Jumat, 30 Oktober 2015

Bullying yang mungkin nyaris terlupakan



bullying-nya dalam bentuk apa ya......
mungkin ada yang ingat siapa yang hobinya ngempesin ban sepeda angin saya?padahal waktu itu saya tidak pernah membawa uang jajan sehingga mau tidak mau harus menuntun sepeda di siang terik ke rumah yang jaraknya 4-5km
atau...
siapa yang beberapa kali jahil memasukkan "krupuk gapit" yang penuh bumbu pecel sehingga buku PR saya basah dan dianggap tidak mengerjakan PR yang berimbas pada nyeri di jari2 akibat dipukul dengan penggaris kayu oleh pak guru
atau
sengaja beberapa kali mengunci saya dalam kamar mandi yang bau
atau
menyakiti anggota tubuh dan tidak akan berhenti sampai saya harus menangis
atau
tak terhitung berapa kali menjegal kaki hingga terjatuh dan menjadi bahan tertawaan
atau
bahan ejekan?
atau
dijauhi, diejek, dimusuhi dengan alasan tidak jelas

nah....anak kecil memang anak kecil seperti guci keramik.dijaga menjadi hiasan dunia. jangankan menyakiti tubuhnya. menyakiti hatinya dengan ejekan bila dilakukan terus menerus harus menjadi perhatian orangtua. sekali lagi bukan hal sepele.perlu komunikasi Dan membantu anak untuk berusaha menyelesaikan masalahnya sehingga apa yang dilakukannya tidak semata dianggap kenakalan anak-anak namun bisa menjadi bibit yang merugikan bagi kehidupan anak selanjutnya.

Kamis, 21 Mei 2015

Semangat belajar tak kenal waktu

Beberapa tahun yang lalu saat mengajar di sebuah lembaga kursus bahasa inggris dan mandarin ada dua orang ibu-ibu yang menjadi murid saya. Seperti biasa saat perkenalan , tentunya mereka dituntut untuk mengemukakan motivasi mereka mengikuti kursus.ibu A yang usianya sudah 35 mengungkapkan bahwa ia mengikuti kursus di level conversation dengan tujuan agar dapat membimbing puteranya belajar materi bahasa inggris di rumah, sedangkan ibu B yang usianya sudah 60 tahunan , mengikuti kursus dengan tujuan agar mempermudahnya berkomunikasi dengan kliennya yang berasal dari luar. Lalu apakah kita yang masih berusia, 20, 30 atau 40 tahun menyerah begitu saja saat melihat tugas-tugas sekolah dalam bahasa inggris milik anak-anak kita? Jangan salah, materi bahasa Inggris kelas 1 SD saat ini sudah setara dengan materi bahasa Inggris yang diajarkan di SMP pada tahun 90-an. Menjadi Ibu yang pintar dan mau menggali ilmu lebih banyak dan lebih luas tidak ada salahnya. Tak hanya bagi kita atau profesi kita, namun juga untuk anak-anak kita yang kelak . Ini hanyalah curahan hati seorang ibu sekaligus pendidik yang tak habis pikir oleh ulah seorang ibu yang MELARANG saya mengajar si kecil selangkah lebih maju, mengajar dengan metode lain, mengerjakan tugas guru dengan usaha optimal dan mengandung edukasi serta menggunakan materi text book lebih dahulu meski belum ada instruksi dari guru. Tapi usahlah jadi beban karena langkah si kecil masih panjang, tetaplah melangkah dan abaikan apa kata “ibu” tersebut ya Nak…kita punya rencana bersama ya.

