuasa untuk menjaga kondisi tubuh. Dan perlengkapan membuat
kopi panas atau teh panas. Hahaha…ribet sih bawa termos air panas dan 3 gelas
bertutup yang menyimpan panas pula. Tapi, ah….daripada saya harus naik turun
ketika anak dan suami membutuhkan kopi, susu atau teh, ya saya jabanin. Dan …ternyata
ini tak hanya dilakukan oleh saya saja, karena ketika kami sekeluarga terjebak
macet brexit tahun 2016 lalu, pemudik lainnya pun banyak melakukan hal yang
sama, bahkan jauh lebih heboh dengan membawa termos nasi berukuran besar. Amazing
sekali ketika kita menemukan keluarga disaat mudik dengan memperhatikan hal
yang dianggap remeh, 2 hari 2 malam terjebak macet di tol brexit, bisa berbagi logistic
dengan pemudik yang berpuasa dan tidak menemukan penjual makanan satupun di
sepanjang jalan serta jauh dari rest area.
Tak hanya menyediakan obat-obatan dan
kebutuhan logistic yang cukup. Menyediakan baju ganti sepanjang pada satu tas
tersendiri juga patut dipertimbangkan. Tak jarang baju kena muntahan anak,
berkeringat karena mau tidak mau AC harus dimatikan ketika kendaraan terjebak
macet total dalam jangka waktu lama sementara tak ingin kehabisan BBM di tengah
perjalanan. Selama ini selain saya membawa baju ganti untuk di kampung halaman,
saya juga memisahkan satu tas yang berisi khusus baju ganti suami, anak dan
saya sendiri serta peralatan mandi di satu tas tersendiri masing masing 1 stel
dan khusus anak 3 stel. Hal ini sangat menguntungkan sehingga ketika
membutuhkannya, kita tak perlu membongkar bagasi karena tas yang berisi baju
ganti ini berukuran mini.
Yang tak kalah pentingnya adalah
menyediakan alat ibadah yang diletakkan pada area yang mudah dijangkau. Buat kami
menggunakan alat ibadah sendiri jauh lebih nyaman karena tak jarang, alat
ibadah yang tersedia di masjid / musholla sepanjang perjalanan kotor dan berbau…(hmmm)
4.
Safety driving
Pastikan pengemudi memiliki surat ijin
mengemudi , menguasai medan, menguasai kondisi kendaraan dan tidak mengantuk. Selain
itu pengemudi hendaknya memiliki control penuh atas pintu dan jendela, terutama
apabila pemudik membawa serta anak. Aktifkan child lock dan pastikan semua
dapat bekerja dengan baik sebelum mudik. Pengemudi dan pengemudi cadangan (uuhh…itu
mah saya, wajib mengetahui nomor penting seperti Derek, no polisi, bantuan Tol
dan keluarga yang dapat dihubungi, sehingga apabila dibutuhkan, akan jauh lebih
cepat menghubunginya, eh tapi jangan sampai karena hal ini pengemudi tergantung
sekali pada handphone sehingga sedikit-sedikit menengok handphone yang pada
akhirnya menurunkan konsentrasi mengemudi). Wajib bagi pengemudi dan penumpang
untuk menggunakan sabuk keselamatan sehingga bila terjadi sesuatu yang tidak
diinginkan akan dapat meminimalisir cedera. Nah, selain itu pengemudi juga
wajib menjaga batas kecepatan kendaraan, mematuhi batas kecepatan, aturan lalu
lintas dan menjaga konsentrasi akan dapat membantu anda terhindar dari
kecelakaan. Semakin banyak jumlah penumpang dan bawaan yang dibawa , maka akan
berpengaruh pada kecepatan maksimal yang harus anda patuhi, sehingga batasi
bobot bawaan kendaraan baik penumpang ataupung barang sehingga tidak melebihi
kapasitas aman kendaraan.
Baik bagi pengemudi maupun penumpang Gunakan
pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Jangan abaikan untuk berhenti di
rest area atau area aman lainnya seperti masjid atau restoran hanya sekedar
melemaskan otot otot punggung , kaki dan tangan yang bekerja selama
mengemudi. Jika perlu bawalah tikar atau
karpet plastik yang dapat digunakan saat berhenti di rest area untuk tidur
barang 1-2 jam dan anakpun bisa ikut bermain sehingga tidak merasa kelelahan
sangat.
![]() |
sumber : setkab.go.id |
Yang terakhir ……SABAR
Siapa sih pemudik yang tidak ingin cepat
sampai di kampung halaman?
Semua memiliki rasa yang sama, namun saat
mudik, turunkan ego, bersiaplah menghadapi macet dan karakter pengemudi
kendaraan lain yang berbeda beda dengan SABAR.
Yang penting selamat dan dapat bertemu
keluarga yang dirindukan di kampung halaman.
Selamat mudik ya…
Iya bener termos itu penting banget mbak. saya juga biasanya bawa termos es yang dicolok pakai kabel data jd selalu ada minuman dingin
BalasHapusiya mbak. hal remeh tapi sangat membantu saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik
HapusMeski nggak mudik.. (Karena sama2 di Jogja) aku seneng ngamati perjuangan para pemudik mba.. Malah kadang jadi pengen ngalami pengalaman mudik. Tapi wong kampung halaman 1 jam aja nyampe.. Hi..hi. Salam kenal mba..
BalasHapussalam kenal juga mbak....maafkan baru merespon
Hapus