Senin, 11 Mei 2015

sahabat sejati

Sahabat sejati adalah sahabat yang tidak akan menjadi duri dalam daging dan tidak memiliki rasa iri dan dengki. Saling memberi dan saling menerima tanpa ada embel-embel ingin mendapatkan manfaat SEPIHAK.
Saat kita mengganggap seseorang sebagai sahabat, namun pada satu titik tiba-tiba ia melakukan sesuatu yang pada dasarnya tidak pernah terpikirkan oleh kita. Ya, ketika ia merasa bahwa kita memiliki satu hal yang seharusnya tidak kita lakukan dan memberi manfaat bagi orang lain sehingga orang lain akan mencari kita sebagai sumbernya, bukan dia. ia tidak suka hingga memutar balik lisan yang dapat dipercaya oleh orang lain tanpa bertabayun kepadamu mengapa engkau melakukan hal tersebut. Yah, hanya mendengar keterangan dari satu pihak
apa yang harus diperbuat dan apa yang bisa kita rasakan? Kekecewaan yang sangat dalam luka yang kita rasakan akan jauh lebih sakit jika orang lain yang melakukannya …
Mungkin saja kedekatan yang selama ini tercipta hanyalah sebatas hanya teman dekat atau justeru hanya teman biasa saja…
Tetapi percayalah waktu yang akan menjawabnya siapa yang memutar balik fakta. Hanya diam dan mundur serta menghindari kegiatan yang lebih banyak mendatangnkan mudharat yang dapat dilakukan.
Allah tidak tidur
Allah tidak akan diam


peluk Dwi Puspa Widyastuti, Ika Winiastuti, Meylia Hendra Idacahyani, Syarifah Raihani, Indra, Wina sahabat-sahabatku semasa SMA....yang selalu saling menguatkan, saling mendukung....miss u all...

Kamis, 07 Mei 2015

Percaya diri dan kuat mental dengan kondisi lingkungan sekitar



Pergaulan anak-anak sekarang sangat berbeda jauh dengan apa yang saya alami 20 -30 tahun yang lalu. Dahulu, bila lingkungan kurang kondusif untuk pergaulan maka orangtua akan mulai ikut campur dengan memberikan banyak nasihat dan anak akan MENURUT. Tapi sekarang? Ketika kita melihat pergaulan anak-anak kita seolah-olah baik ternyata lingkungan disekitarnya bisa sangat dibilang kejam untuk anak usia 7 tahun. Ketika seorang anak memiliki kelebihan baik akademik dan non akademik, seringkali yang kita hadapi adalah perlakuan dari beberapa teman disekitarnya yang sudah memiliki bibit iri dan dengki.
Menginjak kaki teman, menyilangkan kaki sehingga temannya terjatuh, mengejek, membentuk geng anak-anak dan mengajak teman-temannya untuk menjauhi seseorang atau beberapa temannya yang tidak sefaham dengannya adalah hal biasa yang kita temui saat ini. 

Media televisi , media social, buku atau bacaan yang mulai beragam berperan penting membentuk karakter anak dari anak-anak yang baik menjadi anak-anak yang seperti saya katakan di atas. Lalu siapakah yang akan menjadi remnya? Tentunya orangtua yang selalu mendampingi anak-anaknya akan menjadi rem pakem optional bagi tumbuh kembang anak-anak. Namun semuanya akan menjadi kendala bila akhirnya ada orangtua yang bahkan mendukung perilaku premanisme cilik di sekolah karena adanya persaingan social, kemampuan dan pengaruh. Anak akan mengambil kesimpulan bahwa ia melakukan hal terbaik karena ada dukungan dari orangtua. Memang tidak ada sekolah yang membuat seseorang atau pasangan menjadi orangtua sempurna. Namun bukankah kita wajib mencharge ilmu parenting dengan mencari tahu sebanyak-banyaknya bagaimana menghadapi anak-anak masa kini sehingga kita bisa mendampingi dan mengarahkan anak agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang nantinya mengayomi, menjadi contoh, menjadi kebanggaan bagi sekitarnya. 

Mendampingi dan mengarahkan anak dengan lingkungan sekitarnya, bukanlah menjadi setir bagi anak. Hal tersebut akan menjadi bibit bagi anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan menguatkan mentalnya dengan kondisi lingkungan yang makin tak kondusif. Menunjukkan mana yang baik dan buruk langsung di tempat kejadian perkara dan memberikan solusi menghadapinya di masa yang akan datang akan menumbuhkan rasa bahwa AKU BISA melakukan dan menghadapi hal tersebut bagi anak. Dukungan bagi anak bukanlah berupa uang atau barang, tetapi cara kita mengarahkannya berupa  Pelukan, kalimat, sorot mata dalam menghadapi dunia nyata inilah yang membuat anak merasa mendapat dukungan.

Selasa, 07 April 2015

Tetangga = salah satu penentu meraih surga

seketika dada terasa sesak, seketika mata terasa pedih
bukan karena asma,bukan karena menangis
asap pembakaran sampah tetangga yang seringkali mengganggu tetangga lainnya.
tak adakah empati darimu untuk tetangga yang memiliki bayi dan harus menghirup asap pembakaran sampah yang berasal dari rumahmu?
sudah seringkali berlaku demikian namun apa yang telah menjadi ketentuan di perumahan ternyata diabaikan dan lebih memilih membuat orang lain menjadi tidak nyaman dengan apa yang dilakukannya.‪#‎rumah‬ penuhasap
Seorang wanita bersusah payah melaksanakan shalat wajib, bangun malam, menahan haus dan lapar, serta mengorbankan harta untuk berinfak, namun menjadi mubazir lantaran buruk dalam bertutur sapa dengan tetangganya. Rasulullah bersumpah terhadap orang yang berperilaku demikian, tiga kali, dengan sumpahnya, ”Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman …!”
Sahabat bertanya, ”Siapa, ya Rasulullah?”
Beliau menjawab, ”Orang yang tetangganya tidak pernah merasa aman dari keburukan perilakunya.” (HR Bukhari).

Minggu, 29 Maret 2015

simpati

berempati atau bersimpati
rasanya masih terlalu banyak orang gengsi melakukan hal tersebut
padahal, apa salahnya bila kita melakukan hal tersebut?

alhamdulillah saya, menjadi seorang anak yang pernah melihat bagaimana sulitnya  ibu yang harus berjuang sendirian demi kelangsungan hidup dan sekolah ketiga putrinya yang masih kecil . yah, itu sudah berlalu dua puluh dua tahun yang lalu.
Allah memang membentuk kepribadian kami dengan caraNya
Allah memang membuat kita menjadi kuat menghadapi kesulitan  dengan caraNya
Allah memang membuat kita seperti itu agar kita selalu bersyukur
Alhamdulillah

berat rasanya bila harus mengingat apa yang telah terjadi 22 tahun yang lalu, ketika tiba-tiba Allah mengambil hakNya atas ayah kami yang menjadi tulang punggung keluarga.
tahun demi tahun kami lalui dan berjuang berlima. saya, kedua adik, ibu dan eyang putri.
saya pernah merasakan makan hanya berlaukkan tempe bakar tanpa bumbu karena garam dan minyak sempat tak terbeli
saya pernah merasakan bagaimana panas terik matahari saat mengantri beras raskin. semua saya lakukan karena ibu memang benar benar terpuruk secara ekonomi
ya, setelah bapak berpulang, tak lama kemudian kami harus menerima kenyataan tertipu puluhan juta rupiah oleh rekanan.
namun, semua kami nikmati dan syukuri meski menyesakkan dada.

ibu, sekarang buah kesabaranmu telah panen. kami bertiga bisa menyelesaikan sekolah hingga tingkat sarjana, tentunya dengan beasiswa. alhamdulillah semua bisa kami cukupi dan penuhi seperti sediakala saat almarhum bapak masih ada

namun sebenarnya di balik semua itu,
kehidupan yang baik-baik saja sempat terganggu oleh ulah beberapa orang
rasanya mereka tak lagi punya empati lagi. memanfaatkan, memfitnah bahkan cenderung menguasai dilakukan oleh beberapa orang.
tidakkah mereka rasa, apa yang kami rasakan?
tidakkah mereka mencoba melihat bagaimana keadaan kami?
 jujur, saat ulah beberapa orang tersebut membuat kami sangat sedih, kami sudah dua puluh tahunan tanpa tiang yang selalu siap melindungi di saat kami membutuhkan pelukan, kehangatan dan perlindungan
tidakkan sedikitpun anda bersimpati dengan kondisi kami selama dua puluh dua tahun ini?
menanamkan rasa simpati dalam diri seseorang memang tidak mudah
harus sesering mungkin dilatih dan melihat kenyataan yang terjadi
fadhiil sering bertanya, kenapa bunda tak punya ayah? apa rasanya tak punya ayah?

rajin membawa fadhiil ke sebuah panti asuhan selama hampir 5 tahun belakangan , sudah mulai menunjukkan hasil. ia berusaha agar bila saya mengajaknya ke panti, ia meminta ikut memberi meski hanya sekedar menyerahkan amplopnya.
banyak cerita yang ia ungkap tentang bagaimana dan apa yang dirasa teman-temannya.

lalu kamu?
apakah harus merasakan seperti kami
apakah kamu harus merasakan kehilangan orangtua seperti kami agar tak selalu menekan saya?
apakah kamu harus merasakan berada di titik terendah seperti saya dulu lalu kamu bisa sedikit saja berempati?
sedikit saja yang saya harap. berempatilah terhadap orang lain
bukan hanya menghamburkan hartamu, melupakan temanmu dan selalu sewenang wenang terhadap orang lain

harta , kedudukan, kebahagiaan dan memiliki keluarga yang lengkap hanyalah titipan
belajarlah berempati, bersimpati terhadap orang lain karena roda itu berputar. tak selamanya berada di atas

*kemarahan yang tak terungkap karena  kemarahan itu akan menyakitkan


Sabtu, 21 Maret 2015

Mengapa kita harus menahan diri untuk menggunakan handphone, memotret dengan lampu blitz di area SPBU ?



Rutinitas saya tiap hari mengantar si kecil dengan mobil kesayangan tentunya akan membuat saya mau tidak mau harus akrab dengan SPBU (stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Selain rutinitas mengisi bahan bakar saya juga seringkali memperhatikan perilaku pengendara kendaraan bermotor saat mengisi bahan bakar karena kebetulan lahan parkir sekolah berada di sekitar area SPBU. 

Pernahkah anda yang memasuki area SPBU memperhatikan gambar handphone dicoret alias adanya larangan menggunakan handphone di SPBU? Atau gambar kamera dicoret dengan lambang flash? Sepertinya kita sudah biasa melihat tanda seperti itu ketika kita hendak mengisi bahan bakar di pom bensin atau SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum), yaitu menggunakan telepon genggam atau menggunakan kamera dengan lampu blitz. Pada umumnya mungkin banyak dari kita sudah tahu kalau wajar kita tidak boleh merokok di area SPBU karena bara api dari rokok tersebut dapat menyambar uap bensin yang ada sehingga bisa memicu ledakan atau kebakaran, namun apa hubungannya dengan handphone  atau kamera dengan blitz ? mengapa dilarang ?

Dari berbagai sumber saya merangkum sebuah kesimpulan yang telah dapat dikaji secara keilmuan tepatnya apabila kita mempelajari Hukum Faraday tentang medan elektromagnetik yang melewati sebuah permukaan konduktor loop tertutup. Hukum tersebut menyatakan bahwa, curl dari medan elektrik di sebuah loop sama dengan jumlah fluks magnet yang melewati permukaan loop tersebut selama perioda waktu tertentu. Dengan kata lain apabila ada gelombang elektromagnet yang melewati sebuah permukaan loop maka akan muncul sebuah tegangan atau EMF (Electromotive Force) sehingga dapat menimbulkan arus listrik di loop konduktor tersebut. 

Mungkin teman - teman juga pernah melihat bahwa dahulu sangat populer sekali yang namanya alat pereduksi radiasi yang ditempelkan di belakang handphone anda, yang berupa lampu, jadi ketika ada pesan masuk atau telepon maka lampu tersebut akan menyala. Yap, itu lah suatu contoh betapa besarnya gelombang elektromagnet yang dipancarkan sehingga dapat menyalakan lamputersebut.

Bayangkan apabila gelombang elektromagent tersebut melewati sebuah permukaan dari konduktor loop tertutup, maka akan timbul arus di konduktor loop tersebut. Namun yang menjadi masalah adalah apabila konduktor tersebut bukan lah loop yang sempurna, melainkan ada sebuah celah kecil berukuran milimeter di sebuah loop tersebut. Hal ini akan menimbulkan beda tegangan antara 2 ujung loop tersebut, sehingga dapat menimbulkan lompatan elektron atau bunga api di loop tersebut, dan  dapat dibayangkan apabila hal tersebut tepat mengenai uap bensin yang ada,
ledakan !  SPBU dapat meledak kalau cukup banyak uap bensin terkonsentrasi diudara dan ada sumber api/panas, misal dari orang merokok, menyalakan api, memotret dengan blitz dan sebagainya. Jadi patuhi lah untuk tidak menggunakan Handphone atau kamera dengan blitz bahkan merokok yang sudah banyak yang mengetahuinya di areal SPBU

Jumat, 20 Maret 2015

rindu serindunya

assalamualaikum bapak
entah bapak bisa baca atau tidak, namun mbak tiap hari selalu mengirimkan al fatihah untuk bapak.
sudah hampir 22 tahun bapak tiada namun mengapa rasa rindu mbak masih saja ada
rasanya benci saat harus selalu menguraikan air mata ketika rasa rindu datang

rasanya begitu banyak yang ingin mbak ceritakan pada bapak
begitu inginnya memelukkmu
begitu inginnya mbak tidur dipangkuanmu sebagaimana masa kecilku dulu

pasti akan terasa aman saat harus mendampingi si kecil tanpa didampingi suami namun ada bapak disisiku
pasti akan sangat bahagia ketika saya beberapa kali mendapatkan prestasi dan bapak menyaksikannya
namun itu hanyalah mimpi
semua cuma mimpi

aku hanya bisa berangan angan mendapatkan pelukan hangatmu
aku hanya bisa berangan angan tangan kokohmu menghapus airmataku ketika rindu itu datang
aku hanya bisa berangan angan ada bapak yang mendampingiku saat mengantar si kecil ke sekolah

lama sudah, bapak tak pernah hadir dalam mimpi-mimpiku
datanglah ya, Bapak. aku rindu aroma tubuhmu
aku rindu dengkuran halusmu
aku rindu genggamanmu
aku rindu

Al Fatihah
Mar'ih bin Abdul Karim
peluk cintaku akan selalu abadi
untuk lelaki pengukir jiwaku

Selasa, 02 Desember 2014

perlukah belajar etika bisnis?


tak hanya pandai mengurai kata, menjalin kalimat untuk meningkatkan omset penjualan. namun, seseorang yang telah berkomitmen untuk terjun di dunia bisnis tetap harus memahami etika bisnis.
persaingan, kejujuran pemasar wajib dipelihara karena nantinya konsumen akan menilainya cepat atau lambat.
bila anda sudah tak jujur tentang informasi produk, waktu distribusi bahkan informasi pesaing , tentunya anda akan menuai hasilnya baik atau buruk.

 lalu apa yang harus kita perhatikan dalam bisnis yang beretika?

Pengendalian diri dan menciptakan iklim persaingan yang sehat
pernahkah anda menemui pebisnis yang menawarkan produknya didahului dengan mendiskritkan lawan bisnisnya? akan jauh lebih elegan bila anda menawarkan keunggulan produk  tanpa didahului oleh cara buruk yang sebelumnya saya kemukakan. 

mengembangkan tanggung jawab sosial
apakah produk/jasa  yang anda tawarkan benar-benar bermanfaat? jangan sampai ada unsur pemaksaan secara halus atau terang terangan dalam menawarkan produk. bukankah anda juga akan merasa tidak nyaman bila berada di posisi konsumen bila mengalami hal tersebut. 

mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah
jujur jujur dan jujur tentang produk/jasa yang anda tawarkan. 
 
menumbuhkan kepercayaan dengan konsumen dan pesaing bisnis
 maukah anda punya musuh hanya gara-gara anda menyalahgunakan kepercayaan konsumen dan pesaing bisnis. jadi bila anda kurang suka dengan konsumen atau pesaing bisnis anda, berusahalah untuk menjauhkan ucapan anda yang terkesan menjelek-jelekkan secara pribadi terhadap keduanya. cepat atau lambat sikap anda akan dinilai oleh orang lain. bersaing sehat akan jauh lebih elegan dan pelanggan akan datang dengan sendirinya. jangan campur adukkan masalah pribadi, emosi pribadi dengan bisnis yang anda jalankan. percayalah anda sendiri yang akan memetik hasilnya.

 
Jika momentum lepas, dukungan bisa berubah jd perlawanan, simpati berubah jd antipati. Waspadai kenyataan ini

Minggu, 30 November 2014

Jembatan Suramadu Karya spektakuler mendongkrak ekonomi, sosial dan budaya pulau Madura nan eksotis

Suramadu di malam hari 








Siapa yang tidak kenal jembatan Suramadu?
jembatan yang melintasi selat Madura menghubungkan Pulau Jawa (Surabaya) dan Pulau Madura (Bangkalan) Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini bahkan kabarnya terpanjang di Asia Tenggara. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu Jalan Layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Sayangnya saya baru menginjakkan kaki di jembatan suramadu di tahun 2010 tepatnya di moment idul fitri setelah hampir setahun jembatan Suramadu diresmikan di tanggal 10 juni 2009.
Setelah bermukim di kota Bandung selama tiga tahun akhirnya saya dapat kembali menginjakkan kaki di pulau Madura.
Saya adalah orang keturunan Madura namun tidak pernah besar dan bermukim di pulau Madura. Bahkan almarhum ayah sayapun dimakamkan di Pamekasan Madura karena beliau memang asli 100% Madura . rupanya inilah hikmahnya beliau dimakamkan di kota Pamekasan Madura sehingga kami putra-putrinya dan cucunya masih memiliki keterikatan dan tak terputus hubungan sebagai ‘reng medhureh’. Alhasil sayapun akhirnya dapat menikmati Jembatan Suramadu setiap kali mudik ke Jawa Timur.
Sebelumnya di tahun 2007 hingga akhirnya pindah dan bermukim di Bandung, Jembatan suramadu masih dalam tahap pengerjaan sehingga saat saya berkunjung ke rumah sanak saudara di Madura, saya bersama suami menggunakan moda transportasi kapal ferry untuk mencapai Pulau Madura. Antri, menyeberang dengan ditemani oleh ombak laut yang relatif bersahabat, dan tentunya membutuhkan waktu kurang lebih minimal satu jam untuk menyeberang dari surabaya ke Kamal Madura. Namun semenjak Jembatan suramadu beroperasi, hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh menit untuk mencapai Pulau Madura.
                Perjalanan Mudik dari Bandung- Malang-Madura di tahun 2010 yang melelahkan ternyata harus dibarengi dengan acara nyasar karena minimnya petunjuk yang mengarahkan ke Suramadu semenjak kendaraan kami keluar dari tol Malang-Surabaya. Galau tingkat tinggi saat petunjuk GPS dan petunjuk di jalan tidak sama..ooohhh buat kami yang telah lama tak bermukim di Jawa Timur tentunya menyulitkan. Rasanya ingin melanjutkan perjalanan dengan kapal Ferry saja bila kami tak kunjung menemukan dimana Jembatan Suramadu.
benar kan...begitu riangnya anakku saat menara kembar terlihat di kejauhan
Namun akhirnya karena bujuk rayu si kecil yang ingin menikmati perdana jembatan kebanggaan Warga Jawa Timur maka  kami rela tanya sana sini, naik turun kendaraan untuk bertanya.
Yuhuuu ….akhirnya perjuangan kami berhasil. Kelelahan dan kesasar akhirnya terbayar dengan terlihatnya dari kejauhan menara kembar di Jembatan Utama Suramadu.
Meski demikian kami berharap agar instansi yang memiliki otorisasi pembuatan petunjuk jalan ke arah Suramadu perlu memperbanyak dan memperjelas petunjuk arah sehingga "turis" seperti kami tidak akan nyasar.

berfoto sejenak sepulang dari Pamekasan


“Bunda, itu Suramadu? Kereeeeen” ungkap putra kami setelah melihat dari kejauhan, Jembatan yang membuat kami penasaran. Eksotiknya pemandangan di sekitar jembatan suramadu makin terasa ketika kami melihat di kejauhan banyak  Kapal yang berlalu lalang, pemandangan pelabuhan kamal dan makin membuat kami terpesona dan nekat untuk berhenti. Ups, berhenti? Boleh? Tentu tidak, ada patroli Jalan Raya yang siap memperingatkan para pengemudi kendaraan yang berhenti di badan jalan.meski di Jembatan ini menyediakan empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter namun untuk keselamatan pengguna jembatan maka terdapat rambu larangan berhenti. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor disetiap sisi luar jembatan. Tapi nekat ya tetap nekat, hitung-hitung oleh-oleh dan kenangan bila kami kembali ke kota Bandung.


Ssttt…Pengelola Suramadu, please sediakan tempat bagi kami anak negeri yang amat bangga dengan karya spektakuler ini untuk selfi ya..atau bahkan tentunya turis manca/domestik tak berkeberatan apabila pengelola jembatan Suramadu menyediakan juru foto di tempat yang relatif aman di area Suramadu untuk berfoto dengan biaya yang rasional. bukankah dengan memberdayakan warga setempat sebagai juru foto akan membuka lapangan kerja baru? Kami tunggu , sehingga tak ada lagi pengguna jalan yang berhenti di sembarang tempat untuk berfoto seperti kami....


sumber :hitzithariqi.wordpress.com
sebelum Suramadu beroperasi, warga Madura siap dengan antrian panjang;                                       sumber : Kabarbisnis.com
Memasuki area Jembatan Suramadu maka cukup dengan 30 ribu rupiah untuk tiket kendaraan roda 4 , yang pasti lebih murah kalau kita menumpang kapal ferry. 30 ribu dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit atau 44 ribu bagi kendaraan roda 4 plus 5 ribu untuk per penumpang dengan waktu tempuh satu jam bila lancar dan dua jam atau bahkan lebih bila antrian cukup panjang dan ombak laut sedang tak bersahabat , hayoo pilih mana? Tentunya pilih yang pertama kan? Namun sayangnya saat ini Suramadu masih minim fasilitas meski nantinya terdapat rencana pembangunan Masjid yang berada di kawasan Rest Area Jembatan Suramadu, sekitar 300 meter dari ujung Jembatan Suramadu di sisi Madura yang hingga kini belum terealisir. Rest Area yang hingga kini belum terealisir membuat pengguna Suramadu harus menahan buang air kecil karena tak ada toilet higienis yang tersedia dan harus mengisi BBM kendaraan Full sebelum masuk area jembatan Suramadu mengingat belum tersedianya SPBU di sekitar suramadu. Jadi apakah pengguna Suramadu harus menunggu selesainya pembangunan rest Area hanya untuk buang air kecil? Atau apakah kami harus terpaksa buang air kecil di antara bilik-bilik pedagang kaki lima yang berjajar semrawut di kawasan Kaki Jembatan Suramadu?


pedagang kaki lima yang menjamur semrawut di sepanjang KKJS ; sumber : antarafoto.com
apakah toilet menunggu terealisirnya pembangunan rest area Suramadu? tentu tidak bukan.  kebutuhan akan toilet ini bisa diakomodir dengan pengadaaan toilet portable yang mau tidak mau harus disediakan oleh penyedia jasa tol Suramadu. Kami Bayar, anda servis, kami senang, kami ikut jaga. Mungkin demikian yang bisa saya gambarkan sedikit mengenai ketidaktersediaan toilet di sepanjang tol Suramadu.

Syukurlah hasrat saya untuk buang air kecil saat itu tiba-tiba lenyap gegara masuk ke dalam salah satu kios pedagang kaki lima yang katanya menyediakan kamar kecil yang ternyata hanyalah bilik kecil yang tertutup terpal beralas lantai semen yang sudah mengelupas dan sebuah ember yang hanya terisi air sepertiganya..uppss hhhh bau pesing menyeruak saat terpal disibakkan. Ah sayangnya saya tak sempat mendokumentasikan hanya karena tiba-tiba hilang hasrat buang air kecil dan mata tiba-tiba melihat benda mungil nan lucu, beberapa lembar batik yang cocok untuk oleh-oleh. yah, belanja di kios kios yang berada di area KKJS (kawasan Kaki Jembatan Suramadu) ini, jauh dari nyaman, karena kami harus dihadapkan pada minimnya kebersihan, kerapian  kios dan sekitarnya, para pedagang yang setengah memaksa, menyerbu dan sedikit bermain tipu-tipu soal harga. inilah yang mungkin tak tersentuh oleh instansi terkait perihal etika penjual kepada pembeli yang cenderung membuat kurang nyaman dan ragu untuk kembali membeli souvenir dari kios kios tersebut. mudah-mudahan  kedepannya instansi terkait lebih memperhatikan hal hal di atas sehingga pembeli merasa nyaman. bukankah Suramadu menjadi pintu gerbang Madura? jika pintu gerbangnya saja sudah tidak nyaman , patutlah diragukan bila masuk lebih dalam akan jauh lebih tidak nyaman.

souvenir khas madura
ini sebagian batik buruan saya di Madura yang masih tersisa

Ngomong-ngomong batik, saya tak hanya mendapatkan batik dari kios kaki lima di sepanjang KKJS (kawasan Kaki Jembatan Suramadu ) ini loh, karena saya sebenarnya sudah sempat mendatangi beberapa kampung batik dan sentra penjualan batik di bangkalan yang memiliki warna cantik. Wisata batik yang menjadi salah satu  tujuan saya bila berkunjunn ke madura ini tak jauh dari jembatan suramadu. 30 menit dari gerbang suramadu kita akan menemui banyak kampung batik yang tentunya masih perlu mendapatkan pendampingan dari kementrian perindustrian agar dapat memperbaiki kualitas, cara display, promosi dan pengemasan sehingga daya jual semakin tinggi.


sumber : Travelbatik.com

 
Yah, dibalik hilangnya mata pencaharian banyak orang di area penyeberangan Ujung-Kamal, ternyata ada rezeki yang tersedia bagi orang lain di sisi lain kamal untuk memproduksi pernak pernik madura dan batik madura. Namun, lagi-lagi perlu ada bimbingan dari instansi terkait agar produksi pernak-pernik khas madura bisa memiliki daya jual yang lebih tinggi dan pedagang kaki lima dapat memberikan servis yang lebih baik kepada konsumen.

Membuat sebuah kawasan industri dagang terpadu lengkap dengan atraksi wisata yang dijadwalkan secara bergilir, rasanya akan jauh lebih mempermudah proses pemantauan dan pendampingan dari BPWS dan instansi terkait lainnya. Saya bermimpi bila rest area yang akan dibangun nantinya, kita akan dapat menemui sentra batik dan pelatihan membatiknya, makanan khas madura , sentra produksi olahan laut dan sentra atraksi wisata. Loh, nantinya wisatawan tidak akan datang ke wilayah madura lainnya dong? perlu trik agar wisatawan ketagihan terhadap apa yang disajikan di kawasan industri dagang dan wisata terpadu tersebut. anggaplah di kawasan tersebut kita memberi testernya, dan untuk lebih lengkapnya menggali sentra industri dagang dan wisata tersebut maka wisatawan dipersilahkan datang ke sumber-sumber tester tersebut.

Perlukah guide ? tentu saja. sebuah kantor yang menyediakan tour guide sebagaimana bila kita masuk ke Pulau Bali rasanya perlu dicontoh. Di sini wisatawan bisa mendapatkan informasi obyek dan jadwal wisata tersedia, pramuwisata, kendaraan pendukung wisata bahkan call center gratis bagi wisatawan. bukankah lebih baik kita menyediakan di pintu gerbang daripada nantinya kita harus mengurusi wisatawan yang tersesat dalam melakukan perjalanan wisatanya.

Yah, mudah-mudahan BPWS selaku pendamping pembangunan, pengelolaan, dan pembangunan di kawasan madura dan Jembatan Suramadu lebih respek dengan kebutuhan wisatawan, pengguna jalan, pedagang kaki lima dan masyarakat sekitar jembatan Suramadu, bukankah pembangunan Jembatan Suramadu untuk percepatan taraf ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, pariwisata, informasi, layanan jasa, dll. Karya anak bangsa ini tak akan sia-sia apabila pengelolaannya menyesuaikan dengan kultur setempat. Mudah-mudahan. Bila dimenej dengan baik dan memiliki SOP yang jelas saya yakin karya spektakuler  anak bangsa ini tentunya akan mendongkrak perekonomian pulau nan eksotis lengkap dengan keunikan kultur dan budaya yang harus kita pertahankan. Semoga!!


Mood booster masa PSBB di Coger madani , ngopi asyik di Bandung timur

Frezze ...     Iya. Menyelesaikan naskah berhari hari sudah jadi makanan saya selama  8 tahun ini. Dalam 2 bulan bisa 2-3 naskah buku yang...